Ustadz Hanafi, Jadi CEO Perusahaan

Ustadz Hanafi, Jadi CEO Perusahaan
Buah Anggur


__ADS_3

Putri Azizah berada di Jawa Timur selama 2 hari, dan pada hari terakhir diselingi pertemuan dengan tim e-commerce Musi Corporation via teknologi Hologram.


Selama di Jawa Timur, Putri Aziza tinggal di Pesantren Al Mansyur Surabaya milik kakek Ustadz Hanafi ditemani dua temannya Hafsah dan Nadia.


Saat menginap di pesantren, Putri Aziza sangat dihormati di kalangan santri muslimah. Putri Aziza sepertinya sudah dianggap sebagai bagian dari keluarga pendiri pesantren.


Selain dipenuhi segala kebutuhannya, setiap Putri Aziza berpapasan dengan santriwati pesantren, mereka dengan hormat mencium tangan Putri Aziza.


Pengalaman seperti ini, tidak pernah dirasakan Putri Aziza sebelumnya. Dan hal ini tentu menjadi sedikit beban baginya, karena dia harus menjaga sikap selama berada dalam lingkungan pesantren.


Seusai mengikuti Shalat Subuh berjamaah, Putri Aziza menyempatkan diri untuk mengikuti kegiatan para santriwati.


Pada saat itu, semua santriwati pesantren berkumpul di satu aula utama ruang serba guna, mereka mengikuti kajian agama yang dibawakan oleh Nyai Husnah.


Nyai Husnah adalah istri dari salah seorang pimpinan pesantren Kiai Abdullah Ismail dan merupakan ibu dari Nadia, sahabat Putri Aziza.


Dalam kesempatan itu, Nyai Husnah bercerita tentang salah satu keutamaan Rasulullah, yakni terkait menjaga perasaan orang lain.


Di dalam kisah itu diriwayatkan ada seorang lelaki miskin membawa segenggam buah anggur untuk Nabi Muhammad sebagai hadiah.



Lelaki ini dengan wajah berseri-seri, berkata : “Wahai Rasulullah, terimalah hadiah kecil ini dariku.”


Nabi mengucapkan terima kasih atas pemberian itu, beliau segera mengambil satu buah anggur dan memakannya.


Para sahabat yang hadir ketika itu, menatap penuh harap. Hal ini dikarenakan, apabila Nabi menerima hadiah, beliau akan membagikan sebagian kepada para sahabatnya.


Namun, di luar dugaan, ketika anggur yang satu habis dimakan, Nabi kembali memakan anggur lainnya, tanpa menawarkan kepada para sahabat.


Sampai akhirnya, semua anggur pemberian lelaki itu habis, dimakan Rasulullah sendirian saja. Orang miskin yang membawa anggur terlihat sangat senang dan kemudian pamit pulang.


Karena penasaran, salah satu sahabat bertanya, “Wahai Rasulullah, mengapa semua buah anggur itu sendirian dimakan, dan sama sekali tidak menawarkannya kepada kami?”

__ADS_1


Mendengar perkataan sahabatnya itu, Nabi tersenyum dan berkata, “Aku memakan semuanya, karena buah anggur itu masam."


"Jika aku menawarkannya kepada kalian, aku khawatir nanti wajah kalian akan menampakkan ekspresi tidak suka. Dan itu akan menyakiti perasaannya.” 


Di akhir Tausiyahnya Nyai Husnah berpesan agar para santriwati berusaha untuk selalu memuliakan orang lan dan bisa menjaga perasaannya.


Dalam sesi tanya jawab, salah seorang santriwati mengajukan satu pertanyaan yang mengelitik.


"Dari kisah yang disampaikan tadi, dikatakan bahwa seorang muslimah harus menjaga perasaan orang lain. Apakah ini artinya, kita dilarang untuk mengkritik seseorang?" tanya Santriwati itu dengan serius.


Menanggapi pertanyaan itu, Nyai Husnah hanya tersenyum.


"Mengkritik sesuatu hal yang salah tentu diperbolehkan, apalagi tujuannya untuk membawa kebaikan bagi masyarakat banyak" ujar Nyai Husnah.


"Namun dalam kisah yang diuraikan tadi, kebaikan apa yang di dapat, jika kemudian Nabi memprotes pemberian orang itu?" tanya Nyai Husnah balik bertanya.


"Bukankah malah berakibat muncul celaan kepada lelaki miskin itu, karena di anggap tidak menghormati Rasulullah. Dan hal itu, sangat mempermalukan dirinya" ucap Nyai Husnah.


Seusai mengikuti tausiyah, Putri Aziza ditemani Husnah dan Nadia kembali ke penginapan mereka.


Di sepanjang perjalanan, beberapa santriwati yang kebetulan berpapasan selalu mengucapkan salam dan berupaya mencium tangan mereka bertiga.


*******


Pertemuan Kedua


Di hari ke-2 berada di Pondok Pesantren Al Mansyur, melalui teknologi Hologram, Putri Aziza mengadakan pertemuan dengan pihak divisi e-commerce Musi Corporation.


Di kantor pusat Musi Corporation, Putri Aziza sudah menempatkan 3 staff ahlinya, sedang dirinya sendiri hadir dalam sosok hologram di pertemuan tersebut.


Dari pihak divisi e-commerce, hadir Ustadz Hanafi bersama 3 staff ahlinya. Mereka membawa proposal baru yang telah di revisi.


"Terima kasih atas kesempatannya" ujar Ustadz Hanafi saat moderator pertemuan mempersilahkan dirinya untuk berbicara.

__ADS_1


"Dalam kesempatan ini, kami mengajukan proposal kerjasama yang telah di revisi. Intinya kami tetap menawarkan pembangunan pusat e-commerce di Batam namun dengan tambahan sistem franchise di negara tetangga" ucap Ustadz Hanafi.


"Dengan memakai sistem franchise ini, negara tetangga yang menjadi sasaran pemasaran produk kita, bisa berperan aktif bahkan bisa memasarkan produk yang mereka miliki" kata Ustadz Hanafi dengan penuh keyakinan.


"Sehingga peran divisi e-commerce Musi Corporation bukan hanya memasarkan produk, tetapi juga bersifat koordinasi, dari perusahaan-perusahaan e-commerce negeri tetangga" ungkap Ustadz Hanafi mengakhiri paparannya.


Setelah saling berkomunikasi dengan tim ahlinya, Putri Aziza mengutarakan pendapatnya.


"Tuan Hanafi, setelah kami berunding proposal tuan sangat menarik. Bahkan salah satu rekan saya mengusulkan agar wilayahnya diperluas, untuk tahap awal bisa dilakukan di asia tenggara dan wilayah maghribi afrika utara" kata Putri Aziza menanggapi proposal dari Ustadz Hanafi.


"Persiapan pembentukan perusahaan e-commerce di wilayah Maghribi nantinya akan berkoordinasi dengan teman-teman kami dari Kerajaan Maroko dan Mesir" ungkap Putri Aziza menambahkan.


Pertemuan yang kedua ini akhirnya menemukan titik temu, setelah pertemuan pertama mengalami kegagalan.


Poin-poin kerjasama akan disusun kedua belah pihak dan akan ditanda tangani sebelum Putri Aziza kembali ke Tunisia.


Selepas mengadakan penelitian di Surabaya, sesuai rencana Putri Aziza akan melanjutkan ke Kota Makassar. Di sana Putri Aziza juga akan menginap di Pesantren Al Mansyur cabang Makassar.


Selama di Pesantren Al Mansyur Surabaya, Putri Aziza memberi bantuan sumbangan yang cukup besar bagi 2 program andalan Pondok Pesantren.


Yang pertama Program Pesantren Manula yang bekerjasama dengan pihak Yayasan Amal Musi Corporation, sedangkan program lainnya adalah Program Pelatihan Pertanian Tanah Wakaf.


Khusus program pelatihan pertanian, Putri Aziza berjanji akan mengirimkan bantuan peralatan pertanian yang lebih maju teknologinya.


Putri Aziza juga menyiapkan sejumlah dana untuk memberangkatkan umroh beberapa tenaga pengajar di pondok Pesantren Al Mansyur.


Demikian juga program bea siswa bagi keluaga dhuafa yang digagas Ustadz Hanafi turut menerima bantuan.


Rencana keberangkatan Putri Aziza ke Makassar akan ditemani Hafsah dan Ustadzah Halimah, sedangkan Nadia akan kembali ke Jakarta.


Putri Aziza dan Hafsah akan menuju Makassar langsung melalui bandara di Surabaya, sedangkan Ustadzah Halimah menyusul berangkat dari Jakarta.


Dijadwalkan mereka bertiga berada di Makassar selama 2 hari, dan selanjutnya Putri Aziza akan kembali ke Jakarta untuk menanda tangani kerjasama dengan pihak divisi e-commerce Musi Corporation.

__ADS_1


__ADS_2