
Di rumah David.
“Mbok, David mau nanya sesuatu?” tanya David ketika Mbok Darsem hendak membawakan minuman untuk mereka.
“Mau nanya apa, Den?” tanya Mbok Darsem balik.
"Soal kejadian 20 tahun yang lalu, Mbok!"
"Memangnya kenapa, Den?"
"Mbok tahu siapa Paman David dan sekarang tinggal dimana?"
"Namanya Pak Broto, malam saat setelah kejadian itu, Pak Salim pernah bilang dia baru saja mengantarkan pulang Pak Broto" Mendengar nama Pak Broto Bella sepertinya sudah tidak asing dengan nama itu.
“Kenapa loe, Bell?”
“Gak kenapa-napa, Vid. Cuma itu nama gak asing aja di telinga gue”
“Mbok, tahu rumahnya Pak Broto?"
“Tunggu dulu ya Den? Biar Mbok, carikan alamatnya!” Mbok Darsem langsung pergi menuju kamarnya. Tak berselang lama, dia kembali dengan membawa secarik kertas.
“Ini Den!” ujar Mbok Darsem sambil menyerahkan sebuah alamat.
"Ini alamatnya, Mbok?"
"Ini alamatnya Pak Salim!"
“Pak Salim itu siapa, Vid?” tanya Silvi.
“Dia penjaga villa sebelum Pak Darso, Sil.”
"Jadi cuma Pak Salim aja yang tahu keberadaan paman David, Mbok?” lanjut David.
“Mbok kurang tahu, Den. Yang pasti, Pak Salim tahu benar tentang kejadian dua puluh tahun yang lalu!"
****
Malam itu Bella sedang tertidur pulas dan
__ADS_1
dia pun bermimpi. Bella bermimpi sedang berada di sebuah hutan lagi. Di saat ingin mencari jalan keluar, muncul sosok wanita separuh baya menghampirinya.
“Kamu sedang apa disini?”
“Saya” Jawa Bella gugup.
“Lebih baik kita pergi dari dalam hutan ini...!” ajak perempuan itu.
Perempuan paruh baya itu langsung mengajaknya pergi. Sesampainya di sebuah rumah tua, wanita paruh baya itu langsung mempersilahkan Bella masuk.
“Apa yang kamu lakukan di hutan terlarang ini?”
“Hutan terlarang?”
“Ini hutan yang ada di alam bawah sadar kita. Hutan ini di huni oleh satu sosok kuntilanak!”
Tiba-tiba Pintu rumah yang sudah tertutup langsung terbuka lebar dengan sendirinya. Dan di balik pintu itu terlihat jelas sosok Kuntilanak yang mencoba untuk masuk kedalam rumah.
“Jangan ganggu dia. Kamu Bella, cepat pergi ke kamar itu!” suruh perempuan itu.
Bella benar benar bingung, kenapa wanita itu tahu namanya. Bella pun bergegas pergi ke kamar yang di maksud oleh wanita paruh baya itu. Dan setelah masuk kamar, Bella pun terbangun dari tidurnya.
****
Setelah pulang dari kampus, mereka bertiga memutuskan untuk pergi kerumah Pak Salim.
Setelah Lama mencari. Akhirnya, merekapun sampai di kediaman Pak Salim.
“Permisi!” ujar David. Tapi tak ada sahutan dari pemilik rumah.
“Mungkin ini rumah kosong, Vid!”
Tak berselang lama, ada yang membukakan pintu rumah. Dari balik pintu terlihat seorang laki-laki tua.
“Ada yang bisa saya bantu?” tanya Pak Salim.
“Apa benar ini rumahnya, Pak Salim?” tanya David. Mendengar nama”Salim”, Pak Salim seperti ketakutan. Karena semenjak kejadian 20 tahun silam itu, dia sudah tak memakai nama aslinya itu lagi.
“Bukan!” Memang ada perlu apa sampai kalian ingin bertemu dengan Pak Salim?” tanya Pak Salim.
__ADS_1
“Saya, David. Saya ingin menanyakan sesuatu hal kepada Pak Salim,” jawab David.
“Den, David?” tanya Pak Salim.
“Jadi, Bapak ini Pak Salim?” tanya David.
Pak Salim menganggukkan kepala. Dia pun mempersilahkan mereka masuk.
“Sudah lama Bapak gak lihat Den, David. Ternyata sekarang Den David udah besar" ujar Pak Salim.
Setelah berbincang-bincang kecil, David pun mengutarakan maksud kedatangannya.
“Pak Salim masih ingat, dengan kejadian 20 tahun yang lalu, Pak” tanya David.
"Tentu ingat. Karena kejadian itu, hidup Bapak jadi benar-benar tidak tenang!"
"Pak Salim. Kuntilanak itu sudah bebas kembali!" Tegas David. Mendengar penjelasan David. Pak Salim terkejut bukan main.
"Bagai mana bisa?"
"Ceritanya panjang, Pak!. Intinya bagaimana cara menyegel kembali kuntilanak itu?"
“Hanya Pak Broto yang tahu cara menyegel Kuntilanak itu!"
“Pak Salim tahu rumahnya Pak Broto dimana?” tanya David.
“Pak Broto sudah lama meninggal Den" mendengar penjelasan Pak Salim, David mulai putus asa.
Seketika itu Pak Salim heran saat melihat kalung yang di pakai Bella.
“Kamu dapat kalung itu dari mana?” tanya Pak Salim.
“Kalung ini satu-satunya peninggalan Ibu saya Pak Salim,” jawab Bella.
“Kalung itu mengingatkan dengan adik Bapak yang sudah lama menghilang"
“Hilang, Pak Salim”
“Bapak sarankan jaga baik-baik kalung itu. Jangan sampai kalung itu di lepas. Itu kalung keramat!” jelas Pak Salim.
__ADS_1