Ustadz Hanafi, Jadi CEO Perusahaan

Ustadz Hanafi, Jadi CEO Perusahaan
Oleh-Oleh Dari Palembang


__ADS_3

Setiba di bandara terbang Brunei Darussalam, Putri Aziza dijemput beberapa orang staff yang berasal dari Mahkota Group, sebuah jaringan usaha milik keluarga Putri Dayang Mariam.


Mereka langsung menuju ke sebuah apartemen yang lokasinya berada di tengah Kota Bandar Sri Begawan.


Fly Car yang ditumpangi Putri Aziza mendarat di puncak sebuah gedung dengan 50 lantai, yang merupakan kantor pusat dari jaringan perusahaan terbesar di Asia Tenggara, Mahkota Group.



Pemakaian Fly Car di Kota Bandar Sri Begawan tidak sepadat di Kota Jakarta. Selain itu, pemerintah setempat sangat disiplin mengatur jadwal terbang.


Hal inilah yang membuat, penggunaan Fly Car di Bandara Sri Bagawan relatif masih aman, dan tidak rawan mengalami kecelakaan seperti daerah lain.


Dari atap Gedung yang juga berfungsi sebagai landasan Fly Car, Putri Aziza diantar beberapa staff perusahaan menuju lantai 19, yang merupakan kediaman keluarga pemilik perusahaan.


Sesampai di lantai 19, setelah melalui pemeriksaan barang-barang yang di bawa, Putri Aziza diperkenankan masuk ke ruang utama.


Di dalam ruang utama, sudah menunggu Putri Dayang Mariam. Ketika melihat sahabatnya itu, Putri Aziza langsung merangkul untuk melepaskan kangennya.


Putri Azizah sudah cukup lama tidak berjumpa langsung dengan Putri Dayang Mariam, keduanya selama ini hanya saling berkomunikasi lewat telepon atau hologram.


Selanjutnya, Putri Aziza diantar Putri Dayang Mariam ke sebuah kamar. Di kamar tersebut, nampak seorang wanita setengah baya sedang duduk di sebuah sofa.


Putri Aziza langsung mencium tangan wanita tersebut, seperti layaknya anak-anak melayu kepada orang yang dituakan. Wanita ini tidak lain adalah Putri Dayang Delima, ibunda dari Putri Dayang Mariam.


Putri Dayang Delima saat ini sedang dalam perawatan, dirinya sempat mengalami sesak nafas karena ada gangguan pada organ paru parunya.


Putri Aziza mengeluarkan sebuah bingkisan, dan menyerahkan bingkisan itu kepada Putri Dayang Delima.


"Oleh-oleh dari Palembang, bunda..." kata Putri Aziza.


"Pindang Patin, kesukaan bunda" ujar Putri Dayang Delima sambil tersenyum.


"Alhamdulillah... pagi-pagi sudah dapat rezeki" ucap Putri Dayang Delima, sambil meminta staffnya memindahkan ke dalam sebuah piring.


Di tahun 2046, telah ada teknologi pemaketan makanan. Sehingga dengan teknologi ini, makanan yang sudah di masak 6 jam yang lalu akan terasa seperti baru di masak.


Pemaketan ini juga menggunakan kotak kedap udara, jadi baunya tidak akan mengganggu orang lain meski dibawa dalam penerbangan udara.


Setelah pindang patin tersebut, tersaji di atas piring, nampak Putri Dayang Delima mencoba untuk mencicipinya.


"Pindang Patin Khas Pegagan" kata Putri Dayang Delima.


"Wah... bunda kok bisa tahu" ujar Putri Aziza agak kaget.


"Pindang Pegagan kuahnya agak kental dan ada rasa asam manis yang khas" ucap Putri Dayang Delima.


"Apalagi di sini ada pendamping sambal kemang, yang merupakan salah satu ciri khasnya" ujar Putri Dayang Delima lagi.

__ADS_1


Putri Dayang Delima, mungkin bisa dikatakan sudah sangat mengerti dengan karakter beragam jenis pindang yang berasal dari Palembang (Sumatera Selatan).


Hampir setiap pekan, dia meminta staff dari cabang Mahkota Group di Palembang, untuk mengirim masakan ini ke Brunei Darussalam.


Kesukaannya pada masakan pindang, sudah sejak ia masih kecil, yakni saat ayahnya bertugas di Palembang sebagai seorang PNS. Sesudah bertugas di Palembang, sang ayah kemudian pindah tugas ke tanah kelahirannya di Kepulauan Maluku.


Setelah ngobrol beberapa saat dengan sang bunda, Putri Dayang Mariam mengajak Putri Aziza ke ruang kerjanya.


Di ruang kerjanya itu, Putri Dayang Mariam memperlihatkan beberapa proyek yang sedang dia lakukan, termasuk proyek mengembangkan potensi kemaritiman yang digagasnya bersama Ustadz Hanafi.


Putri Aziza sepertinya tertarik untuk bergabung dengan proyek Putri Dayang Mariam dan Ustadz Hanafi tersebut. Dia meminta agar diberi proposal kerjasamanya jika proyek tersebut akan berjalan.


Di tengah obrolan yang sedang berlansung, Putri Aziza memperlihatkan instagram milik Ustadzah Halimah kepada Putri Dayang Mariam.


Ustadzah Halimah baru saja mengunggah foto ibunya yang sedang berbicara dengan Bunda Aisyah, ibundanya Ustadz Hanafi. Ustadzah Halimah memberi caption "Pertemuan Tidak Terduga".


Nampak ada komentar dari Hafsah, dia menulis "Kandidat Terkuat" ditambah emoji orang tertawa dan emoji patah hati.


Melihat itu, Putri Aziza dan Putri Dayang Mariam hanya tertawa geli. Putri Aziza kemudian menambah komentar, "ehemm ehemm... with Mariam" lalu ditambah emoji orang yang sedang berpikir.


*******


Menjenguk Orang Sakit


Dalam kesibukan pekerjaannya sehari-hari, Putri Aziza masih menyempatkan diri untuk menjeguk ibu dari sahabatnya yang sedang mengalami sakit.



Saat menjenguk orang sakit, ada beberapa adab yang perlu diperhatikan, antara lain.



Mendoakannya



Saat kita menjenguk orang sakit, maka doakanlah kesembuhan baginya agar ia dapat kembali beraktivitas. Dan hal Ini merupakan adab yang paling utama ketika menjenguk orang yang sakit.



Memberikan semangat



Hendaknya saat menjenguk orang sakit, kita berikan semangat kepadanya. Dengan memberikan semangat maka dia akan selalu berpikir positif dan terus berusaha agar bisa sembuh.


__ADS_1


Menunjukkan kepedulian



Saat menjenguk orang sakit, maka tunjukkan bahwa kita benar-benar peduli pada kondisinya. Tanyakan kepadanya tentang perkembangan kesehatan dan hal lainnya untuk menunjukkan simpati kepadanya.



Memberikan yang diinginkan



Hal seperti ini pernah ditunjukkan oleh Rasulullah. Pada kitab Sunan Ibn Majah menceritakan bahwa Rasulullah pernah menjenguk seorang lelaki kemudian beliau bertanya, “Apakah engkau menginginkan sesuatu? Mau kue?” lelaki itu menjawab “Ya”. Rasul pun mencarikan kue untuknya.



Melarangnya berharap kematian



Beberapa orang yang sakit terkadang lebih mudah mengalami putus asa sehingga lebih mengharapkan kematian datang menjemput. Namun sebaiknya kita berikan nasihat untuk tidak menyerah dan berharap pada kematian.



Menasehatinya



Saat kita menjenguk, tentu kita akan mendengar berbagai keluh kesah dari yang sakit. Namun hendaknya kita memberikan nasehat padanya bahwa seluruh rasa sakit yang dirasakan sekarang akan menjadi penebus dosanya di masa lalu.


Hal tersebut berdasarkan kepada sabda Rasulullah.


Dari Ummu Al ‘Ala` ia berkata;


Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam menjengukku sementara aku sedang sakit. Kemudian beliau berkata: “Bergembiralah wahai Ummu Al ‘Ala`, karena sesungguhnya sakit seorang mukmin karena Allah menghilangkan dosa-dosanya sebagaimana api menghilangkan kotoran emas dan perak.” (HR Abu Daud no 2688).



Membawa buah tangan



Sudah selayaknya, saat seseorang datang menjenguk, sebaiknya membawakan juga hadiah atau buah tangan.


Hal ini dikarenakan, saling memberikan hadiah dapat mempererat tali persaudaraan.


Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, tahaadu tahaabbu,

__ADS_1


“Salinglah memberi hadiah, maka kalian akan saling mencintai.” (HR. Bukhari dalam Al-Adab Al-Mufrod, no. 594).


__ADS_2