VILLA

VILLA
BONUS BAB 4


__ADS_3

"Lebih baik kalian menginap kembali. Lagi pula hari sudah mulai malam. Nenek sarankan kalian gak pernah keluar di malam hari,"


"Emang kenapa, Nek?" Tanya Silvi.


"Karena di sebrang hutan sebelum desa. Ada seorang psikopat yang suka memakan daging manusia yang belum pernah tertangkap oleh warga,"


"Nenek, serius?" Tanya Mocil.


Nenek tua itu hanya menganggukan kepala.

__ADS_1


"Sepertinya mitos itu benar, Cil. Gue pernah denger kalau ada psikopat yang haus darah di hutan sebelum desa yang kita tuju. Lebih baik kita urungkan niat kita untuk berangkat kesana. Karena, hari sudah mulai malam,"


"Jadi kita boleh menginap lagi, Nek?"


Lagi-lagi nenek tua itu hanya menganggukkan kepala. Mereka berempat mengikuti langkah nenek tua itu menuju kediamannya.


Malam sudah semakin larut. Mereka menuju kamar yang kemarin mereka tiduri. David yang sedang kebelet pipis segera pergi meninggalkan rekannya yang sedang tertidur pulas.


David mengintip lewat jendela untuk memastikan suara itu. Dia melihat hal yang aneh. Dia melihat nenek tua itu membuang bangkai burung gagak hitam ke bawah ruangan yang berada di lantai dasar kamar itu.

__ADS_1


"Makan lah, anak ku sayang!"


"Makan? Anak?" Tanya hati David. Nenek tua itu pergi meninggalkan kamar itu. Karena penasaran, David yang sedang bersembunyi langsung masuk kedalam kamar itu. Padahal nenek tua itu sudah melarangnya. David tidak tahu kalau karena kecerobohannya itu mala petaka akan menimpa mereka semua.


Sesampainya di kamar itu. David merasa aneh, karena ruangan kamar itu kosong, yang ada hanya sebuah kotak kecil di lantai dasar yang di rantai, kotak itu seperti pintu kecil menuju suatu ruangan bawah tanah. Karena penasaran, David menarik rantai pintu kecil itu. Dia sangat terkejut, karena benar. Kotak kecil itu sebuah pintu bawah tanah.


David mulai melangkahkan kakinya menuju ruang bawah tanah. Sesampainya di ruangan bawah tanah. David sangat heran, karena bau amis menyelimuti ruangan bawah tanah itu. Dengan penerangan dari pemantik api miliknya, dia segera melihat-lihat apa yang berada di bawah tanah itu. Panik, kaget, itulah yang David rasakan ketika melihat sekitar ruang bawah tanah itu, karena di sekitar David banyak bangkai binatang dan mayat-mayat manusia yang sudah membusuk, dan ada pula yang sudah menjadi tulang belulang.


David panik, dia segera pergi meninggalkan ruangan bawah tanah itu. Namun ketika dia sampai di tanjakan terakhir. Tiba-tiba kaki kanannya di pegang oleh sesuatu. David menoleh. Dia melihat seseorang yang begitu besar memakai pakaian hitam dan wajahnya pun menggunakan topeng badut. David tidak tahu siapa yang di balik topeng itu. David menendang muka pria misterius itu. David beranjak dan langsung menghampiri pintu.

__ADS_1


Namun sayang, ketika David membuka pintu kamar itu, pintu telah terkunci. David semakin panik, karena dia melihat tangan kanan pria bertopeng itu memegang sebuah golok besar. David terus menggedor-gedor pintu. Namun lagi-lagi sayang, ketika David menoleh, pria bertopeng badut itu langsung menghempaskan golok yang di pegangnya kearah lehernya dengan bringas. Berkali-kali golok itu membeset leher dan tubuh David dengan kejamnya. David tewas seketika.


__ADS_2