
Selama hampir 2 hari di Palembang, Hafsah dan Nadia terbilang cukup aktif berinteraksi. Berbeda dengan Putri Aziza, dia lebih banyak diam hanya sesekali saja berbicara.
Sosok Putri Aziza yang sebenarnya baru muncul setelah dia bersama teman-temannya ikut menyaksikan pengukuran tanah di daerah Ogan Ilir.
Pada malamnya setelah pengukuran lahan, Putri Aziza, Hafsah dan Nadia diantar istri Mang Uju Muhammad mengikuti acara lelang yang diadakan pemerintah daerah setempat.
Dalam acara itu, diantaranya di lelang 3 kain songket berbahan benang emas yang berusia hampir 300 tahun. Kain Songket langka ini berasal dari masa Kesultanan Palembang Darussalam.
Acara lelang ini diliput semua media massa lokal yang ada di Palembang. Panitia lelang menginformasikan dana hasil lelang akan digunakan untuk biaya perawatan benda benda cagar budaya.
Saat acara lelang dimulai, Putri Aziza langsung mengajukan penawaran dengan harga tinggi demi mendapatkan kain songket Kesultanan Palembang.
Begitu ada pihak lain yang mengajukan harga lebih tinggi, Putri Aziza menaikkan lagi penawarannya. Hingga peserta lelang yang terdiri dari orang-orang kaya di kota Palembang itu tidak mampu menyainginya.
Pada pelelangan kain yang ke-2, Putri Aziza tidak ikut serta. Dan kain tersebut berhasil dimenangkan oleh seorang kolektor kaya dari Kota Palembang, dengan harga yang jauh lebih rendah dari penjualan kain pertama.
Pada lelang kain ke-3, kembali Putri Aziza mengajukan penawaran, dan seperti halnya kain pertama, dia berhasil memenangkan pelelangan dengan harga yang tinggi.
Kontan saja, apa yang dilakukan Putri Aziza ini membuat heboh masyarakat Kota Palembang. Pembelian benda langka oleh Putri Aziza ini menjadi pembicaraan hangat di media sosial.
Dan pada pagi keesokan harinya, beberapa media massa mendatangi tempat Putri Aziza menginap, mereka meminta waktu untuk bisa wawancara dengan Sang Putri.
Putri Aziza mengkonfirmasi bahwa dirinya akan mengadakan jumpa pers, seusai mengikuti kegiatan amal yang diadakan di Pesantren Al Mansyur Cabang Palembang.
Kegiatan amal itu sendiri, baru dimulai sekitar pukul 10.00 pagi yakni berupa pembagian bingkisan kepada ratusan anak yatim sekaligus makan siang bersama.
Dalam kesempatan itu, Putri Aziza mengundang semua media massa yang ada di Kota Palembang untuk dapat hadir di acara amal tersebut.
Kegiatan amal yang bakal dihadiri Putri Aziza tentu terkena dampaknya. Kegiatan yang awalnya biasa saja, seketika berubah menjadi pusat perhatian masyarakat.
"Apa alasan anda membeli kain songket yang bersejarah ini?" tanya salah seorang wartawan saat jumpa pers berlangsung.
"Saya sangat cinta dengan budaya Indonesia, pembelian kain songket ini sebagai wujud cinta saya, sekaligus membantu pemerintah setempat membiayai pemeliharaan benda benda cagar budaya" jawab Putri Aziza dengan bahasa Indonesia yang lancar.
"Dimana anda akan menyimpan benda benda itu? Sebab banyak masyarakat Palembang yang menyayangkan kain bersejarah itu dimiliki orang luar" tanya seorang wartawan mengkritisi pembelian songket itu.
__ADS_1
"Barang barang ini tetap berada di Palembang, akan dipajang di resto yang akan kami dirikan" ucap Putri Aziza.
"Maksud anda, resto yang mana dan kapan mulai berdiri?" tanya wartawan ingin tahu.
"Saya bersama teman-teman akan membuka resto masakan khas Nusantara, namanya "Warung Hafsah anak Betawi" di kota Palembang" jawab Putri Aziza bersemangat.
Hafsah dan Nadia yang hadir di acara jumpa pers itu senyum-senyum sendiri. Mereka mengakui kecerdikan Putri Aziza dalam memanfaatkan situasi dan kondisi untuk mempromosikan resto yang bakal berdiri.
"Nanti, kain-kain bersejarah ini akan disimpan di resto tersebut, dan masyarakat Palembang dipersilahkan untuk melihatnya" kata Putri Aziza lagi.
"Apa anda tidak khawatir, kain songket itu rusak atau diambil orang?" tanya wartawan penasaran.
"Kain songket ini akan kita letakkan di tempat penyimpanan khusus dengan menggunakan teknologi tinggi agar tidak mudah rusak, sementara masalah keamanan, kita akan berkoordinasi dengan pihak berwenang" jawab Putri Aziza dengan serius.
Jumpa pers pada hari itu telah menjadi sarana promosi rencana pendirian "warung Hafsah anak Betawi". Tanpa harus ada biaya promosi, resto "Warung Hafsah anak Betawi" menjadi pembicaraan hangat di kalangan masyarakat Kota Palembang.
Di sisi lain, sumbangsih Putri Aziza untuk ikut membantu biaya pemeliharaan benda cagar budaya, tentu berdampak kepada kemudahan yang dia terima saat memulai usahanya nanti.
*******
Menyantuni Anak Yatim
Makna Yatim sendiri adalah anak yang ditinggal wafat ayahnya ketika usianya masih kecil, atau belum baligh. Sementara jika yang meninggal adalah ibunya, maka disebut dengan piatu.
Adapun batasan orang yang disebut anak Yatim, bisa dilihat dalam hadits berikut.
“Tidak lagi disebut yatim anak yang sudah bermimpi (baligh).” (HR. Abu Daud dari Ali bin Abi Thalib).
Di dalam Al-Qur’an, kata yatim disebutkan sebanyak 23 kali, yakni 8 kali disebut dalam bentuk tunggal, 14 kali dalam bentuk jamak dan 1 kali dalam bentuk dua (mutsanna).
Pada ayat-ayat tersebut secara tegas mengatakan, anak yatim adalah sosok-sosok yang harus dikasihi, dipelihara dan mendapat perhatian.
Sebagaimana tercantum dalam QS. Al Baqarah ayat 220, yang berbunyi: “Mereka bertanya kepadamu tentang anak yatim, katakan lah “Memperbaiki keadaan mereka adalah baik.”
Di dalam buku 'Dahsyatnya Doa Anak Yatim’ tulisan M. Khallurrahman Al Mahfani, terdapat keutamaan-keutamaan mereka yang mencintai anak yatim, diantaranya:
__ADS_1
Meraih Peluang Dekat dengan Rasulullah
Sebagaimana sabdanya:
“Aku dan orang yang mengasuh atau memelihara anak yatim akan berada di surga begini,” kemudian beliau mengisyaratkan dengan jari telunjuk dan jari tengah dan merenggangkannya sedikit.” (HR. Bukhari, Tirmidzi, Abu Daud dan Ahmad dari Sahl bin Sa’d).
Pemelihara Anak Yatim Dijamin Masuk Surga
Seperti diungkap dalam hadits:
“Orang yang memelihara anak yatim di kalangan umat muslimin, memberikannya makan dan minum, pasti Allah akan masukkan ke dalam surga, kecuali ia melakukan dosa yang tidak bisa diampuni.” (HR. Tirmidzi dari Ibnu Abbas).
Mendapat Pertolongan Allah
Sebagaimana dalil dari hadits berikut:
“Barangsiapa yang menghilangkan kesusahan orang mukmin di dunia maka Allah akan menghilangkan kesusahannya di dunia dan akhirat. Barangsiapa yang meringankan kesulitan orang mukmin di dunia maka Allah akan meringankan kesulitannya di dunia dan akhirat. Dan barangsiapa yang menutupi aib orang muslim maka Allah akan menutupi aibnya di akhirat. Allah akan menolong hamba-Nya selama hamba itu menolong saudaranya. (HR. Muslim dan Ashhabus Sunan dari Abu Hurairah).
Ladang Amal untuk di Akhirat Kelak
Seperti terdapat di dalam hadits:
__ADS_1
“Jika manusia mati maka terputus lah amalnya, kecuali tiga perkara: sedekah jariah, ilmu yang bermanfaat dan anak saleh yang selalu mendoakannya.” (HR. Muslim dari Abu Hurairah).