Ustadz Hanafi, Jadi CEO Perusahaan

Ustadz Hanafi, Jadi CEO Perusahaan
Jum'at Berkah


__ADS_3

Sudah menjadi kebiasaan di Masjid Al Hikmah Musi (AHM) 19, setelah selesai melaksanakan Shalat Subuh berjamaah di hari Jum'at pekan ke 2, mengadakan rapat lengkap pengurus masjid.


Masjid AHM 19 merupakan masjid ke-19 yang dibangun oleh Musi Corporation, masjid ini berada di lantai 10 Komplek Apartemen Musi Jakarta 5.


Dalam kepengurusan Masjid AHM 19, Ustadz Hanafi dipercaya sebagai bendahara, sementara ketua Masjid dijabat oleh Haji Syamsuddin, yang sekaligus juga staff senior di divisi transportasi Musi Corporation.


Selain Ustadz Hanafi, rapat pengurus masjid dihadiri juga oleh Ustadzah Halimah yang menjabat sebagai koordinator kegiatan muslimah.


Ustadz Halimah nampak tidak lagi ditemani oleh ibunya. Sang ibunda setelah acara di Yayasan Amal Musi Corporation, menginap di kediaman kerabatnya yang ada di Jakarta.


Salah satu topik pembahasan adalah evaluasi tabliq akbar yang baru saja diselenggarakan pada hari Ahad, 4 Februari 2046.



Meski dalam acara tabliq akbar tersebut, Ustadz Hanafi tidak hadir karena masih berada di pulau Natuna, namun ia terlibat aktif dalam perencanaan kegiatannya.


Dalam rapat pengurus itu, salah seorang peserta rapat mengusulkan agar kegiatan yang berbarengan dengan tabliq akbar, yakni pasar murah dan berobat gratis, dipindahkan waktu pelaksanaannya.


Pengurus tersebut beralasan, agar jemaah bisa lebih fokus mendengarkan para ulama yang diundang untuk menyampaikan tausiyah.


Namun pengurus lain, menolak usulan ini. Dengan alasan, kegiatan pasar murah dan berobat gratis, salah satu tujuannya untuk memberi daya tarik kepada masyarakat agar datang di acara tabliq akbar.


"Kami kira kedua pendapat ini, ada benarnya" kata Haji Syamsuddin mencoba untuk menengahi.


"Di satu sisi, kita berharap para jamaah bisa lebih fokus mendengarkan ceramah, namun di sisi lain kita juga berharap acara tabliq akbar banyak dihadiri kaum muslimin" ujar Haji Syamsuddin lagi.


Kemudian Haji Syamsuddin diam sebentar, nampak dia berdiskusi dengan Ustadz Hanafi yang duduk disebelahnya.


"Tadi dari Ustadz Hanafi memberi solusi, agar di tata ulang waktu kegiatannya" ucap Haji Syamsuddin setelah berbicara dengan Ustadz Hanafi.


"Jadi pagi hari sebelum pukul 08.00, merupakan sesi pendaftaran peserta berobat gratis dan pembagian kupon diskon untuk pasar murah" kata Haji Syamsuddin melanjutkan.


"Sedangkan antara pukul 08.00 sampai dengan pukul 10.00, merupakan acara tabliq akbarnya. Mereka yang hadir dianjurkan fokus mendengarkan ceramah" ungkap Haji Syamsuddin.


"Baru setelah pukul 10.00, kegiatan pasar murah dan berobat gratis kembali dibuka selesai mendengar tausiyah" ucap Haji Syamsuddin memberi penjelasan.


Nampaknya solusi yang disampaikan Haji Syamsuddin cukup memuaskan kedua pihak yang berbeda pendapat. Keduanya terlihat menganguk-angguk tanda setuju.


Topik lain adalah membahas undangan kementrian agama untuk mengadakan acara bazar bersama di lapangan monas.


Untuk memenuhi undangan tersebut, pihak pengurus masjid menugaskan Ustadzah Halimah berkoordinasi dengan Yayasan Amal Musi Corporation.

__ADS_1


Penugasan ini tentu bukan tanpa alasan, pihak pengurus masjid melihat Ustadzah Halimah memiliki kedekatan secara personal dengan pihak Yayasan. Terlebih lagi setelah dirinya dianggap sebagai salah seorang staff penyelamat perusahaan.


Pada hari jum'at, selain menyelenggarakan jumatan, Masjid AHM 19 bekerja sama dengan Yayasan Amal Musi Corporation membagi-bagikan ribuan paket nasi bungkus untuk masyarakat dhuafa.


Kegiatan ini dimulai pada sekitar pukul 07.00 di halaman terbuka komplek apartemen Musi Jakarta 5, yakni dengan pendirian tenda untuk dapur umum.


Pada sekitar pukul 10.00, paket nasi bungsus sudah siap dibagikan, sebagian diedarkan lewat mobil yayasan, dan ada sebagian lagi dibagikan kepada masyarakat yang datang.


Kegiatan pembagian nasi bungkus ini, di dukung relawan dari kalangan masyarakat sekitar masjid dan baru berakhir menjelang berkumandang adzan shalat jum'at.


Ada sebagian orang yang makan di tempat, setelah mengambil paket nasi bungkus. Untuk mereka ini, pihak panitia menyiapkan ruang khusus untuk menyantap makanan.


Biasanya mereka ini adalah kaum lelaki dewasa. Dan setelah mengkonsumsi makanan, mereka ikut melaksanakan shalat jum'at di Masjid AHM 19.


*******


Fungsi Sosial Masjid


Perlu dipahami Masjid selain merupakan tempat beribadah bagi umat muslim, juga memiliki beberapa fungsi sosial, diantaranya:



Sebagai Tempat Singgah



Pada masa sekarang, di pesantren pesantren, santri-santri sudah dibuatkan asrama yang letaknya tidak jauh dari masjid.


Di beberapa masjid juga ada yang menyiapkan ruang untuk para tamu musafir. Mereka dapat singgah 1-3 malam.



Selama menjadi tamu musafir, pihak pengurus masjid menanggung semua keperluan mereka seperti makan dan minum. Sampai saat sang musafir melanjutkan perjalanan, dan jika diperlukan ditambahkan ongkos perjalanan.


Khusus di masjid AHM 19, menyediakan satu tempat di bagian belakang, untuk para jamaah yang hendak istirahat barang sejenak.



Sebagai Tempat Pengobatan Warga


__ADS_1


Pada masa Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasalalm, biasanya seusai peperangan, para sahabat yang terluka diobati di masjid. Semua tanpa bayar, dan sudah menjadi tanggungan masjid.


Hal ini juga dilakukan oleh Masjid AHM 19, yakni dengan mengadakan pengobatan gratis minimal satu bulan sekali.



Tempat Santunan Kaum Dhuafa



Masjid sudah selayaknya memiliki kepedulian terhadap kaum dhuafa, salah satunya bisa dengan cara mengadakan kegiatan pasar murah secara rutin.


Program pasar murah ini, secara terjadwal diadakan oleh Masjid AHM 19 bersamaan dengan acara tabliq akbar.


Dalam pasar murah tersebut, kaum dhuafa yang sudah mendapatkan kupon, bisa berbelanja sembako dengan diskon hingga 50-80 persen dari harga normal.



Sebaga Tempat Akad Nikah



Pada zaman Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam, masjid sering digunakan sebagai tempat pelaksanaan akad nikah. Banyak pasangan yang memilih untuk melakukan akad nikah di masjid karena kesucian tempat ini.


Dalam program Masjid AHM 19, minimal 6 bulan sekali diadakan acara akad nikah massal. Dimana semua pembiayaan seperti konsumsi dan biaya administasi nikah, ditanggung pihak masjid.



Tempat Perlindungan Warga



Dalam kondisi darurat, seperti terjadinya bencana alam, masjid memiliki peran sosial sebagai tempat perlindungan warga.


Para penduduk yang sedang tertimpa musibah, dipersilahkan untuk tinggal di area masjid. Mereka bisa memanfaatkan fasilitas ruangan dan sarana pendukung, terutama toilet atau kamar mandi.


Fungsi masjid yang terakhir ini, pernah diterapkan Masjid AHM 19 saat warga sekitar komplek apartemen ditimpa musibah kebakaran.


Saat kejadian itu, setidaknya ada sekitar 15 rumah hangus terbakar.


Pihak masjid AHM 19 yang bekerja sama dengan Yayasan Amal Musi Corporation, secara bahu membahu mendirikan kembali rumah yang telah hangus terbakar.

__ADS_1


Sementara korban bencana, untuk sementara dipersilahkan tinggal di area masjid dan memanfaatkan semua fasilitas yang ada.


__ADS_2