
Siang itu Bella sedang berada di kediamannya David. Setelah mengetahui kalau mereka masih ada ikatan darah, David sangat merasa canggung.
"Gue benar-benar gak nyangka, kalau kita ini berdua masih ada ikatan darah!" Ujar Bella.
"Gue juga sama, Bell. Semenjak kejadian 20 tahun yang lalu, gue di titipin ke Mbok Darsem."
"Berarti, saat kejadian itu kita sama-sama di titipkan?"
"Iya, Bell. Seandainya waktu bisa di putar" keluh David.
"Oh ya Vid. Gue kesini mau minjam buku itu. Kayaknya gue sedikit ngerti bahasa aksara jawa"
"Bukunya ada di kamar, gue ambil dulu ya" David pun meninggalkan nya menuju kamar.
Di saat David sedang mengambil buku itu. Bella beranjak dari sofa dan melihat-lihat sekeliling ruang tamu. Bella menghampiri salah satu foto keluarga milik David dan dia melihat sebuah foto, dimana dalam foto itu terdapat wanita yang memakai kalung persis seperti yang dia gunakan.
"Ibu?"
Bella menyentuh foto itu dan tiba tiba dia mendapatkan sebuah penglihatan di masa lalu. Bella berada di sebuah rumah sewaktu dia masih kecil. Malam itu cuaca turun hujan deras. Dia melihat kedua orang tuanya sedang menitipkan dirinya ke Mbok Ijah.
Saat itu Bella masih kecil.
__ADS_1
"Kamu baik-baik ya dengan Mbok Ijah!" Ucap Ibu Bella yang langsung memeluknya.
"Ibu mau kemana?" Tanya Bella kecil.
"Ibu mau ke rumah temennya Ayah, ada sesuatu yang harus ayah dan Ibu kerjakan!"
"Tapi, janji ya Bu, jangan lama-lama!"
"Iya, Ibu janji!" Ucap Ibu Bella yang langsung memakaikan sebuah kalung di lehernya.
"Kalungnya bagus, Bu" ujar Bella.
"Yaudah, waktu nya kamu tidur sudah malam!" Bella kecil pun menuruti perkataan Ibunya. Dia langsung bergegas pergi menuju kamarnya.
"Iya, Pak. Saya akan merawat Bella dengan sepenuh hati saya!"
"Kalau begitu, kami berdua pamit" Ayah dan Ibu Bella pun pergi meninggalkan Mbok Ijah seorang diri di depan pintu rumah.
Tiba-tiba sekeliling Bella berjalan begitu dengan cepat dan dia kini berada di sebuah ruang tamu yang lumayan besar.
Dia melihat dua orang yang tidak lain Ayah dan Ibunya David sudah terkapar tak berdaya di lantai, seluruh tubuhnya sudah di penuhi dengan darah dan sosok kuntilanak yang pernah di bebaskan oleh Silvi, Rendi dan Radit sedang mencekik Ayahnya.
__ADS_1
Malam itu Ayahnya Bella benar-benar tersiksa dan tak mampu berbuat apa-apa. Nafasnya terasa ada di ujung tenggorokan. Ibu Bella datang dengan terpincang-pincang menghampiri kuntilanak itu sambil serius melafalkan sebuah mantra dan seketika kuntilanak itu kesakitan dan terhisap ke dalam sebuah cermin tua dan Bella pun tersadar.
"Loe kenapa, Bell?" Tanya David. Saat itu Bella hanya merasa pusing.
"Gak kenapa-kenapa, Vid. Gue cuma pusing aja" ujar Bella.
"Yaudah sekarang loe istirahat aja. Ini bukunya Bell. Oh ya, loe udah lihat foto yang ada di dinging itu?”
“Sudah, Vid!”
“Gue rasa itu, foto ibu loe, Bell”
***
Hari itu David pun langsung mengantarkan Bella pulang.
Malam pun tiba.
Bella sedang melihat-lihat buku aksara Jawa kuno itu. Dalam buku itu terdapat penjelasan tentang sosok kuntilanak dan bagaimana sosok kuntilanak itu lahir. Karena takut, Bella pun menyudahi untuk membaca buku aksara Jawa kuno itu dan langsung menaruhnya di atas meja dekat ranjang tidurnya.
Baru saja Bella mau memejamkan mata untuk tidur, angin kencang pun berhembus di sekitar kamarnya yang membuat buku aksara Jawa Kuto itu terjatuh dan membuka sebuah halaman.
__ADS_1
Melihat buku aksara jawa kuno itu terjatuh dengan sendirinya, Bella merasa cemas. Bella terus memperhatikan di sekitar kamarnya. Setelah mengetahui angin yang masuk berasal dari jendela kamar yang terbuka. Bella pun langsung menutup jendela itu dan mengambil buku aksara jawa kuno yang sudah tergeletak di lantai. Di saat Bella melihat halaman buku yang terbuka itu, terdapat satu kertas yang sudah robek, Bella pun mencocokan halaman yang robek tiu dengan kertas yang dia dapatkan dari kotak peninggalan ayahnya. Dan jelas lah apa yang tertulis di halaman yang sudah utuh itu. Halaman itu bertuliskan mantra untuk menyegel Kuntilanak itu.
"Jadi selama ini, cara menyegel kuntilanak itu ada di buku ini juga!" Bella segera menelepon David agar dia segera kerumahnya malam itu juga.