VILLA

VILLA
BONUS BAB 1


__ADS_3

Malam itu, malam yang sangat sial untuk Denis, David, Mocil dan Silvi. Niat mereka untuk berlibur di sebuah pedesaan terancam batal. Karena, mobil yang sedang mereka kendarai tiba-tiba kehabisan bensin di tengah jalan, padahal mereka hampir sampai di pedesaan yang kaya akan pepohonan alami itu.


"Kenapa, Den?"


"Bensinnya habis, Sil,"


"Terus gimana, Den,?"


"Ya, gimana lagi, kita harus mencari pertolongan"


"Oh, ya. Kalau tidak salah sebelum masuk jalan ini, ada warung yg jualan bensin eceran deh"


"Tapi lumayan jauh juga, Sil,"


"Yaudah, biar gue aja yang kesana. Cil loe ikut gue!" Pinta Denis.


"Ga 'ah, Den. Gue takut, lagi pula ini 'kan malam jum'at, gue takut ketemu setan,"

__ADS_1


"Dasar penakut. Yaudah sama gue aja, Den," Papar David.


Saat itu pula Denis dan David segera pergi meninggalkan Silvi dan Mocil di dalam kendaraan miliknya. Mocil yang saat itu kebelet pipis terpaksa meninggalkan Silvi sendiri di dalam mobill. Mocil segera pergi untuk mencari toilet portabel.


Tanpa sepengetahuannya, Mocil pipis di bawah pohon tepat di sebelah kuburan tua. Dengan santainya Mocil membuang air seninya di makam itu. Namun, saat itu juga, dia melihat sesosok bayangan hitam sedang memegang sesuatu di tangan kanannya, seperti belati atau semacamnya.


Setelah Mocil memperhatikannya lagi ternyata sosok pria misterius itu sedang berdiri tepat di samping batu nisan. Mocil panik, akhirnya dia sadar kalau sedang berada di tengah kuburan yang tak terawat. Karena panik, Mocil bergegas pergi dengan tergesa-gesa. Padahal dia belum selesai untuk membuang air seninya.


Sesampainya di dalam mobil.


"Loe kenapa, Cil?"


"Gue kaget, Sil. Gue kencing di tengah kuburan. Bukan itu saja gue juga sempat ngelihat sosok bayangan orang lagi mandangin gue. Orangnya kayak makai topeng gitu, Sil, tapi gak jelas"


"Itu mah cuma halusinasi loe saja, Cil. Lagian, mangkannya kalo kencing itu permisi dulu. Jangan sembarangan,"


Akhirnya Denis dan David sampai di warung yang mereka maksud. Namun, ketika Denis hendak mau menghampiri warung itu, Tiba-tiba asap seperti kabut putih muncul entah dari mana. Pandangan mereka menjadi kabur.

__ADS_1


"Den, sepertinya ada yang aneh disini,"


"Gue juga ngerasa ada yang aneh, Vid." Ucap Denis. Karena merasa ada yang tak wajar, Denis dan David mengurungkan niatnya dan segera pergi dengan tergesa-gesa.


Padahal dia belum selesai untuk membuang air seninya.


Sesampainya di dalam mobil.


"Loe kenapa, Cil?"


"Gue kaget, Sil. Gue kencing di tengah kuburan. Bukan itu saja gue juga sempat ngelihat sosok bayangan orang lagi mandangin gue. Orangnya kayak makai topeng gitu, Sil, tapi gak jelas"


"Itu mah cuma halusinasi loe saja, Cil. Lagian, mangkannya kalo kencing itu permisi dulu. Jangan sembarangan,"


Akhirnya Denis dan David sampai di warung yang mereka maksud. Namun, ketika Denis hendak mau menghampiri warung itu, Tiba-tiba asap seperti kabut putih muncul entah dari mana. Pandangan mereka menjadi kabur. saat itu mereka berdua mulai merasa gelisah.


"Den, sepertinya ada yang aneh disini,"

__ADS_1


"Gue juga ngerasa ada yang aneh, Vid." Ucap Denis. Karena merasa ada yang tak wajar, Denis dan David mengurungkan niatnya dan segera pergi dengan tergesa-gesa. Namun, ketika mereka hendak pergi, mereka seperti melihat sesosok bayangan hitam seperti yang di lihat oleh Mocil di antara kabut-kabut itu.


__ADS_2