Ustadz Hanafi, Jadi CEO Perusahaan

Ustadz Hanafi, Jadi CEO Perusahaan
Skandal Suap - TAMAT


__ADS_3

Hari ini Sabtu 10 Februari 2046 Masehi atau bertepatan dengan tanggal 4 Rabi'ul Akhir 1468 Hijriyah.


Masyarakat Indonesia dilanda kehebohan atas pemberitaan pemecatan salah seorang menteri kabinet. Sang menteri dikabarkan terlibat skandal suap dengan salah seorang pengusaha pertambangan terkemuka.


Terungkapnya skandal suap ini berawal dari tertangkapnya salah seorang staff menteri tersebut, ketika akan melakukan transaksi suap di sebuah cafe.


Selain menangkap tangan dua sosok kunci yakni staff menteri dan sang pengusaha, pihak berwenang juga berhasil menyita beberapa dokumen serta dompet digital sebagai alat trasaksi.


Dari hasil penyidikan, staff menteri tersebut mengaku bahwa perbuatannya itu atas perintah menteri pertambangan. Dan tujuan penyuapan adalah untuk memperlancar proyek penambangan pasir di Jawa Barat.


Pihak berwenang bergerak cepat, menjelang subuh mereka sudah meluncur ke kediaman Menteri Pertambangan untuk melakukan penangkapan.


Sementara kantor kementerian di pasang police line untuk mengamankan tempat kejadian perkara (TKP).


Beberapa tenaga ahli didatangkan oleh pihak penyidik ke gedung kantor pusat kementerian pertambangan, dan sebagian lagi ada yang melakukan penyidikan di rumah dinas sang menteri.


Mereka bertugas untuk membantu pihak penyidik untuk mengungkap aktor-aktor di balik layar yang terlibat dalam skandal suap menteri pertambangan.



*******


Hari ini Ahad 11 Februari 2046 Masehi atau bertepatan dengan tanggal 5 Rabi'ul Akhir 1468 Hijriyah.


Hasil penemuan pihak penyidik di kantor pusat perusahaan milik sang penguasaha ditemukan Musi Corporation ternyata memiliki sejumlah saham di perusahaan itu.


Berita ini kemudian menjadi heboh, beberapa media. massa mencoba mengkait-kaitkan skandal suap ini dengan pihak direksi Musi Corporation.


Menanggapi isu panas ini, Rasyid Abdullah selaku pimpinan divisi energi Musi Corporation mengungkapkan bahwa keterlibatan Musi Corporation di perusahaan itu terkait kerjasama mereka mengelola tambang emas, dan bukan tambang pasir.


Pihak Musi Corporation, melalui penasehat hukumnya menunjukkan beberapa dokumen kerjasama pertambangan emas di wilayah sumatera.


Kerjasama pertambangan emas itu sendiri sudah berakhir 6 bulan yang lalu, dan saham milik Musi Corporation sedang dalam tahap penjualan ke pihak lain.


Sementara itu, dari hasil penyidikan di rumah dinas menteri pertambangan, ditemukan aliran dana yang cukup besar dari Musi Corporation ke rekening pribadi Menteri Pertambangan.


Isu ini lagi-lagi dikaitkan dengan keberadaan saham Musi Corporation di perusahaan tersangka oleh beberapa pihak media massa.


Musi Corporation menurut media massa itu, diduga menggunakan tangan tersangka untuk menyuap pihak kementerian, dengan tujuan memperlancar kegiatan usahanya.


Pihak Musi Corporation melalui pimpinan sementara divisi trasnportasi Mahmud Abdullah, membantah isu tidak sedap itu.


Menurut Mahmud Abdullah, dana yang di transfer ke rekening pribadi Sang Menteri adalah sukses fee penjualan Fly Car.

__ADS_1


Pemberian sukses fee ini dikarenakan Sang Menteri ikut membantu penjualan sekitar 200 Fly Car ke beberapa perusahaan di bidang pertambangan.


Pihak penasehat hukum Musi Corporation juga buka suara. Menurut mereka tidak logis Musi Corporation sampai mempertaruhkan nama baiknya, hanya demi sebuah proyek pertambangan pasir.


Pihak-pihak yang mencoba menghubungkan Musi Corporation dengan kasus suap di kementrian pertambangan sangat aneh dan mengada-ada.


Meski sudah ditampilkan beberapa dokumen, nampaknya pihak penyidik tidak begitu saja mempercayai keterangan penasehat hukum dan kedua pimpinan Musi Corporation itu.


Pihak penyidik menghubungi pihak imigrasi agar mencekal Rasyid Abdullah dan Mahmud Abdullah berpergian ke luar negeri.


Pencekalan kedua pejabat teras Musi Corporation ini kemudian menjadi "gorengan" media massa. Beberapa media menulis pencekalan tersebut sebagai bukti keduanya terlibat dalam kasus skandal suap.


*******


Hari ini Senin 12 Februari 2046 Masehi atau bertepatan dengan tanggal 6 Rabi'ul Akhir 1468 Hijriyah.


Tuan Malik Abdullah selaku Presiden Direktur Musi Corporation mengumpulkan semua pejabat teras dan staff senior yang ada di perusahaannya.



"Dalam 2 hari ini perusahaan kita tertimpa masalah yang cukup besar. Beberapa pimpinan perusahaan harus berurusan dengan pihak berwajib, dan dituduh telah melakukan skandal suap" kata Tuan Malik Abdullah membuka pertemuan pada saat itu.


"Kita percaya, para pimpinan kita tersebut tidak.bersalah, namun pemberitaan tentang keterlibatan mereka sangat gencar terjadi di media massa. Hal ini tidak bisa kita biarkan, kita harus cepat bertindak, sebelum rasa kepercayaan masyarakat terhadap Musi Corporation semakin berkurang" ujar Tuan Malik Abdullah bersemangat.


"Semua divisi akan kita lebur dan dalam operasional pekerjaannya akan dikoordinir oleh satu dewan eksekutif" ucap Tuan Malik Abdullah.


Kemudian Tuan Malik Abdullah diam sebentar. Nampak dia membuka beberapa catatan yang ada di atas meja kerjanya.


"Dewan eksekutif terdiri dari 19 staff, yang berisikan para senior pegawai dan tenaga ahli yang mumpuni. Dewan eksekutif ini akan menjadi CEO tunggal perusahaan" kata Tuan Malik Abdullah meneruskan pemaparannya.


"Saya pribadi akan mengundurkan diri sebagai Presiden Direktur, dan hanya menjabat sebagai Presiden Komisaris sekaligus Ketua Dewan Penasehat" ucap Tuan Malik Abdullah.


"Sedangkan untuk Ketua Dewan Eksekutif saya menunjuk Tuan Idris Kamil, sedangkan sebagai wakilnya saya menunjuk Tuan Hanafi Covidra" ungkap Tuan Malik Abdullah mengumumkan penggantinya, yang tidak lain anak-anaknya sendiri.


"Mungkin ini dulu saya sampaikan, saya persilahkan kepada peserta rapat untuk menggangkat tangan jika ada masukan atau usulan" kata Tuan Malik Abdullah menurup sementara paparannya.


Suasana rapat menjadi hening, para pimpinan teras dan staff senior seolah terdiam tidak berani berkata-kata.


Tiba-tiba salah seorang staff senior Musi Corporation mengangkat tanganya.


"Ijin bicara pimpinan" kata staff senior tersebut.


"Ohh... silahkan Tuan Haji Sulaiman" kata Tuan Malik Abdullah.

__ADS_1


Haji Sulaiman merupakan sosok yang dianggap sebagai staff yang paling senior di perusahaan Musi Corporation.


Dia sudah bergabung dengan perusahaan, saat Musi Corporation masih dalam tahap awal perkembangan.


"Terima kasih atas kesempatannya" ujar Haji Sulaiman memulai paparannya.


"Saya pribadi sangat setuju dengan solusi yang disampaikan pimpinan untuk segera membentuk dewan eksekutif. Dengan adanya dewan tersebut diharapkan nantinya kinerja perusahaan akan semakin efektif" kata Haji Sulaiman melanjutkan.


"Namun masalah penunjukkan ketua dewan eksekutif, saya mohon untuk dipikirkan lagi" ucap Haji Sulaiman.


Suasana rapat menjadi agak tegang, para peserta rapat terlihat kaget Haji Sulaiman menolak penunjukkan Idris Kamil sebagai CEO Perusahaan.


"Hadirin sekalian, Tuan Idris Kamil saya akui memiliki keahlian dan keterampilan dalam manajemen, namun perlu diingat saat ini beliau sedang mengurusi food estate yang bekerjasama dengan kementerian pertanian" Haji Sulaiman mencoba menjelaskan.


"Hadirin sekalian, perusahaan kita saat ini sedang difirnah, ada tangan-tangan jahat yang coba menghancurkan perusahaan melalui proyek-proyek kerjasama dengan pihak pemerintah" kata Haji Sulaiman dengan suara bergetar.


"Saya khawatir, jika Tuan Idris Kamil diangkat sebagai CEO tunggal perusahaan, beliau akan menjadi sasaran tembak selanjutnya" nampak muka Haji Sulaiman memerah, tanda sedang menahan amarahnya.


"Oleh karenanya, saya mengusulkan Tuan Idris Kamil untuk sementara berada di belakang layar dulu, mungkin di dewan komisaris atau lainnya" ucap Haji Sulaiman.


"Dalam kesempatan ini, saya mengusulkan agar CEO tunggal perusahaan dijabat oleh Tuan Hanafi Covidra. Memang beliau masih belum banyak pengalaman, namun dengan didampingi 19 anggota dewan eksekutif, mudah-mudahan dapat membantunya saat bertugas nanti" ungkap Haji Sulaiman mengakhiri pemaparannya.


Setelah mendengar pemaparan dari staff seniornya itu, Tuan Malik Abdullah meminta waktu sebentar kepada peserta rapat untuk membahas usulan Haji Sulaiman tersebut.


Tuan Malik Abdullah kemudian memanggil kedua anaknya Tuan Idris dan Tuan Hanafi. Mereka bertiga nampak berbicara serius beberapa saat.


"Peserta rapat sekalian, usulan Tuan Haji Sulaiman memang sangat logis. Oleh karena itu, Tuan Idris Kamil akan dipercaya sebagai ketua Dewan Pengawas, sementara CEO tunggal perusahaan diamanahkan kepada Tuan Hanafi Covidra" kata Tuan Malik Sulaiman menyampaikan keputusannya.


Serah terima kepemimpinan eksekutif Musi Corporation dilakukan pada hari ini juga. Pelaksanaannya dilakukan, selepas peserta rapat menunaikan Shalat Dzuhur berjamaah.


Pada hari ini, resmi Ustadz Hanafi diangkat menjadi CEO tunggal Musi Corporation, dan tentunya dibantu jajaran tenaga ahlinya, yakni 19 anggota dewan eksekutif.


CATATAN:


Kisah novel "Ustadz Hanafi, Jadi CEO Perusahaan" mungkin akan berakhir sampai di sini.


Bagaimana tindakan Ustadz Hanafi setelah diangkat sebagai CEO? Apakah dia mampu mengembalikan nama baik perusahaan?


Untuk kisah lanjutannya, pihak penulis sepertinya membutuhkan waktu untuk melakukan observasi.


Terima kasih sudah membaca novel sederhana ini.


TAMAT

__ADS_1


__ADS_2