Ustadz Hanafi, Jadi CEO Perusahaan

Ustadz Hanafi, Jadi CEO Perusahaan
Bukan Sekedar Data Statistik


__ADS_3

Setelah memeriksa laporan perkembangan perusahaan melalui Hologram Asistennya, Ustadz Hanafi melakukan pertemuan terbatas dengan beberapa staff ahlinya.


Di dalam pertemuan tersebut, Ustadz Hanafi melakukan presentasi jarak jauh dengan memanfaatkan teknologi komunikasi hologram.



Presentasi yang disampaikan Ustadz Hanafi, terkait perkembangan terbaru kondisi divisi e-commerce yang dia pimpin. Beberapa proyek kerjasama mereka bahas sekaligus di evaluasi dalam pertemuan itu.


"Berdasarkan data dari Hologram Asisten, sektor pemasaran produk Farmasi banyak mengalami penurunan" ungkap Ustadz Hanafi.


"Dari analisisnya, Hologram Asisten mengatakan penurunan ini terkait semakin maraknya pertumbuhan klinik-klinik pengobatan alternatif dalam beberapa bulan ini" lanjut Ustadz Hanafi.


"Hologram Asisten menyarankan agar kita menutup saja pemasaran produk farmasi. Sebelum saya ambil keputusan, mungkin ada rekan-rekan yang mau memberi masukan" kata Ustadz Hanafi kepada semua staffnya yang hadir.


Salah seorang sosok hologram, nampak menunjukkan tangannya.


"Iya... silahkan Pak Hendra" ucap Ustadz Hanafi mempersilahkan salah seorang staff ahlinya untuk bicara.


"Terima kasih pimpinan. Analisis Hologram Asisten menurut saya ada benarnya dari sisi bisnis, karena Hologram Asisten menghitung segala sesuatu berdasarkan data statistik" kata Pak Hendra salah satu staff senior di divisi e-commerce.


"Namun harus diingat, pemasarkan produk farmasi ini juga mengemban misi kemanusiaan. Dimana kita sebagai pihak pemasar mambantu masyarakat yang mengalami kendala untuk menjangkau apotik atau klinik kesehatan" ucap Pak Hendra lagi.


"Secara pribadi, saya mohon dipikirkan masak-masak untuk menutup pemasaran produk farmasi dalam sistem kita" kata Pak Hendra lebih lanjut.


Ustadz Hanafi memperhatikan dengan seksama usulan staff seniornya itu. Memang harus diakui, pembeli produk-produk farmasi di perusahaan e-commerce nya, kebanyakan dari wilayah terpencil.


Sementara kalau mereka harus pergi ke kota untuk membeli obat, mereka dalam kondisi kurang sehat, yang dikhawatirkan akan memperparah sakit yang mereka derita.


"Mungkin begini saja, saya minta bantuan Pak Hendra untuk mengumpulkan data jenis obat yang masih banyak diminati konsumen. Untuk jenis obat tersebut, mungkin akan tetap kita pasarkan karena menyangkut kebutuhan masyarakat" ucap Ustadz Hanafi memberi solusi.


"Mungkin Pak Hendra, ada tambahan lagi?" tanya Ustadz Hanafi.

__ADS_1


"Tidak ada pimpinan, nanti secepatnya saya kumpulkan data jenis-jenis obat yang masih diminati pihak konsumen" ujar Pak Hendra dengan nada serius.


Apa yang terjadi dalam pertemuan Ustadz Hanafi dengan para staffnya tersebut menunjukkan dalam mengambil keputusan data statistik bukan satu-satunya acuan.


Banyak hal lain yang juga perlu diperhatikan, misalnya masalah sosial dan kemanusiaan. Dan kepekaan terhadap persoalan tersebut, tidak akan kita temukan pada mesin atau program aplikasi, secanggih apapun teknologinya.


Pertemuan berakhir sekitar pukul 11.15 siang, Ustadz Hanafi selanjutnya bersiap-siap menuju ke masjid, untuk menunaikan Shalat Dzuhur berjamaah.


*******


Merawat Ibunda


Mari kita alihkan dulu pandangan ke Brunei Darussalam, dimana Putri Dayang Mariam sedang merawat ibunya yang lagi sakit.


Seperti diceritakan sebelumnya, ibunda dari Putri Dayang Mariam yakni bernama Putri Dayang Delima, sempat masuk rumah sakit karena mengalami gangguan pernafasan.


Mendengar ibunya masuk rumah sakit, Putri Dayang Mariam selaku anak tertua segera pulang ke Brunei Darussalam. Semua jadwal pertemuan bisnis dia batalkan, karena Sang Putri ingin konsentrasi merawat ibunya.



Pertemuannya dengan suaminya Pangiran Abdul Jalil adalah saat keduanya kuliah di Universiti Teknologi Malaysia yang berlokasi di Skudai Johor.


Setelah menikah, bersama suaminya Putri Dayang Delima membangun jaringan bisnis di kawasan asia tenggara. Mereka merupakan pemilik Mahkota Group, jaringan perusahaan terbesar di Brunei Darussalam.


Di Indonesia selain bekerjasama dengan Musi Corporation, keluarga Putri Dayang Delima banyak berinvestasi di Maluku, Papua dan Nusa Tenggara.


Di pulau Sumbawa, Mahkota Group memiliki peternakan sapi yang sangat besar, sedangkan di Maluku dan Papua, mereka fokus di industri perikanan.


Mahkota Group berdasarkan informasi terakhir termasuk 5 besar jaringan perdagangan terkaya di Benua Asia. Bisnis mereka tersebar di banyak negara, terutama di sekitar wilayah Asia Tenggara.


Kembali ke kisah Putri Dayang Mariam, ibunda Sang Putri hanya dirawat selama 3 hari di rumah sakit, selanjutnya karena dirasa sudah pulih diperkenankan pulang ke rumah.

__ADS_1


Dalam beberapa hari ini, Putri Dayang Mariam yang biasanya sangat sibuk mengurusi bisnis, berubah menjadi wanita rumahan yang telaten merawat kesehatan ibunya.


Kegiatan bisnis sebisanya untuk dikurangi, kalaupun terpaksa Putri Dayang Mariam melakukan kontak bisnis lewat telepon atau melalui komunikasi Hologram.


Perubahan yang terjadi pada Putri Dayang Mariam ini, bagi sebagian orang tentu sangat mengherankan.


Sampai-sampai salah seorang kolega Putri Dayang Mariam di Malaysia menghubungi Ustadz Hanafi, menanyakan latar belakang perubahan sikap Sang Putri.


Ustadz Hanafi hanya menjawab singkat.


"Putri Dayang Mariam, sedang melakukan apa yang seharusnya dia kerjakan".


Karena penasaran, kolega Putri Dayang Mariam tersebut, meminta Ustadz Hanafi menjelaskan makna perkataannya tersebut.


"Begini kakanda... Putri Dayang Mariam, membatalkan semua janji bisnisnya dikarenakan merawat ibunya yang sedang sakit" ucap Ustadz Hanafi melalui telepon.


"Inilah yang saya maksud, melakukan apa yang seharusnya dia kerjakan, karena berbakti kepada orang tua merupakan salah satu amal utama dalam ajaran Islam" kata Uatadz Hanafi lagi.


Kemudian Ustadz Hanafi, menyampaikan beberapa dalil terkait perkataannya itu.


"Di dalam hadits yang diriwayatkan oleh Tirmidzi, Abdullah bin Umar radhiyallahu ‘anhu meriwayatkan, Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda; Ridha Rabb tergantung ridha orang tua, dan murka Allah tergantung murka orang tua”.


"Kemudian di dalam hadits diriwayatkan Ahmad, Abu Darda mengatakan, Aku mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda; Orang tua merupakan pintu syurga paling pertengahan, jika engkau mampu maka tetapilah atau jagalah pintu tersebut".


"Ada lagi dalam hadits riwayat Ahmad yang lain, dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda; “Siapa yang ingin dipanjangkan umurnya dan ditambahkan rezkinya, maka hendaknya ia berbakti kepada kedua orang tuanya dan menyambung silaturrahim"".


"Lalu hadits riwayat Bukhari, dari ‘Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu ‘anhu, “Aku bertanya kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam”, “Amalan apakah yang paling afdhal (utama)?” Rasul menjawab, “Shalat pada waktu-waktunya.” Aku bertanya lagi, “Kemudian apa lagi?” Beliau menjawab lagi, “Berbakti kepada kedua orang tua.” Aku bertanya kembali. “Kemudian apa lagi?” “Kemudian jihad fi Sabilillah.” Kemudian aku terdiam dan tidak lagi bertanya kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Andaikan aku meminta tambahan, maka beliau akan menambahkan kepadaku”.


"Dari ke empat dalil ini, berbakti kepada orang tua merupakan amalan yang sangat utama, dan Putri Dayang Mariam tentu tidak mau melewatkannya" kata Ustadz Hanafi panjang lebar.


Kolega Putri Dayang Mariam, hanya terdiam dan menyimak dengan seksama penjelasan Ustadz Hanafi. Dia semakin kagum dengan sikap yang diambil Sang Putri, sekaligus kaget atas kecerdasan Ustadz Hanafi yang hafal beberapa hadits di luar kepala.

__ADS_1


__ADS_2