Ustadz Hanafi, Jadi CEO Perusahaan

Ustadz Hanafi, Jadi CEO Perusahaan
Batu Ajaib Dari Natuna


__ADS_3

Sebagaimana diceritakan sebelumnya, sekembali Ustadz Hanafi dari Pulau Natuna, dia mendapat oleh-oleh berupa bebatuan warna warni.


Bebatuan warna warni tersebut dititipkan Malik putra dari Haji Sofyan kepada Ustadz Hanafi agar bisa diteliti komposisi kandungan mineral di dalamnya.



Ustadz Hanafi membawa bebatuan tersebut ke laboratorium riset Musi Corporation untuk diselidiki. Hanya dalam tempo sekitar 1 jam, tim ahli laboratorium berhasil mengungkap komposisi mineral dan kimianya.


Menurut penelitian, kandungan yang terdapat di dalam batuan tersebut mirip seperti yang pernah ditemukan Profesor Hasan dari Institut Teknologi Bandung (ITB).


Kemudian Ustadz Hanafi diperlihatkan paper ilmiah terkait penelitian Profesor Hasan. Dan yang menarik dalam paper itu Sang Profesor menyatakan batu jenis ini dapat menjadi pengganti baterai.


Setelah mendapat penjelasan dari tim riset Musi Corporation, Ustadz Hanafi segera menghubungi Doktor Zainal Abidin yang tidak lain merupakan paman dari Ustadzah Halimah.


Doktor Zainal Abidin sebelumnya pernah membantu Musi Corporation menemukan alat penetralisir panel energi surya. Dan berkat penemiannya, Fly Car milik Divisi Transportasi terjual di wilayah arabia.


"Wah... manarik sekali, kalau benar bebatuan ini mirip yang ditemukan Prof Hasan" kata Doktor Zainal Abidin setelah diberi info Ustadz Hanafi lewat telepon.


"Saya juga pernah membaca paper itu, bahkan sempat berkomunikasi langsung dengan Prof Hasan" ujar Doktor Zainal Abidin yang juga merupakan dosen di ITB.


"Apa saya boleh tahu, penjelasan dari Prof Hasan tersebut, paman" ucap Ustadz Hanafi.


"Prof Hasan bilang, bebatuan yang dia temukan bisa menyimpan energi panas. Bahkan dia percaya, bebatuan itu dapat lebih banyak menyimpan energi ketimbang baterai energi surya yang ada saat ini" ungkap Doktor Zainal Abidin menjelaskan.


"Dan Prof Hasan, juga sudah membuat sebuah alat yang bisa memfungsikan bebatuan itu menyerap energi surya, sekaligus berfungsi sebagai batu baterai" kata Doktor Zainal Abidin lagi.


"Ohh ya... kalau boleh tahu dimana ditemukan bebatuan ajaib itu?" tanya Doktor Zainal Abidin.


"Dari kerabat ayahanda yang tinggal di Pulau Natuna, paman" jawab Ustadz Hanafi.


"Sedangkan asal bebatuannya sendiri, dari sebuah pulau yang berada di dekat Pulau Natuna" kata Ustadz Hanafi lagi.


"Wah... tambah menarik" ucap Doktor Zainal Abidin.


"Berdasarkan keterangan Prof Hasan, batu yang dia miliki berasal dari temuan arkeologis. Menurut arkeolog batu tersebut digunakan masyarakat kuno sebagai jimat" kata Doktor Zainal Abidin menambahkan.

__ADS_1


"Temuan Arkeologis!? Kalau boleh tahu dari masa kerajaan mana paman?" tanya Ustadz Hanafi penasaran.


"Dari reruntuhan kerajaan kediri" jawab Doktor Zainal Abidin.


"Kalau ada waktu, saya bisa minta sampel dari bebatuan asal Natuna itu. Nanti selanjutnya biar saya bawa langsung ke Prof Hasan" kata Doktor Zainal Abidin lagi.


"Ohh tentu bisa paman, hari ini juga saya akan kirim sampelnya. Tolong nanti di kasi info, barangnya di kirim kemana" ujar Ustadz Hanafi bersemangat.


"Oke, kalau begitu saya tunggu kirimannya" ucap Doktor Zainal Abidin.


"Siap paman, dan sebelumnya saya ucapkan terima kasih atas bantuannya. Assalamu 'alaikum" kata Ustadz Hanafi mengakhiri percakapannya.


Setelah menunggu 10 menit, Doktor Zainal Abidin mengirimkan alamatnya kepada Ustadz Hanafi.


Selanjutnya, Ustadz Hanafi mengkonfirmasi kepada tim risetnya agar mengirim beberapa simpel batu asal Natuna ke alamat yang baru di dapat.


Penemuan tim riset Musi.Corporation dan penjelasan Doktor Zainal Abidin pada hari itu, tentu diluar dugaan Ustadz Hanafi.


Melalui telepon, kabar terkait komposisi bebatuan warna warni, Ustadz Hanafi sampaikan kepada Malik.


*******


Asal Muasal Pencak Silat


Selepas melaksanakan shalat Asar di Masjid LRMC (Lembaga Riset Musi Corporation), Ustadz Hanafi memutuskan untuk kembali ke apartemennya.


Kegiatan Ustadz Hanafi pulang pergi dari apartemen ke kantor selama di Jakarta, selalu ditemani staff drivernya bernama Alamsyah.


Alamsyah usianya sekitar 2 tahun lebih muda dari Ustadz Hanafi, dia sebetulnya masih terhitung kerabat ayahnya. Ibu dari Alamsyah adalah sepupu ayahanda Ustadz Hanafi.


Di Jakarta Alamsyah bertempat tinggal di mess karyawan Musi Corporation, yang lokasinya tidak jauh dari komplek apartemen yang menjadi kediamanan Ustadz Hanafi.


Ustadz Hanafi, pernah menawarkan Alamsyah untuk tinggal di salah satu kamar di komplek apartemen yang masih kosong. Namun Alamsyah dengan sopan menolaknya, dengan alasan kurang cocok suasana lingkungannya.


Setamat SMA, Alamasyah tidak melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi. Dia melamar menjadi sopir truk antar kota di Musi Corporation divisi e-commerce.

__ADS_1


Meski terhitung kerabat pemilik perusahaan, Alamsyah tidak begitu saja diterima. Karena dianggap masih minim pengalaman, Alamsyah kemudian disalurkan mengikuti sekolah mengemudi.


Setelah tamat, Alamsyah diangkat menjadi sopir cadangan perusahaan. Dan baru 2 tahun terakhir ini, Alamsyah menjadi sopir utama.


Ketika Ustadz Hanafi menjadi pimpinan divisi e-commerce, Alamsyah kemudian diangkat menjadi driver pribadinya.


Selain sebagai driver, Alamsyah juga berperan sebagai pengawal Ustadz Hanafi. Hal ini dikarenakan, dirinya memiliki kemampuan bela diri yang mumpuni.


Kakeknya Alamsyah adalah seorang guru silat dan merupakan sahabat akrab Haji Abdullah, kakek dari Ustadz Hanafi. Karena kedekatan inilah, banyak dari pihak keluarga Alamsyah yang menjadi staff di Musi Corporation.


Kebanyakan pihak keluarga Alamsyah bekerja sebagai staff keamanan perusahaan. Salah satu paman dari Alamsyah bahkan menjadi pengawal pribadi ayahanda Ustadz Hanafi.


Ayahanda dari Alamsyah, menjadi penerus perguruan silat yang didirikan keluarganya. Sementara ibunda dari Alamsyah adalah adik sepupu Tuan Malik Abdullah, pemilik Musi Corporation.


Pernah suatu waktu, dikarenakan penasaran Alamsyah bertanya tentang asal muasal munculnya pencak silat kepada Ustadz Hanafi.


Sebagai seorang yang banyak membaca, Ustadz Hanafi mencoba menjelaskan sesuai pengetahuan yang dia miliki.


"Keberadaan bela diri Pencak Silat sudah sangat lama. Pada salah satu relief di Candi Prambanan, ditemukan pahatan yang mirip gerakan teknik bantingan dalam Pencak Silat" kata Ustadz Hanafi menjelaskan.



"Peninggalan arkeologis ini membuktikan, bahwa masyarakat Nusantara telah memiliki ilmu dalam mempertahankan diri selama lebih dari 1.000 tahun" ujar Ustadz Hanafi.


"Hal ini dikarenakan keberadaan Candi Prambanan telah ada sejak abad ke-9 Masehi" ucap Ustadz Hanafi menambahkan.


"Kalau begitu, awal mula Pecak Silat dari daerah mana, Kak Nafi" tanya Alamsyah dengan suasana non formal.


Sebab kalau suasananya formal, Alamsyah biasanya memanggil Ustadz Hanafi dengan panggilan bapak direktur atau bapak pimpinan.


"Pembahasan tentang asal muasal Silat, ada dalam buku “Pencak Silat Merentang Waktu” karya O’ong Maryonose" kata Ustadz Hanafi sambil melihat catatannya di hand phone.


"Di dalam buku tersebut, dikatakan bahwa telah ada penyebaran silat di kepulauan Riau pada sekitar abad ke-7 masehi" ucap Ustadz Hanafi lagi.


"Kemudian setelah itu, pencak silat berkembang sesuai dengan kebutuhan dan ekspresi masyarakat pendukungnya" ujar Ustadz Hanafi mengakhiri jawabannya.

__ADS_1


__ADS_2