
Masjid yang biasa digunakan Ustadz Hanafi shalat berjamaah bernama Masjid Al Hikmah Musi (AHM) 19, yang berada di lantai 10 Komplek Apartemen Musi Jakarta 5.
Masjid AHM 19, adalah Masjid ke-19 yang dibangun oleh Musi Corporation. Di mana masa pembangunannya berbarengan dengan pendirian Komplek Apartemen.
Jamaah Masjid AHM 19 ini berasal dari para penghuni apartemen, namun terkadang ada jamaah dari pihak luar apartemen yang kebetulan datang bertamu.
Masjid AHM 19 pada masa itu merupakan salah satu masjid terbaik di Kota Jakarta. Hal ini dikarenakan, masjid ini banyak mengadakan kegiatan kegiatan positif.
Dikarenakan lokasinya yang strategis, Masjid AHM 19 menjadi pusat pendistribusian nasi bungkus buat kaum dhuafa di wilayah Kota Jakarta.
Kegiatan ini diadakan pada setiap hari senin, rabu dan jum'at. Dalam penyelenggaraannya pihak pengurus Masjid AHM 19 bekerja sama dengan Yayasan Amal Musi Corporation.
Kegiatan lain yang bekerja sama dengan Yayasan Amal Musi Corporation adalah sebagai tempat pelaksanaan Nikah dan Khitanan Massal yang diadakan setiap 6 bulan sekali.
Selain kegiatan sosial, Masjid AHM 19 juga dikenal dengan kegiatan dakwahnya. Pada setiap bulan masjid ini menyelenggarakan tabliq akbar, yang bertempat di halaman terbuka Komplek Apartemen.
Pada saat acara tabliq akbar, terutama ketika mengundang ustadz-ustadz ternama, halaman komplek apartemen dipenuhi jamaah yang datang dari pelosok kota.
Pada saat tabliq akbar biasanya juga diadakan pasar murah dan berobat gratis, yang sponsornya berasal dari Yayasan Amal Musi Corporation.
Pada setiap hari senin dan kamis menjelang Shalat Subuh, Masjid AHM 19 juga menyiapkan sahur bagi para jamaah yang berniat melakukan puasa sunnah senin kamis.
Demikian juga pada sore harinya saat kumandang Shalat Maghrib, pihak masjid AHM 19 juga menyiapkan makanan buat berbuka bagi para jemaahnya.
Pada setiap hari sabtu, selepas Shalat Subuh Ustadz Hanafi dipercaya untuk memberi pelajaran ilmu fiqih (hukum Islam) bagi jamaah Masjid AHM 19.
Sebagai seorang tamatan UIN Sunan Kalijaga dan pernah menjadi pengasuh pondok pesantren, Ustadz Hanafi dipandang cukup mumpuni meski usianya masih tergolong sangat muda.
Selepas memberi pembelajaran, biasanya diadakan sesi tanya jawab. Dalam sesi ini, para jamaah dipersilahkan bertanya terkait permasalahan hukum Islam.
__ADS_1
Kegiatan yang paling semarak, tentu disaat bulan Ramadhan. Masjid AHM 19 dipenuhi kegiatan-kegiatan yang bersifat keagamaan maupun sosial.
Menjelang waktu imsyak, pengurus Masjid AHM 19 sudah disibukkan mempersiapkan santapan Sahur. Makanan yang dibuat bukan hanya untuk para jamaah Masjid, tetapi juga kepada kaum dhuafa yang ada di sekitar Komplek Apartemen.
Pada saat menjelang waktu berbuka puasa, pengurus Masjid AHM 19 mendirikan tenda di halaman terbuka komplek apartemen. Mereka membagi-bagikan nasi bungkus gratis buat buka puasa.
Di bulan Ramadhan juga, Masjid AHM 19 mengadakan pesantren kilat. Kegiatan ini dilakukan bekerja sama dengan Pesantren Al Mansyur Cabang Jakarta.
Pesantren kilat diadakan satu bulan penuh selama bulan Ramadhan. Pesertanya kebanyakan berasal dari pemuda masjid dan kalangan mahasiswa.
Bagi mereka yang ingin beriktikaf di Masjid, pengurus Masjid AHM 19 juga menyiapkan program khusus agar para jamaah bisa lebih khusuk dalam beribadah.
Peserta iktikaf juga mendapatkan konsumsi dari pihak pengurus Masjid AHM 19, baik makanan untuk sahur maupun saat berbuka.
Penyelenggaraan Shalat Tarawih di Masjid AHM 19 juga sangat semarak. Pihak pengurus masjid mengundang penceramah penceramah ternama pada setiap malamnya.
Para jamaah dipersilahkan memilih, mau Tarawih 8 rakaat atau 20 rakaat. Biasanya setelah shalat Tarawih 8 rakaat sebagian jamaah ada yang pulang, sementara jamaah yang masih tinggal melanjutkan tarawihnya sampai 20 rakaat.
Para Imam Shalat yang merupakan hafidz Al Qur'an tersebut, biasanya menargetkan dalam satu malamnya dapat selesai membaca 1 Juz ayat Al Qur"an.
*******
Ustadzah Halimah
Kegiatan di Masjid Al Hikmah Musi (AHM) 19 juga disemarakkan dengan keberadaan majelis taklim muslimah dengan kegiatan yang sangat beragam.
Majelis Taklim Muslimah di Masjid AHM 19, dikenal sangat kompak. Merekalah yang menjadi ujung tombak kegiatan-kegiatan sosial yang diselenggarakan Masjid AHM 19.
Salah satu pengasuh Masjelis Taklim Muslimah ini bernama Ustadzah Halimah. Dari segi usia Ustadzah Halimah tergolong masih sangat muda, yakni sekitar 24 tahun.
Dalam kesehariannya, Ustadzah Halimah merupakan staff Musi Corporation divisi Transportasi. Ketika divisi transportasi mengalami kerugian, Ustadzah Halimah termasuk orang yang ikut terpukul.
__ADS_1
Ustadzah Halimah masih terhitung kerabat keluarga Ustadz Hanafi. Ustadzah Halimah merupakan adik sepupu Sandra istri dari Abang Musa.
Sebagaimana diceritakan sebelumnya, Abang Musa merupakan kakak dari Ustadz Hanafi, dan dia adalah mantan pimpinan divisi trasportasi Musi Corporation.
Ibunda ustadzah Halimah merupakan saudara perempuan dari ayahnya Sandra, dimana keduanya adalah anak dari Haji Mustafa, yang pernah dipercaya menjadi menteri tenaga kerja pada masanya.
Sementara ayahanda dari Ustadzah Halimah bernama Ustadz Harun. Ustadz Harun merupakan salah seorang ulama terkemuka dan merupakan pengasuh Pondok Pesantren Al Mukmin Cirebon.
Ustadz Harun merupakan pengurus Majelis Ulama Indonesia provinsi Jawa Barat. Dia juga sering mendapat undangan dari berbagai daerah untuk mengisi ceramah dalam tabliq akbar.
Dalam satu tahun, biasanya Ustadz Harun menyempatkan satu kali untuk mengisi ceramah dalam tabliq akbar yang diadakan di Masjid AHM 19.
Sandra dan Ustadzah Halimah sama-sama alumni ITB, namun bedanya Ustadzah Halimah dibekali pengetahuan agama yang sangat mendalam di Pondok Pesantren ketika dia masih belajar di sekolah tingkat menengah.
Salah satu keistimewaan Ustadzah Halimah adalah kepandaiannya dalam berdialog dengan menggunakan bahasa Arab.
Beberapa bulan yang lalu, pernah ada rombongan tamu yang berasal dari timur tengah. Mereka ingin mengetahui beragam kegiatan di Masjid AHM 19.
Dari pihak pengurus Masjid AHM 19 kemudian mempercayakan Ustadzah Halimah sebagai juru bicara.
Dengan kemampuannya berbahasa Arab, Ustadzah Halimah berhasil memandu rombongan tamu dari Timur Tengah ini.
Bahkan tidak lama berselang, Masjid AHM 19 kedatangan kru televisi dari jazirah Arab. Kegiatan Masjid AHM 19 mereka liput, untuk kemudian disiarkan secara internasional.
Dalam kepengurusan Masjid AHM 19, Ustadz Hanafi dipercaya sebagai bendahara sementara Ustadzah Halimah menjadi koordinator kegiatan muslimah.
Pengurus Masjid AHM 19, biasanya mengadakan rapat lengkap tiap sebulan sekali, dan di saat inilah Ustadz Hanafi sering bertemu Ustadzah Halimah
Ibu-ibu jamaah Masjid AHM 19 banyak berharap Ustadzah Halimah kelak bisa berjodoh dengan Ustadz Hanafi.
Namun mengingat posisi Ustadz Hanafi di perusahaan sangat strategis, mereka hanya berani bisik bisik di belakang layar.
__ADS_1