Various Kinds of Stories

Various Kinds of Stories
Kesedihan Cinta - Qieenox


__ADS_3

Kehidupan yang baik adalah sebuah proses, bukan suatu keadaan yang ada dengan


sendirinya. Kehidupan itu sendiri adalah arah, bukan tujuan.


Sekolah menengah atas negeri 1 nusa adalah sebuah sekolah yang melihat para siswa dan


siswinya dari nilai. Hari ini, aku belajar di sekolah itu.


"Aku tidak tau apa yang akan terjadi kedepannya dengan diri ku ini tapi aku akan berjuang sekuat tenaga supaya mendapat teman." pikir ku dalam hati yang kosong ini.


Ketika aku ingin melangkah untuk pertama kalinya di sekolah itu, angin berhembus dengan kencang seakan ingin menarik ku masuk lebih cepat dari luar perkeriaan.


"Orang egois tidak mampu mencintai orang lain, mereka juga tidak mampu mencintai diri


mereka sendiri."


"Baiklah anak-anak,sebelum memulai pelajaran kita hari ini,kita akan melakukan perkenalan terlebih dahulu." beritahu seorang perempuan yang terlihat muda itu dengan baju kantoran.


"Baik,bu!!!" jawab dengan serentak seluruh murid yang berada dikelas yang sama dengan ku.


Dengan mengambil pernapasan yang dalam di paru-paru ku,detak jantung yang berdenyut


kencang,aku seakan tidak siap dengan keadaan ini.


"Perkenalkan nama saya Daichi...."


Tak lama,giliranku pun tiba...


Aku mengencangkan seluruh otot-otot kaki ku dan mencoba untuk berdiri dengan tegak.


Seluruh urat dikepala ku bendut kencang tak beraturan.mata ku tertuju ke papan tulis yang


ada di depan.


"Anu..." ucap ku dengan pelan bersiap-siap untuk melakukan perkenalan diri.


"Iya kamu,silahkan perkenalkan diri." ujar perempuan itu yang berdiri di depan papan tulis.


"Siap bu!!!" balas ku dengan sangat semangat sehingga terlihat seperti tentara yang siap


bertempur.


"Pe-perkenalkan nama saya Rama!!!" beritahu ku dengan sigap kepada semua orang yang


ada disekitar.


"Umur saya 15 tahun,dan hobi saya membaca buku!!!" ucap ku meneruskan perkenalan diri


tersebut.


"Baiklah...,selanjutnya!!!" beritahu orang yang ada di depan itu.


Aku kembali duduk ke bangku dengan sangat leganya,menghembuskan nafas yang begitu

__ADS_1


panjang.


"Syukurlah berjalan lancar..." ucap ku dalam hati.


Setelah cukup lama kami melakukan perkenalan diri,


*tap...tapp!!!


"Baiklah anak-anak,ibu akan menjelaskan peraturan-peraturan yang ada sekolah ini." beritahu


orang yang memakai baju kantor itu di depan.


Peraturan SMA negeri 1 Nusa.


1.para siswa akan diberikan uang tunjangan selama 1 bulan sebesar 500 ribu.uang tersebut


bisa di gunakan untuk membeli apa saja dengan melakukan pertukaran barang yang di


pilih.tentu saja,dengan persetujuan penjual yang memiliki barang tersebut.


2.setiap murid,akan di beri kebebasan untuk melakukan aktifitas.mulai dari berfoyafoya, sampai merenovasi kamarnya masing-masing.


3.seluruh murid yang bersekolah di SMA negeri 1 Nusa dilarangan untuk bermain kasar


dengan sesama murid lain,memaksa untuk bertransaksi yang dapat merugikan satu sama


lain.


4.semua siswa setara.


sikap dan sifat setiap kelas dalam menghadapi pelajaran di sekolah.


Setiap kelas,di bagi dengan 5 kelas.dengan urutan mulai dari A sampai kelas E.Dan sekarang


aku berada di kelas E.


"Baiklah,pelajaran kita cukup sampai disini." beritahu orang yang memakai baju kantor itu


lalu berjalan menuju pintu kelas untuk keluar.


"Semua manusia adalah binatang,tak ada anjing yang menukar tulangnya."


______________________________________


Jadi tampan itu gak mudah.di perlukan kesabaran yang tinggi,banyak-banyak berdoa,dan


tentunya harus berbaik sangka kepada orang.


Namun masalahnya terletak pada orang melihat ketampanan itu,"pasti banyak yang


iri".masalah pun menempuk,emosi tak terkendali,banyak musuh yang datang dengan


sendirinya.

__ADS_1


Apa lagi yang cewek,pasti yang memuji.para cowok berencana untuk bullying


"haha,ganti kelamin aja lu!!!".


"main kok sama cewek,"


"Woi lu jangan sok ganteng kalo di depan cewek!!!"


Masih banyak lagi bullying dari para cowok itu.namun apa daya yang sudah di beri wajah


yang tampan sejak lahir,mending kita syukuri.


"Aku telah mencapai sebuah kesimpulan yang menakutkan bahwa aku adalah unsur penentu


di dalam kelas."


Kadang,menjadi tampan lebih baik menyediri, dari pada ikut bersosiali sasi dengan orang


sekitar.


untungnya,aku punya sahabat yang nerima apa adanya.


"Udah jangan dipikirin,mereka hanya iri sahabat," ujar sahabat ku memberi nasihat kepada


ku.


Aku hanya bisa tersenyum dengan sifat mereka yang iri dengan sesama ciptaan yang di


atas.


Seperti tupai yang ingin mengambil buah X,namun dia terkena sial dengan sangat beruntun


yang mehadangnya di depan sana.


Ibarat kata,daun yang tumbuh di ujung ranting. bukan karena cacat,melainkan ranting yang


tidak ada duannya itu tidak bersyukur dengan kelangsungan hidupnya.


Pokoknya tidak mudah menjadi orang yang tampan itu,banyak cacian yang keluar dari mulut


ke mulut.banyak rencana-rencana jahat yang menghadang.


Ingin rasanya mengakhiri hidup ini dengan tenang.namun,apa daya aku yang tidak memiliki


keberanian ini.


Padahal aku sendiri tidak meminta mereka untuk memujiku.hanya saja aku meminta mereka


untuk berteman denganku.menghargai perasaan teman satu sama lain.


Dalam semua situasi, reaksikulah yang menentukan apakah sebuah krisis akan memuncak


atau mereda dan apakah seseorang akan diperlakukan sebagai manusia atau direndahkan.

__ADS_1


End.


__ADS_2