
Jam menunjukan pukul 02.00 wib. Silvi sudah tertidur pulas, sedang kan Bella masih terjaga. Baru saja Bella mau memejamkan mata untuk tidur lagi, dia mendegar suara alunan gamelan dari arah luar kamar nya.
“Jangan-jangan ini suara gamelan yang di dengar si Silvi” ucap hati Bella. Bella pun keluar kamar untuk memastikan suara alunan gamelan itu. Sesampainya di ruang tamu, suara alunan gamelan itu menghilang dan berganti dengan alunan lingsir wangi. Seketika Bella melihat sosok wanita yang sedang membelakanginya. Sosok perempuan itu berambut panjang. Dengan perasaan cemas Bella menghampirinya. Namun, ketika Bella hendak mau memegang pundak wanita itu. Tiba-tiba kepala wanita itu berputar kearahnya dan wajah wanita itu sangat mengerikan. Bella pun terbangun dari tidurnya.
“Untung cuma mimpi” Ujar Bella cemas. Silvi yang terbangun karena teriakan Bella pun menjadi ikut cemas.
“Loe kenapa lagi, Bell”
‘”Gue habis mimpi buruk lagi, Sil”
Dan saat itu juga terdengar suara mobil dari halaman rumah.
“Itu mobil siapa, Bell?”
“Gue juga gak tahu, yaudah kita cek aja” Silvi dan Bella menuju pintu rumah dan ternyata yang bertamu malam itu David. Silvi dan Bella merasa heran dengan raut wajah David saat itu.
“Kenapa loe, Vid?”
“Gue habis dari villa itu, Bell. Di bantu orang pintar”
“Orang pintar itu berhasil ngelawan kuntilanak itu?” David hanya terdiam.
“Sekarang loe ikut gue kevilla itu. Kita harus menyelesaikanya malam ini juga”
“Tapi caranya bagai mana, Vid?”
“Nanti gue jelasin di dalam mobil”
Malam itu mereka bertiga memutuskan untuk pergi ke villa itu. Namun, di dalam perjalanan David berhenti sejenak di sebuah warung bensin eceran. David segera turun dari mobil dan membeli 1 dirigen penuh isi bensin.
"Bensin buat apa, Vid?"
__ADS_1
"Gue mau bakar villa itu, biar Kuntilanak itu musnah dimakan api”
Sesampainya di villa, David langsung menyiramkan bahan bakar itu ke seluruh bagian villa. David segera mematik korek yang dia ambil dari saku kantongnya. Namun, pemantik yang dia gunakan tidak berfungsi.
“Brengsek"
“Bisa gak, Vid?”
“Pemantiknya gak bisa, Sil. Kalau gak salah di dalam mobil ada korek punya si Rendi, deh”
“Yaudah, biar gue aja yang ngambil" papar Bella.
Setelah di cari sana-sini.
“Gak ada, Vid" tegas Bella. Ketika David hendak menuju mobilnya. Tiba-tiba pintu villa itu terbuka dengan sendirinya. Mereka tampak terkejut. Apalagi Silvi yang berdiri tepat di depan pintu villa.
Seketika dari dalam villa keluar seuntai tali yang langsung melilit kaki Silvi. Silvi benar-benar panik. Tali itu menariknya ke dalam Villa. David yang tidak jauh darinya tidak sempat untuk menolongnya. Dan seketika pintu villa itu pun tertutup rapat dengan sendirinya.
Setelah pintu villa di buka paksa. Bella dan David segera masuk kedalam villa untuk menyelamatkan Silvi.
“Sil, loe dimana?” teriak Bella cemas. Seketika ada seseorang terjatuh dari tangga dengan kondisi tubuh penuh memar dan luka cakar.
“Loe gak kenapa-napa, Sil?” tanya Bella heran.
Saat itu Silvi sudah tak mampu berbicara lagi, tubuh nya sudah begitu lemas dan tak berdaya.
Dan hal yang mengerikan pun terjadi. Sosok kuntilanak itu muncul di hadapan mereka sambil menuruni anak tangga.
Bella dan David hanya bisa ketakutan, tubuhnya kaku, tak mampu bergerak untuk jalan ataupun berlari.
Seketika Kuntilanak itu langsung terbang menghampiri David dan mencekiknya, menghempaskan tubuhnya ke dinding.
__ADS_1
Kuntilanak itu langsung mencekik Bella. Namun, melihat kalung yang di pakainya. Kuntilanak itu melepaskan cekikan nya dan menghilang. Melihat kesempatan yang ada Bella langsung menghampiri David yang sedang merintih kesakitan.
“Loe gak kenapa-napa kan, Vid"
“Gue baik-baik aja kok, Bell"
“Kita harus keluar dari Villa ini, Vid" ujar Bella cemas.
Dengan tenaga yang masih tersisa, mereka bertiga memutuskan untuk pergi meninggalkan villa itu. Namun, lagi-lagi seuntai tali keluar dari dalam villa itu yang langsung melilit kakinya Silvi. Karena sudah kehabisan cukup tenaga, Bella Daan David tidak mampu menolong Silvi saat dia di tarik kembali ke dalam villa itu.
“Udah, Bell. Gak ada gunanya kita masuk lagi, dia udah tewas, Bell..” tegas David sambil menahannya.
“Tapi, dia sahabat gue, Vid” ujar Bella mengisak tangis.
“Dengerin gue, Bell. Gak ada guna nya kita masuk kedalam villa itu lagi, lebih baik sekarang kita pergi sebelum terlambat atau kita yang akan menjadi korban berikutnya.” Dengan kesedihan yang mendalam Bella dan David langsung pergi meninggalkan villa itu.
Dengan sisa tenaga, David berusaha mengemudikan mobil hingga sampailah di kediamannya Bella.
“Non Bella kenapa?” tanya Mbok Ijah sesampainya mereka di rumah.
“Ceritanya panjang, Mbok” jawab Bella.
Mereka pun merebahkan diri di sofa ruang tamu. Nafas mereka masih terdengar kembang-kempis.
“Sebenarnya apa yang sudah terjadi Non?” Tanya Mbok Ijah.
"Bella habis dari villa milik keluarganya David, Mbok!"
“Villa?”
“Waktu liburan kemarin Bella berlibur di villa milik keluarganya David. Ada kejadian yang harusnya tak terjadi. Teman Bella melakukan sebuah ritual”
__ADS_1
"Kenapa kalian ke villa itu?"
"Mbok tahu tentang villa itu?" Tanya David.