
Mari kita tinggalkan sejenak Putri Aziza yang sedang sibuk menyusun buku dari hasil penelitian yang dilakukannya.
Kita beralih sebentar dengan Hafsah, yang sedang mempersiapkan pengembangan resto miliknya "Warung Hafsah anak Betawi".
Sejak Putri Aziza mengungkapkan berminat untuk berinvestasi, Hafsah telah menghubungi beberapa agent properti untuk persiapan pembukaan cabang restonya di berbagai daerah.
Dalam rencananya untuk tahap awal, "Warung Hafsah anak Betawi" akan di buka di 7 Kota yakni Pekan Baru, Palembang, Bandung, Semarang, Surabaya, Makassar dan Banjarmasin.
Sementara di Jakarta, cabang "Warung Hafsah anak Betawi" sudah berjumlah 15 buah, sehingga untuk pengembangannya sudah mencukupi.
Ketertarikan Putri Aziza untuk berinveatasi di usaha resto miliknya, merupakan satu keberkahan tersendiri. Dan selama ini, Hafsah bercita-cita untuk mengembangkan "Warung Hafsah anak Betawi" ke level nasional.
Saat Hafsah bertanya kepada Putri Aziza mengapa dirinya tertarik berinvestasi, Putri Aziza beralasan hal itu di dorong kecintaannya kepada budaya Indonesia.
Namun meski tidak diucapkan, Hafsah tahu bukan hanya itu alasan Putri Aziza. Hafsah yakin Putri Aziza sedang berupaya membangun jaringan bisnisnya di Indonesia.
Selama ini, yang paling gontol membangun jaringan bisnis di Indonesia adalah Putri Dayang Mariam sahabat dekat Putri Aziza. Namun bedanya jika Putri Dayang Mariam memilih brand Internasional, Putri Aziza lebih tertarik dengan produk lokal.
Mengapa keduanya sedemikian bersemangat membangun jaringan bisnis di Indonesia?
Jawabnya tidak lain, agar mereka mendapat jalan untuk bisa semakin mendekat dengan Sang CEO Musi Corporation, Ustadz Hanafi.
Meski Hafsah tidak se-kaya kedua Putri Kerajaan itu, namun Hafsah masih tetap percaya diri bahwa kelak dirinya yang bakal dipilih Sang CEO.
Secara pribadi Hafsah mendapat dukungan dari Nadia, saudara sepupu Ustadz Hanafi. Selain itu dukungan juga datang dari Ibunda Ustadz Hanafi yakni Bunda Aisyah, yang merupakan sahabat dari ibunya.
Hafsah sebetulnya lebih khawatir dengan sosok Ustadzah Halimah. Selain cantik, Ustadzah Halimah seorang Hafidzah yang belum mampu dia saingi hafalannya.
Andaikan Ustadz Hanafi memilih istri berdasarkan jumlah hafalan al qur'an, Ustadzah Halimah lah yang bakal terpilih.
Namun Hafsah pantang untuk mundur, dalam kesibukannya dia selalu menambah tingkat hafalan yang saat ini baru mencapai 15 juz. Dia bercita-cita suatu saat bisa menjadi Hafidzah seperti Ustadzah Halimah.
Kembali ke masalah Resto "Warung Hafsah anak Betawi", dalam beberapa hari ini sudah banyak berdatangan penawaran peoperti dari sejumlah agent properti yang dia hubungi.
__ADS_1
"Salamat Pagi Ibu Hafsah, saya Andini dari Palembang, bagaimana penawaran Properti yang kami kirim, apa sudah sampai?" tanya agent properti asal Palembang via telepon.
"Properti yang mana yaa?" Hafsah balik bertanya, karena khusus kota Palembang dia sudah menerima setidaknya 5 penawaran.
"Yang berada di jalan diponegoro bukit kecil ibu..." jawab sang agent.
"Dengan luas tanah 1500 meter per segi" kata sang agent menambahkan.
"Ohh... yaa..ya.. kalau yang itu ketinggian mbak harganya" ujar Hafsah.
Setiap ada penawaran yang sesuai dengan kriteria yang dia cari, Hafsah selalu bertanya dan berkonsultasi dengan sahabatnya Nadia yang berpengalaman di bidang properti.
Nadia mengatakan bahwa properti di jalan diponegoro palembang sangat cocok buat usaha resto, selain lokasinya strategis dan memiliki tanah yang luas, juga rumahnya sangat antik karena peninggalan masa kolonial Belanda.
Namun Nadia mengatakan, harga yang ditawarkan sangat tinggi, jadi tidak sesuai dengan budget yang ditargetkan.
"Kalau masalah harga, masih negosiasi ibu. Yang terpentingn ibu suka dahulu rumahnya. Nanti soal berapa harganya, saya bantu bicara dengan pihak vendor" ucap sang agent memberi pengertian.
"Kalau lokasi dan spesifikasi saya sangat tertarik, tapi terkait harga sangat jauh dari budget kami" kata Hafsah terus terang.
Oke, terima kasih atas konfirmasinya ibu, nanti kami coba berunding dari dengan pihak pemilik" kata agent properti mengakhiri percakapannya.
Selain rumah di jalan diponegoro, masih ada lagi rumah lain yang menurut Nadia cukup bagus yakni di jalan hang tuah talang semut.
Akan tetapi, rumah di jalan hang tuah ini merupakan rumah warisan dan belum di balik nama ke ahli waris.
Menurut Nadia, untuk kondisi seperti itu biayanya akan lebih besar, karena surat kepemilikan harus dibaliknama dulu ke ahli waris, baru kemudian di balik nama lagi ke pihak pembeli.
*******
Masakan Tahun 2046
__ADS_1
Bergerak di bidang usaha resto pada tahun 2046, merupakan tantangan tersendiri bagi Hafsah. Hal ini dikarenakan pada masa itu, perkembangan teknologi memasak sudah sangat maju.
Sekitar 5 tahun yang lalu, masyarakat Indonesia heboh dengan penemuan baru yang mereka sebut sebagai kotak masak ajaib.
Kotak masak ajaib, besarnya seperti lemari es 2 pintu, dan di dalamnya dipenuhi tempat meletakkan bahan makanan. Peralatan ini digerakkan dengan daya listrik yang berasal dari energi surya.
Pada pintu kotak, terdapat beberapa tombol angka yang berfungsi untuk memasukkan kode makanan yang akan kita masak.
Misalnya kita mau masak telur mata sapi, kita tinggal meletakkan telur ditempat yang sudah disediakan dan tentunya minyak sayur untuk menggoreng.
Kemudian kotak kita tutup, lalu menekan tombol 47, sebagai kode masakan telur mata sapi. Kotak masak ajaib langsung bekerja, minyak sayur langsung terprogram masuk ke penggorengan.
Demikian juga telur setelah dipecahkan dengan alat pemecah di dalam kotak masak, langsung masuk ke penggorengan.
Lama masa penggorengan, suhu serta komposisi jumlah minyak goreng semua terukur, dan setelah jadi telur mata sapi hasilnya langsung masuk ke tempat yang sudah tersedia.
Kotak masak ajaib, kemudian memberi alarm yang menandakan masakan sudah masak. Kotak masak dibuka dan telah ada telur mata sapi yang siap disantap.
Beraneka masakan bisa dibuat di dalam kotak masak ajaib, seperti sayur sop, sayur lodeh, sayur asam, rujak, gado-gado, mie goreng dan lain sebagainya.
Seseorang tinggal meletakkan bahan masakannya, kemudian menekan kode masakan yang akan dibuat. Kotak masak ajaib akan bekerja, sesuai dengan program masakan yang diinginkan.
Bukan hanya masakan, kotak masak ajaib ini juga bisa diprogram untuk beragam minuman dari yang sederhana seperti teh manis, kopi susu sampai minuman jamu-jumuan, bandrek dan lain-lain.
Meski menjadi lebih praktis, namun di sisi lain, penemuan teknologi ini menghasilkan masakan dengan rasa yang standard.
Hal ini dikarenakan semua bumbu berasal dari bumbu bubuk instant dan cara pembuatannya menggunakan teknik memasak yang mirip dan terprogram.
Gado-gado yang dimasak dan diolah dengan mesin, tentu berbeda dengan yang dibuat dengan memakai peralatan tradisional dan menggunakan bumbu yang di uleg sendiri oleh pembuatnya.
Di sinilah kelebihan dari "Warung Hafsah anak Betawi". Para koki masakan diupayakan menggunakan seminimal mungkin bantuan mesin saat memasak makanan.
Memang terasa lebih repot, namun cita rasa tradisionalnya akan timbul jika kita menyantap masakan buatan dari resto milik Hafsah ini.
__ADS_1
Resto "Warung Hafsah anak Betawi" hanya menggunakan mesin dalam bentuk robot sebagai pengantar makanan. Sementara masakannya mereka upayakan dibuat dengan cara-cara tradisional.