
Dalam beberapa pekan ini, Putri Dayang Mariam dihinggapi rasa cemas. Kecemasan ini terjadi diakibatkan manuver dari beberapa sahabatnya dengan tujuan mencari perhatian perhatian Ustadz Hanafi.
Manuver yang paling ketara adalah yang dilakukan Putri Aziza dari Tunisia. Aktivitas Putri Aziza yang melakukan penelitian, hingga menginap di Pesantren Al Mansyur milik keluarga Ustadz Hanafi bagi Putri Dayang Mariam bertujuan ganda.
Putri Aziza tidak saja sedang melakukan penelitian, tetapi juga sedang berupaya mendekati kaum kerabat Ustadz Hanafi di Surabaya. Apalagi kemudian Putri Aziza menyumbang dana yang cukup besar bagi membantu pengembangan program-program pondok pesantren.
Manuver lainnya berasal dari Ustadzah Halimah. Keberhasilannya memasarkan Fly Car di Jazirah Arab, sehingga berhasil menyelamatkan keuangan Musi Corporation, membuat Ustadzah Halimah semakin dikenal di mata keluarga besar Ustadz Hanafi.
Belum lagi dukungan dari kalangan ibu-ibu pengajian di Masjid AHM 19 kepada Ustadzah Halimah, semakin membuat khawatir Putri Dayang Mariam bakal kehilangan pujaan hatinya.
Sementara sosok saingannya yang lain yakni Hafsah sudah mulai mendekati kaum kerabat Ustadz Hanafi di Palembang. Bagi Putri Dayang Mariam, kegigihan Hafsah untuk mendirikan cabang "Warung Hafsah anak Betawi" di Palembang tujuaannya bukan sekedar bisnis semata.
Apalagi Putri Dayang Mariam mendengar, Hafsah sedang mengincar rumah di sekitaran daerah talang semut, yang lokasinya tidak jauh dari kediaman keluarga besar Ustadz Hanafi yang berada di Palembang.
Dan yang membuat kesal Putri Dayang Mariam, justru namanya yang paling banyak digosipkan dekat dengan Ustadz Hanafi di media massa. Padahal faktanya, para saingannya semakin mendekat, sementara dirinya sendiri lebih banyak disibukkan dengan aktivitas bisnis keluarganya.
Gencarnya pemberitaan terkait percintaan antara Putri Dayang Mariam dengan Ustadz Hanafi, telah membuat keluarga Putri Dayang Mariam di Brunei percaya, bahwa Sang Putri tidak lama lagi bakal dilamar salah seorang CEO Musi Corporation.
Di lain sisi, pemberitaan di media massa sebetulnya juga menguntungkan pihak Putri Dayang Mariam. Setidaknya masyarakat umum lebih mengenal Sang Putri sebagai satu-satunya "teman dekat" Ustadz Hanafi.
Putri Dayang Mariam juga sedang berupaya menemukan kegiatan apa yang bisa dia lakukan bersama Ustadz Hanafi, selain keterlibatan mereka berdua dalam manajemen PT. Agro Utama.
Salah satu alternatif adalah mengembangkan sumber daya kemaritiman yang ada di Indonesia. Dan ide ini muncul setelah tim ahli Putri Dayang Mariam melakukan riset selama berbulan-bulan.
Potensi maritim di Indonesia sangat besar, hal ini dikarenakan 2/3 wilayah Indonesia merupakan wilayah lautan. Hal ini yang menyebabkan Indonesia menjadi negara kepulauan terbesar di dunia.
Dengan luas laut yang begitu besar terdiri dari luas perairan nusantara 3,1 juta km2 ditambah dengan luas kawasan Zone Ekonomi Eksklusif seluas 2,7 juta km2, maka total luas perairan Indonesia mencapai sekitar 5,8 km2.
__ADS_1
Imdonesia juga memiliki panjang garis pantai kurang lebih sekitar 81.000 km, serta terdapat gugusan pulau sebanyak 17.508 pulau.
Potensi sumber daya perikanan lautnya sangat besar dan tersebar di 11 wilayah pengelolaan perikanan, dengan potensi pemanfaatan lestari mencapai sebesar 9,93 juta ton per tahun.
Dalam beberapa kali kesempatan, upaya untuk pengembangan potensi kelautan ini sempat dibicarakan Putri Dayang Mariam dengan Ustadz Hanafi. Dan respon Ustadz Hanafi sangat positif, dan dia siap membantu jika sewaktu-waktu diperlukan.
Pihak Putri Dayang Mariam, sedang mengkaji secara serius terkait potensi kemaritiman Indonesia ini.
Putri Dayang Mariam berharap, usahanya ini dapat menghasilkan keuntungan yang melimpah sekaligus juga membuka peluang baginya untuk bisa lebih dekat dengan Ustadz Hanafi.
*******
Penolong Kaum Dhuafa
Seperti yang telah dibahas sebelumnya, Putri Dayang Mariam merupakan anak sulung dari Tuan Pangiran Abdul Jalil, salah seorang dari 5 pengusaha terkaya di benua Asia.
Seusai menyelesaikan pendidikannya, Putri Dayang Mariam mendapat kepercayaan untuk mengelola beberapa perusahaan milik keluarganya.
Bagi Putri Dayang Mariam, Indonesia merupakan bagian dari dirinya. Hal ini dikarenakan, ibundanya yang bernama Putri Dayang Delima berasal dari keluarga bangsawan di Ternate Maluku.
Sudah berkali-kali Putri Dayang Mariam diajak ibunya berkunjung ke Ternate. Di sana mereka memiliki Yayasan Sosial yang di beri nama Yayasan Amal Putri Mariam dan bergerak membantu kehidupan kaum dhuafa.
Yayasan Amal Putri Mariam juga menyiapkan bea siswa bagi putra putri pilihan Masyarakat Ternate yang akan melanjutkan studinya di luar negeri.
Melalui Yayasan Amalnya, Putri Dayang Mariam juga memberi bantuan peralatan menangkap ikan modern. Bantuan diberikan kepada beberapa kelompok nelayan yang hidup di pesisir pantai kepulauan maluku.
Putri Dayang Mariam bercita-cita membangun Pusat Industri Maritim di Ternate. Keinginannya tersebut sedang dia persiapkan bersama timnya dan rencananya juga akan melibatkan Ustadz Hanafi.
Bagi Putri Dayang Mariam, memberi peluang untuk seseorang mendapat pekerjaan jauh lebih baik daripada sekedar memberi bantuan sembako.
__ADS_1
Hal ini berdasarkan tauladan yang diajarkan Rasulullah. Sebagaimana terdapat dalam kisah berikut.
Pada suatu hari ada seseorang datang meminta-minta kepada Rasulullah. Melihat kehadiran pengemis itu, Rasulullah bertanya, "Apakah kamu memiliki sesuatu di rumahmu?"
Orang tersebut menjawab, "saya mempunyai pakaian yang biasa dipakai sehari-hari dan sebuah cangkir."
Kemudian Rasulullah berkata, "Ambil dan serahkan kepada saya"
Pengemis itu lalu bergegas pulang dan kembali dengan membawa cangkir.
Rasulullah kemudian menawarkan cangkir itu kepada para sahabat, dan salah seorang sahabatnya bersedia membeli dengan harga dua dirham.
Rasulullah kemudian memberikan dua dirham itu kepada orang itu. Rasulullah mengharapkan agar uang itu digunakan untuk membeli makanan buat keluarganya, dan sisanya dipakai untuk membeli kapak.
Rasulullah berkata, "carilah kayu yang banyak dengan kapak itu dan juallah, selama dua minggu ini aku tidak ingin melihatmu."
Setelah dua minggu, orang itu datang kembali menghadap Rasulullah, tapi tidak untuk mengemis.
Dia datang dengan membawa uang 10 dirham hasil dari berjualan kayu. Rasulullah kemudian menyuruhnya untuk membeli pakaian dan makanan untuk keluarganya.
Rasulullah kemudian berkata, "Hal ini lebih baik bagi kamu, karena meminta-minta hanya akan membuat noda di wajahmu di akhirat nanti."
"Tidak layak bagi seseorang meminta-minta kecuali dalam tiga hal, fakir miskin yang benar-benar tidak mempunyai sesuatu, utang yang tidak bisa terbayar, dan penyakit yang membuat seseorang tidak bisa berusaha."
Kisah inilah yang mengispirasi Putri Dayang Mariam, untuk selalu berupaya membantu kehidupan kaum dhuafa.
Bahkan di dalam Al qur'an, menafkahkan harta buat kebaikan merupakan ciri dari orang bertakwa sebagaimana firmanNYA.
"Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa."
__ADS_1
“(yaitu) orang-orang yang menafkahkan (hartanya), baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan (kesalahan) orang. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan.”
(QS Ali Imran ayat 133-134).