Various Kinds of Stories

Various Kinds of Stories
Flash Fiction - 1


__ADS_3

By The Red F.


Malam yang sunyi diselimuti sepi, tak ada satu pun suara terdengar diruang yang hampa ini, hening ... Rasa yang menelusup kalbuku, hilang seketika tertiup angin melalui celah kelambu jendela...


Aku mengambil sepucuk surat di atas meja, dekat ranjang tidur ku dan tertulis disana sebuah alasan mengapa ia meninggal kan ku..


“Maaf ... mungkin ini sudah jalan takdir kita, mungkin Tuhan telah merencanakan yang terbaik, untuk kau dan aku...”


Hati ku tak dapat terbendung lagi, semua rasa membuncah dan bertumpah ruah keluar melalui tetesan air mata..


“Sayang, mengapa kau seperti ini??”


Aku menjerit akan kekecewaan dan menyerukan nama yang selalu ku panggil di setiap hari ku..


“ Beb ... Beby ...”


Aku menggenggam erat dan mendekap surat itu, air mataku semakin deras, bahkan membasahi pakaian dan surat itu, sambil membenamkan kepala di antara kedua lengan ku.


Setelah puas dengan tangis ku, langkah ku mulai tertuju pada figura foto, yang tertempel di dinding ruangan ini.


Disana tergambar jelas penampilan ku bersama orang terkasih ku. Tampak tergambar raut wajah ku yang bahagia, tersenyum merekah ke arah kamera.


“Saat itu ... kau pun berkata bahwa, kau pun bahagia dan akan selalu bersama ku”


Kemudian, seseorang memanggilku dari baik pintu kamar ini, seorang anak yang mulai tumbuh remaja, terlihat persis wajahnya dengan sang ayah. Lalu, ia menghampri ku dan mulai memeluku.


Ia melihat ayahnya pergi di keheningan malam ini, dengan membawa sebuah tas besar, pergi bersama seorang perempuan.

__ADS_1


“Mom, aku yang akan menjagamu sekrang.”


Kami menangis bersama, memecah keheningan malam ini, dengan berat hati aku melepaskan sang kekasih.


----------------------------------


By Ical.


Jeni adalah gadis yang sangat mandiri, hampir semua kegiatan dia lakukan sendiri. Dari mulai urusan ibu rumah tangga, hingga urusan mencari uang pun dia lakukan sendiri.


Dimata semua orang Jeni terlihat begitu sempurna, tapi, dibalik kesempurnaan Jeni terdapat kekurangan yang dia sembunyikan. Dia tak mudah percaya kepada orang, dan selalu menolak bantuan dari orang lain.


Alasan Jeni tak mempercayai orang lain yaitu karena dia pernah memergoki calon suaminya bermesraan dengan wanita lain tepat sebelum hari pernikahannya, dia pernah dihianati oleh sahabatnya sendiri ketika ingin mencari pekerjaan, dan hal yang semakin melengkapi penderitaannya adalah saat dia tahu bahwa ayahnya telah menjadikannya sebagai taruhan dalam berjudi.


Jeni pergi menjauhi semua kenangan pahitnya itu, dan berusaha bangkit meskipun itu sulit, dia pergi keluar kota hanya bermodalkan ijasah SMA dan sedikit uang yang telah dia kumpulkan dari uang jajan yang telah ia sisihkan.


Singkat cerita Jeni berhasil menjadi orang sukses, dia telah memiliki jabatan tinggi di sebuah perusahaan makanan ternama. Kesuksesan Jeni bukanlah hal yang mudah dia dapatkan begitu saja, perlu bertahun-tahun agar dia menjadi sesukses ini.


Senin 16:00 (pulang kerja)


Seperti biasa ketika pulang kerja Jeni dihadang seorang pria yang berusaha mendekatinya. Tapi hari ini sikap pria itu tak seperti biasanya, dia terlihat lebih agresif dari pada biasanya.


Perubahan sikap pria itu membuat Jeni merasa takut, dia berlari dengan maksud untuk menjauhi pria itu, akan tetapi tanpa sengaja Jeni tertabrak mobil karena menyebrang tanpa melihat-lihat kesekitarnya.


Bruakk...


"Jeni!" teriak pria itu.

__ADS_1


#Jum'at 8 pagi (Rumah sakit)


Jeni tersadar dari koma setelah tak sadarkan diri selama empat hari.


"Maaf dok, bisa kau beri tahu dimana aku sekarang?"


"Bukankah aku mengalami kecelakaan kemarin?"


Dokter itu menceritakan semua hal yang ingin Jeni ketahui. Dimulai dari siapa yang menolongnya, berapa lama dia tak sadarkan diri, hingga seberapa parah kondisinya sebelum dioperasi.


Setelah mendengar penjelasan dari dokter itu Jeni merasa terpukul, karena ternyata dia telah tak sadarkan diri selama empat hari, kondisinya sebelum dioperasi yaitu dia mengalami kerusakan ginjal hingga perlu ginjal pengganti, kehabisan banyak darah hingga memerlukan banyak darah.


Hal yang membuatnya terpukul adalah kepergian dari pria yang selama ini dia hindari, yang selalu mengejarnya, yang berusaha mendapatkan hatinya meski terus diabaikan.


#Rumah sakit


(Kamar mayat)


"Andre.. , kenapa kau mengorbankan hidupmu hanya untuk orang sepertiku?"


"Kenapa kau tak bilang kalau kau menderita kanker dan nyawamu tinggal beberapa hari lagi?"


"Kenapa kau membuang hidupmu hanya untuk diriku?"


"Kalau kau tak mendonorkan darah dan ginjalmu, mungkin kau bisa hidup satu minggu lagi."


"Kenapa, kenapa kau mengorbankan nyawamu untukku!" teriak Jeni sambil menangis tersedu sedu.

__ADS_1


Sejak kepergian Andre, sikap Jeni mulai berubah. Kini dia telah sadar bahwa tak perduli sekuat dan sehebat apapun seorang manusia. Tak ada yang bisa hidup tanpa bantuan orang lain. Kini Jeni lebih menghargai bantuan orang lain, dan mencoba membuka diri untuk percaya kepada orang lain.


Tamat.


__ADS_2