Various Kinds of Stories

Various Kinds of Stories
Dari Benci Menjadi Suka - Dian


__ADS_3

Lero adalah seoarang siswa kelas X IPS. Lero merupakan siswa yang paling tidak pandai mata pelajaran matematika dari seluruh murid yang ada dikelas X IPS tersebut. Setiap ulangan matematika dia tidak pernah tuntas dan dia juga merupakan murid yang mempunyai nilai matematika terendah di kelasnya. Suatu ketika Lero ditanya oleh teman sebangkunya yaitu Fahmi. Saat itu mereka sedang berbicara di dalam kelasnya yaitu ditempat duduknya.


“Lero,mengapa nilai matematika kamu selalu rendah?”tanya Fahmi.


“Ah biasa,aku malas belajar aja,”ujar Lero.


“Kamu ni,kalau ditanya gitu terus jawaban mu,”kata Fahmi.


“Memang fakta nya malas,”kata Lero.


“Kamu ini,bentar lagi kita udah mau ulangan kenaikan kelas, coba kamu tingkatkan belajar


kamu,”kata Fahmi.


“Ah,”kata Lero sambil berdiri dan menuju keluar kelas.


“Dasar Lero,di kasih tau malah pergi,”kata Fahmi bicara sendiri.


Setelah itu Lero pun berjalan menuju kantin, hari ini dia sendirian ke kantin,biasanya iya


bersama temannya yaitu Fahmi,tetapi hari ini ia tidak bersama Fahmi.Saat Lero berjalan


untuk menuju kantin,tiba-tiba Lero dipanggil dari belakang oleh seseorang.


“Lero....!”teriak orang itu.


Lero pun menoleh kebelakang,ternyata guru matematikanya yaitu pak Herdap.


“Iya pak,ada apa?”tanya Lero.


“Kamu sini,bapak mau bicara sama kamu,”kata pak Herdap.


Lero pun menghampiri pak Herdap.


“Lalu,Bapak mau apa?”tanya Lero.


“Ayo ikut Bapak ke kantor,”kata pak Herdap.


“Mau apa Pak?”tanya Lero lagi.


“Ikut Bapak aja,”kata pak Herdap.


Lero pun mengikuti pak Herdap menuju kantor,setelah sampai di kantor pak Herdap pun duduk di kursi.


“Lero,silahkan duduk,”kata pak Herdap.


Lero pun duduk dikursi.


“Terus Pak,mau apa,”tanya Lero lagi.


“Bapak mau nanya,mengapa nilai matematika kamu selalu rendah?”tanya pak Herdap.


“Bapak ni,sama saja sama Fahmi selalu nanya gitu,coba tanya siswa atau siswi yang lain pak nilai mereka ada juga yang rendah kok,bukan aku sendiri punya nilai rendah,”kata Lero.


“Bukan gitu Lero,teman-teman kamu memang banyak punya nilai rendah seperti kamu, tetapi mereka rajin masuk sekolah sedangkan kamu Lero,kamu itu malas masuk sekolah dan kamu juga pelawan sama guru-guru yang ada disini, guru-guru di sini sudah mengadu tentang kamu. Kamu sadar gak,kamu masuk dipelajaran Bapak hanya 2 kali dalam 1 bulan,”kata pak Herdap.


Lero pun hanya terdiam,saat apa yang telah dikatakan pak Herdap.Dia pun tak bicara apapun.


“Terus,apa kamu mau mengubah cara belajar kamu dan tingkah laku kamu?”tanya pak


Herdap.


Lero pun langsung keluar dari ruang kantor tersebut dan menuju ke kelasnya,sesampai di


dalam kelas Lero pun membanting tas nya ke papan tulis,teman-temannya pun heran dengan tingkah laku Lero,mereka tak berani mendekati Lero,tetapi ada teman sebangku nya yang berani mendekatinya, Fahmi (Teman sebangku Lero) pun mendekati Lero,dan bertanya ada apa dengan Lero.


“Lero,kamu kenapa?”tanya Fahmi


“Pergi kamu dari sini!”kata Lero dengan marah.


Fahmi pun menjauh dari Lero,setelah itu Lero pun mengambil tas nya dan langsung berjalan keluar kelas nya,Fahmi pun mengejar teman nya itu.


“Lero,,kamu mau kemana?tanya fahmi.


“Aku mau pulang,pusing aku disini,”kata Lero.


“Jangan Lero,nanti kamu di alpa dan masuk BK,”kata Fahmi.


“Ah,biarkan,kembali kamu kesana,”kata Lero dengan marah.


Setelah itu Lero pun berlari dari Fahmi,Lero pun menuju motornya,setelah sampai dimotornya Lero pun langsung pulang. Setelah itu Pak Herdap pun masuk kekelas X IPS kelasnya Lero.


“Ada Lero?”tanya pak Herdap.


“Gak ada pak,Lero bolos,”kata Fahmi teman sebangkunya Lero.


“Bolos.....?”tanya pak Herdap lagi.


“Iya pak,”kata Fahmi.


“Fahmi,kamu ikut bapak ke kantor dulu sebentar,”kata pak herdap.


“Siap pak,”kata Fahmi.


Fahmi pun mengikuti pak Herdap kedalam kantor,setelah itu Pak Herdap duduk dikursi.


“Silahkan duduk Fahmi,”kata pak Herdap.


“Baik Pak,”kata Fahmi sambil duduk dikursi.”Terus Pak,ada apa?”tanya Fahmi.


“Fahmi tolong saya,tolong berikan surat ini kepada orangtua nya Lero,”kata pak Herdap.


“Baik Pak,”kata Fahmi.


“Tapi jangan sampai ketahuan oleh Lero ya,”kata pak Herdap.


“Siap pak,”kata Fahmi.


“Baiklah,kamu boleh kembali ke kelas,”kata pak herdap.


“Baik Pak,”kata Fahmi sambil berdiri dari tempat duduknya.


Setelah itu Fahmi pun kembali ke kelas nya.sedangkan Lero sudah sampai dirumah nya.


“Lero,kok cepat sekali kamu pulang hari ini?”tanya ibunya Lero.


“Gak kok bu,”kata Lero.


“Kok enggak sih,oh ibu tau,kamu bolos ya?”tanya ibunya.


Lero pun hanya terdiam,dia pun langsung menuju kedalam kamarnya.Setelah itu Lero pun duduk di kursi yang ada dalam kamarnya tersebut.


“Ah aku bosan sekolah,”kata Lero bicara sendiri.


Tak terasa waktu pun sudah sore,setelah pulang sekolah Fahmi pun langsung kerumah Lero untuk memberikan surat kepada orang tua nya Lero.


“Assalamu’alaikum,”kata Fahmi sambil mengetok pintu rumah Lero.


“Walaikumsallam,”kata Ibunya Lero sambil membuka pintu.”Eh,Fahmi,ada apa ya?”tanya


ibunya Lero.


“Ini bu,ada surat dari sekolah untuk Ibu,”kata Fahmi.


“Oh iya,makasih ya Fahmi,”kata ibunya Lero.


“Iya bu sama-sama,udah ya bu Fahmi mau pulang kerumah dulu,”kata Fahmi.


“Iya Fahmi,”kata ibunya Lero.


Setelah itu Fahmi pun beranjak pulang dari rumah nya Lero.Sedangkan ibunya Lero


membuka surat yang diberikan oleh Fahmi tadi,ibunya Lero langsung membaca surat


tersebut,ibunya Lero pun terkejut saat membaca isi surat tersebut.


Isi suratnya”Assalamu’alaikum Wr...Wb,yang terhormat kepada orang tua nya Lero.Dengan


datangnya surat kami ini,kami ingin orang tau nya Lero besok datang kesekolah jam 9:00


pagi,surat ini memberitahukan kepada orang tua nya Lero,kalau Lero ada masalah


disekolah. Sekian dari kami,kami harap Ibu/Bapaknya Lero harap hadir.Kami akhiri dengan Wassalammualaikum Wr...Wb.” Setelah membaca surat itu ibunya Lero pun langsung menuju kamarnya Lero dan mengetok pintu nya Lero.


“Lero,keluar kamu,”kata ibunya Lero dengan marah.


Lero pun mebuka pintu kamarnya.


“Ada ap sih bu?”tanya Lero.


“Kamu ada buat masalah apa disekolah?” tanya ibunya.


“Gak ada,”kata Lero.


“Ini baca,”kata ibunya Lero sambil memberika surat itu kepada Lero.

__ADS_1


“Ah,”kata Lero sambil mengambil surat itu dan mebuangnya kelantai.


“Lero!”kata ibunya dengan waajah yang marah.


“Gak guna surat itu bu,”kata Lero sambil masuk kekamar nya dan menutu pintu kamarnya.


Ibunya Lero pun terdiam melihat tingkah laku anaknya,ibunya Lero pun sedih melihat tingkah laku Lero, setelah itu ibunya Lero pun langsung meninggalkan kamar nya Lero dan langsung kekamarnya.


Pagi pun tiba, hari ini adalah hari senin,hari ini Lero tidak masuk sekolah,bukan karna sakit


ataupun izin tetapi tidak ada keterangan.Bel masuk sekolah pun berbunyi siswa-siswi bersiapsiap untuk upacara,setelah sekian lama upacara akhirnya upacara selesai, siswa-siswi masuk kekelasnya masing-masing, setelah itu Guru pun masuk kekelas X IPS.


“Assalamu’alaikum,”ujar guru tersebut sambil berjalan masuk ke dalam kelas.


“Walaikumsallam,”jawab murid kelas X IPS.


“Mari di disiapkan dulu Fahmi,”kata pak Herdap kepada Fahmi.


“Sebelum belajar marilah kita membaca doa terlebih dahulu menurut agama dan kepercayaannya masing-masing,berdoa dimulai.


Mereka pun berdoa masing-masing, karena di dalam satu kelas itu banyak yang beda


agama, ada yang Islam, katolik, hindu, buddha dan konghucu.Fahmi merupakan ketua kelas dikelas X IPS.


Setelah itu waktu pun menunjukkan pukul 8:45 pagi,ibunya Lero pun sudah sampai disekolah Lero.


“Assalamu’alaikum,”kata ibunya Lero.


“Walaikumsallam,”kata kepala sekolah.


“Ibunya Lero ya,”kata kepala sekolah.


“Iya bu,”kata Ibu nya Lero.


“Silahkan masuk bu,”kata kepala sekolah.


Ibunya Lero pun masuk kedalam ruang kepala sekolah.


“Silahkan duduk bu,”kata kepala sekolah tersebut kepada ibunya Lero.


Ibu Lero pun langsung duduk.


“Terima kasih ya bu,sudah memenuhi panggilan kami,”kata kepala sekolah.


“Iya bu sama-sama,masalah Lero apa?”kata ibunya Lero.


“Gini bu anak ibu ini malas sekolah dan pelawan sama guru-guru yang ada disini,Lero juga mempunyai nilai matematika yang rendah,itu masalahnya.


“Jadi apa hubungan nya dengan nilai matematika dia rendah bu?,bukankah banyak siswa ataupun siswi yang mempunyai nilai matematika rendah,”kata ibu Lero kepada kepala sekolah tersebut.


“Iya bu,memang banyak siswa atau siswi yang mempunyai nilai matematika rendah,tetapi salahnya anak ibu adalah,dia hanya dua kali dalam setiap satu bulan masuk pelajaran matematika,dan kami


juga sudah setuju jika Lero tidak berubah terpaksa di kami keluarkan dari sekolah ini,”kata kepala sekolah kepada ibunya Lero.


“Kenapa gitu bu,saya selalu melihat Lero berangkat sekolah bu,tolong bu jangan berhentikan anak saya,dia hanya satu-satu nya anak saya,dialah yang nanti menjaga saya jika sudah tua bu,jika dia tidak sekolah mau kerja apa dia,”kata ibu nya Lero memohon kepada kepala sekolah agar Lero tidak


dikeluarkan dari sekolah itu.


“Bu,kami mengerti dengan Ibu,tetapi kami tidak bisa memberikan Lero kesempatan beberapa kali lagi,karena dia sudah sering kayak gini,bu kami kan memberikan dia kesempatan satu kali lagi,tolong ibu kasih tau Lero karena ini demi masa depan Lero bu,”kata kepala sekolah kepada Ibunya Lero.


Ibunya Lero hanya terdiam menangis mendengar perkataan kepala sekolah,ia tidak tau apa yang harus di lakukan nya lagi,ia tak mau kalau anaknya dikeluarkan dari sekolah,karna Lero lah satu-satunya


anaknya yang akan menjadi tulang punggung keluarganya nanti,karna ayahnya Lero udah meninggal 2 tahun yang lalu.


Ibunya Lero ingin anaknya sukses,itu impian ibunya Lero.


“Bu,apakah ada lagi?”kata ibunya Lero.


“Oo,tidak ada lagi bu,hanya itu yang ingin kami sampaikan,”kata kepala sekolah.


“Kalau begitu,saya boleh pulangkan bu,”kata ibunya Lero kepada kepala sekolah.


“Ooo,silahkan bu,kalau ibu mau pulang,”kata kepala sekolah kepada ibunya Lero.


Setelah itu,ibunya Lero pun berdiri dari tempat duduk nya dan berjalan keluar dari dalam ruang tersebut,lalu ibunya Lero pun menuju motornya untuk mengendari motornya, setelah itu ibunya Lero mengendari motor,saat diperjalanan ibunya Lero, memikirkan masalah Lero yang ada


disekolah, sehingga membuat ibunya Lero melamun di motor,tiba-tiba ibunya Lero menabrak mobil yang sedang parkir di tepi jalan,saat itu ibunya Lero jatuh dari motor dengan penuh darah,orang-orang yang ada di tempat tersebut menolong ibunya Lero,lalu membawanya kerumah sakit terdekat.


Saat itu ibunya Lero langsung masukkan ke ruangan darurat.Setelah beberapa jam kemudian Lero pun mendapat kabar dari tetangganya kalau ibunya kecelakaan,Lero pun terkejut mendengar perkataan itu, Lero pun menanyakkan rumah sakit ibunya di rawat dan Lero pun langsung menemui ibunya dirumah sakit ibu nya di rawat.


Setelah itu Lero pun mencari tau diruang mana ibunya dirawat setelah sekian lama mencari akhirya dapat ruang ibu nya dirawat.


“Sus,dimana ibu saya?”tanya Lero.


“Yang baru kecelakaan tadi,”kata Lero kepada suster tersebut.


“Ooo,itu ruangan nya,”kata suster tersebut sambil menujukkan ruangan ibunya Lero dirawat.


Lero pun langsung berjalan menemui ibunya,setelah sampai di depan pintu,Lero pun membuka pintu ruang tersebut, dia melihat ibunya yang sedang terbaring lemah di tempat pasien,Lero pun langsung


berjalan menghampiri ibunya,dan melihat ibunya yang penuh dengan Luka dan bekas darah.


“Ibu,”kata Lero sedih.


Ibu Lero melihat Lero tersenyum.


“Lero,”kata ibu Lero.


“Ibu, maafin Lero ya,mana ibu yang sakit bu?”kata Lero.


“Gak ada Lero yang sakit,”kata ibunya Lero sambil tersenyum.


Air mata Lero pun menetes ketika melihat ibunya terbaring lemah,Lero pun sangat merasa bersalah dengan diri nya sendiri,kalau bukan karna dia ibunya gak mungkin jadi begini.


“Lero,besok sekolah ya,”kata ibunya Lero kepada Lero.


“Iya bu,”kata Lero.


“Ibu hanya ingin kamu sekolah yang benar,ibu gak mau kamu sekolah asal-asalan kayak gitu,”kata ibunya Lero kepada Lero.


Lero pun hanya terdiam setelah apa yang dikatakan ibunya,tak terasa siang sudah berganti malam,malam sudah berganti pagi.saat pagi itu Lero pun berangkat sekolah naik motor pribadinya,setelah sampai di kelas,Lero pun langsung duduk di baangku nya,tiba-tiba teman sebangku nya datang yaitu Fahmi,Fahmi pun langsung duduk di samping nya Lero tetapi Fahmi tidak bicara apa-apa kepada Lero,setelah itu bel masuk pun berbunyi semua siswa-siswi masuk ke kelas nya masingmasing.Setelah beberapa menit kemudian Pak Herdap pun masuk ke kelas X IPS yaitu kelas Lero,Pak Herdap masuk ingin menemui Lero.


“Assalamu’alaikum Wr...Wb.,”kata pak Herdap.


“Walaikumsallam Wr...Wb.,”kata murid.


“Maaf ya,Bapak hanya ingin memanggil Lero,”kata pak Herdap.”Lero ayo ikut Bapak ke kantor,”kata pak Herdap lagi.


“Iya pak,”kata Lero kepada pak Herdap.


Lero pun mengikuti pak Herdap untuk ke kantor,setelah masuk kedalam kantor pak Herdap pun duduk di kursi,lalu Lero pun duduk juga di kursi itu.


“Lero,Bapak mau bicara,”kata pak Herdap.


“Bicara apa?”tanya Lero dengan wajah kesal.


“Apakah kamu mau berubah?”tanya Pak Herdap lagi.


“Berubah apa?”tanya Lero.


“Ubab sikapmu,cara belajarmu,dan tingkah laku mu,”kata pak Herdap kepada Lero.


“Maksudnya,kembangkan lagi pelajaran matematika gitu?”kata Lero.


“Iya,”kata pak Herdap.


“Aku benci matematika,”Kata Lero dengan marah.


“Kenapa harus benci?”tanya pak Herdap.


“Aku dari dulu gak bisa matematika,”kata Lero.


“Lalu kamu menyerah begitu saja,disaat kamu gagal,”kata Pak Herdap.


“Dulu aku selalu belajar tapi aku gak bisa,dari itu aku benci pelajaran matematika,”kata Lero.


“Jadi,kamu ingin terus membenci pelajaran matematika?”tanya Pak Herdap.


“Sebenarnya gak,tapi aku itu gak bisa matematika,”kata Lero.


“Kamu bisa kok,saya mau nanya,”kata Pak Herdap.


“Nanya apa?”kata Lero.


“Apakah ini alasan kamu,kenapa kamu jarang masuk pelajaran matematika.


“Iya,saya udah jujur,”kata Lero.


“Sekarang saya sudah tau,kamu mau pandai pelajaran matematika?”kata pak Herdap.


“Sejujurnya,Iya,”kata Lero.


“Oke,nanti kamu Handphone mu,nanti akan ada saya kirim video di Watshapp,”kata Pak Herdap.


“Iya pak,”kata Lero kepada Pak Herdap.”Pak boleh kah saya keluar,”kata Lero lagi

__ADS_1


“Oh silahkan Lero,”kata pak Herdap.


Lero pun keluar dari ruang kantor,lalu Lero pun langsung masuk kedalam kelas nya dan langsung duduk di bangkunya dan mengikuti pelajaran seperti biasanya lagi,setelah beberapa mengikuti pelajaran,jam istirahat pun berbunyi semua siswa-siswi keluar dari dalam kelas ,begitu juga Lero dan Fahmi, mereka keluar dari dalam kelas dan duduk dilantai depan kelasnya dan mereka pun berbicara.


“Fahmi,kamu mau kuliah dimana jika sudah lulus?”kata Lero kepada Fahmi.


“Ah,sekolah aja belum selesai baru kelas X udah mikirin kuliah,”kata Fahmi.


“Kan aku hanya nanya,”kata Lero.


“Kalau nanya,jangan nanya gitu dong,masih belum kepikiran mau kuliah ni,mau fokus ke pelajaran dulu,”kata Fahmi.


“Iya-iya,kalau aku sih mau ke Jepang,”kata Lero.


“Aku kan gak nanya,”kata Fahmi bercanda.


“Hanya mau kasih tau ke kamu,agar kamu tau,”kata Lero.


“Aku kan gak mau denger,”kata Fahmi bercanda.


“Kamu ni,”kata Lero.


“Haaaaa,”kata Lero tertawa.


Setelah sekian lama mereka berbicara dan bercanda bel masuk pun berbunyi, siswa-siswi pun masuk kedalam kelas, setelah itu mereka pun belajar seperti biasanya,tak terasa waktu pun sudah


menunjukkan pukul 15:15 sore,bel sekolah pun berbunyi,waktunya pulang,siswa-siswi pun pulang kerumahnya masing-masing, sedangkan Lero masih tetap berada di lingkungan sekolah,karena ia ingin menemui Pak Herdap,tetapi sayangnya Pak Herdap sudah pulang duluan,lalu Lero pun langsung


pulang kerumahnya dengan mengendarai motor pribadi nya.Setelah sampai dirumah Lero pun langsung masuk kedalam kamar dan membuka Watshapp dan melihat kiriman Video yang telah dikirim Pak Herdap,ternyata Video nya sudah di kirim Pak Herdap.Setelah itu Lero pun membuka Video itu,setelah sekian lama menonton Video akhirnya Video nya selesai,Lero pun jadi terinsprasi setelah menonton video itu.Setelah menonton video itu,Lero pun punya semangat untuk belajar


matematika lagi walaupun dia selalu gagal dulu,tetapi hari ini dia ingin bangkit lagi.


Setelah seminggu dirumah keluar dari rumah sakit ibunya Lero sangat senang melihat Lero rajin belajar dan rajin sekolah.Lero pun makin hari rajin sekolah dan belajar matematika


dirumah.Walaupun dia selalu gagal tetapi dia tak pernah menyerah malahan dia semangkin semangat untuk belajar.


Tak terasa waktu begitu cepat berlalu,satu minggu lagi ulangan kenaikan kelas,Lero pun terus belajar dia tak kenal lelah dalam belajar. Walaupun nilai nya masih rendah tetapi ia tak pernah mengeluh. Hari yang ditunggu pun tiba,hari ini adalah hari ulangan pertama,Lero pun semangat untuk mengikuti ulangan,karna ulangan hari ini adalah ulangan matematika, ketika dalam waktu ulangan Lero pun


mengerjakan ulanganya dengan serius,dalam waktu 120 menit Lero selesai mengerjakan ulangan matematika.


Seminggu pun tiba,ternyata ulangan sudah selesai,mereka pun hanya tinggal menunggu hasil kerja keras mereka selama 1 tahun. Waktu ditunggu-tunggu pun tiba yaitu pembagian rapot,pada saat siswasiswi kelas X pun berkumpul dalam ruang kelas nya, setelah itu wali kelas X pun masuk kedalam kelas X,wali kelas X adalah Pak Herdap.


“Assalamu’alaikum wr....wb,”kata Pak Herdap.


“Walaikumsallam wr....wb,”jawab mereka.


“Saya gak mau bicara terlalu lama,saya hanya berharap tingkatkan pola belajar kalian semua,sayaa harap yang tinggi nilai nya jangan sombong dan pertahankanlah dan yang rendah nilainya jaangan


kecewa,”kata pak Herdap.


“Iya pak,”kata mereka.


“Sekarang kita mulai ya,”kata pak Herdap.


“Iya pak,”kata mereka.


“Juara satu adalah.........Dita,”kata Pak Lero.”Saya harapkan untuk Dita maju kedepan.”


“Juara dua adalah.......,mungkin kalian gak nyangka,siapa yang juara dua,jadi juara dua adalah Lero,”kata Pak Herdap.”Dengan nilaj matematika tertinggi yaitu 97,6,itu nilai murni dari ulangannya.”


Lero pun menangis bahagia karena baru pertama ini dia bisa juara kelas dan dapat nilai matematika tertinggi.


“Untuk saudara Lero,silahkan maju kedepan,”kata Pak Herdap.


“Dan juara ketiga adalah Nani,untuk saudari Nani silahkan maju kedepan,”kata Pak Herdap.


Mereka pun berdiri didepan kelas,saat itu Pak Herdap membagikan hadiah kepada mereka dan berfoto.Selesai acara pembagian rapor mereka diharapkan untuk pulang kerumahnya masingmasing.Lero pun langsung pulang kerumah nya dengan mengendarai motor nya,setelah sampai dirumah,Lero pun langsung menghampiri ibunya didapur.


“Ibu ibu,”kata Lero.


“Iya Lero ada apa?”tanya Ibu.


“Ibu tau gak aku peringkat keberapa,”kata Lero.


“Gak tau lah ibu,”kata ibunya Lero.


“Coba tebak bu,”kata Lero.


“21,”kata ibu nya Lero.


“Salah,aku peringkat kedua bu,”kata Lero sambil melihatkan hadiah kepada ibunya.


Ibunya Lero pun terkejut melihat Lero juara, karena Lero gak pernah masuk 5 besar, apalagi 5 besar 15 besar pun hanya 2 kali,dia dulu selalu peringkat paling ujung.Ibunya Lero pun memeluk Lero.


Saat itu libur,setelah sekian lama libur akhirnya 1 hari lagi masuk sekolah. Hari ini adalah hari pertama Lero masuk sekolah dan kelas baru yaitu kelas XI IPS,Lero sangat


bahagia,pertama dia masuk dia sudah ditawarkan oleh Pak Herdap untuk mengikuti Olimpiade matematika,karena ia dipilih oleh guru-guru disekolah itu.


“Lero”kata Pak Herdap.


“Iya pak,”kata Lero.


“Ikut saya ke kantor,saya mau bicara,”kata Pak Herdap.


“Iya pak,”kata Lero.


Lero pun mengikuti pak Herdap ke kantor, setelah itu Pak Herdap pun langsung duduk dikursinya.Dan Lero pun juga duduk.


“Lero,saya kabar gembira,”kata Pak Herdap.


“Kabar gembira apa Pak?”tanya Lero.


“Kamu terpilih oleh guru-guru untuk mengikuti Olimpiade matematika antar sekolah,”kata Pak Herdap


“Benarkah pak?”tanya Lero.


“Iya,apakah kamu siap?”tanya Pak Herdap.


“Insya Allah siap Pak,”kata Lero.


“Bagus,”kata Pak Herdap.


“Kapan mulai nya pak?”tanya Lero.


“Lusa,”kata Pak Herdap.


“Kok lama banget Bapak baru kasih tau,”kata Lero.


“Soalnya ini Olimpiade mendadak,kami juga baru di kasih tau 3 hari yang lalu,karna libur kami gak bisa kasih tau sama kamu,jadi pas hari ini sekolah,kami jadi bisa kasih tau ke kamu,”kata Pak Herdap.


“Oh gitu,”kata Lero.


“Apakah kamu siap?”tanya Pak Herdap.


“Siap pak,”kata Lero.


Sekarang sudah memasuki waktu Olimpiade, Lero pun bersiap-siap,karena Olimpiade matematika di sekolah nya.


“Untuk para peserta dipersilahkan masuk dan duduk ditempat yang sudah disediakan,”kata Juri.


“Lero pun masuk kedalam ruangan peserta dan langsung duduk di tempat duduk yang telah disediakan,setelah itu para peserta semua sekolah diberi kertas soal dan kertas kosong untuk menjawab pertanyaan beserta caranya.


“Waktunya hanya 90 menit 35 soal,”kata Juri.


Setelah itu,mereka pun mengerjakan soal tersebut,Lero pun mengerjakan nya dengan serius,setelah beberapa lama mengerjakannya, waktu pun habis,Lero tidak mengerjakan 1 soal karena kehabisan


waktu.


“Diharapkan dikumpulkan,tidak ada lagi yang mengerjakan,”kata Juri.


Mereka pun semua mengumpulkan soal dan jawaban mereka.


“Terima kasih,untuk para peserta,yang juara akan di umumkan nanti siang,dan yang paling tinggi nilau nya akan di bawa ke tingkat Provinsi mewakili Provinsi,”kata Juri.


Setelah beberapa lama menunggu,akhirnya pengumuman pemenang akan di bacakan.


“Untuk para peserta dan guru pembimbing, diharpkan untuk masuk kedalam ruangan, kata Juri.


“Akan saya bacakan juara satu Olimpiade matematika tingkat kabupaten dimenangkan


oleh.............Lero dari sekolah SMA 2 Sajingan,”kata Juri.”untuk saudara Lero dan guru pembimbingnya,kami persilahkan untuk maju kedepan.”


Lero dan Pak Herdap(guru pembimbing Lero)pun maju kedepan.


“Selamat,semoga kamu bisa membanggakan Provinsi,”kata Juri kepada Lero.


Setelah itu,Lero pun mengikuti Lomba tingkat Kabupaten,lalu dia juga jadi juara satu,dan bisa membanggakan Provinsi nya.


Dan Lero pun berkata, “Aku Suka Pelajaran Matematika”


“Jadi jaanganlah engkau membenci sesuatu karena tidak tau dan selalu gagal dalam mengerjakan hal


itu,teruslah mencoba dan berusaha karena usaha dan doa tidak akan pernah menghianati hasil.”


~Tamat~

__ADS_1


__ADS_2