
Menikmati makan malam dengan latar belakang pemandangan desa yang nampak lampunya saja begitu nampak indah, mereka berada di tempat tinggi dan lampu-lampu itu lrbih nampak seperti gerombolan kunang-kunang.
Makanan yang disajikan adalah beberapa makanan olahan laut dan juga beberapa masakan lainnya, tetapi kebanyakan memang seafood. Shaka sengaja memasannya karena Ara sangat menyukai seafood.
Ara datang ke tempat makan outdor itu setelah selesai mandi dan berdandan, gadis itu membutuhkan waktu satu setengah jam untuk menyelesaikan mandi dan berganti baju.
"Woah makanannya udah dateng."
"Iyalah, kamu lama banget mandinya."
Ara mengulas senyumamnya. Tanpa menunggu lagi ia langsung mengambilkan nasi untuk Shaka. Memilihkan beberapa lauk yang bisa dimakan oleh Shaka karena lelaki itu menghindari banyak makanan dan harus menjaga sekali makanan yang dikonsumi.
Shaka tidak bisa memakan seafood itu artinya seafood sebanyak itu memang sengaja dipesan Shaka untuk Ara.
"Kamu beneran nggak bawa hp, Sayang?"
Shaka menggeleng, ia memang sengaja meninggalkan teleponnya dalam keadaan mati di kantor. Shaka tidak ingin mendapatkan gangguan dari siapapun saat pergi staycation dengan Ara, baik dari rekan kerja maupun dari Kalina. Kalina ini menghubunginya terus menerus, Shaka tidak menyukai itu.
"Kalina nelepon terus."
Ara terdiam, ia sempat lupa jika lelaki di depannya ini sudah memiliki seorang istri. Ara benar-benar lupa dengan kenyataan itu, kenyataan jika saat ini ia tengah pergi berduaan makan dengan suami orang sedangkan orang itu tengah sendirian di rumah.
Ara sangat mencintai Shaka, hidupnya tanpa Shaka sangat sulit. Yang pertama sulit karena Ara sudah terlanjur memberikan seluruh hatinya pada Shaka, lalu yang kedua Ara sudah terlanjur menggantungkan hidupnya pada Shaka, seluruh kebutuhan dirinya berasal dari uang Shaka karena uang Ara habis untuk ia berikan pada keluarganya.
__ADS_1
"Kamu mau janji nggak sama aku?" tawar Ara.
"Janji apa sayang?"
"Tetap cinta sama aku sampai kapanpun, jangan pernah tinggalin aku."
Shaka mengulas senyumannya, "Kenapa nanya gitu? Kamu nggak percaya sama aku?"
"Aku cuma takut aja, tiba-tiba kamu pergi."
Itu memang ketakutan terbesar Ara, dia sangat takut jika Shaka pergi. Selama ini ia selalu bertemu dengan Shaka, selalu menjadikan Shaka sebagai bahunya untuk bersandar saat Ara memiliki banyak masalah. Lelaki ini juga yang menguatkan Ara dari masalah keluarganya yang begitu rumit.
Shaka mengenggam tangan Ara dengan erat, "Kamu kenal aku bukan baru sehari dua hari kan, aku janji bakal sama kamu terus."
***
Sedangkan putri sulungnya yang berusia tiga tahun justu berlarian kesana kemari sembari mengangkat sepatunya, gadis kecil itu terlihat sangat riang dan tidak memperdulikan omelan dari maminya.
Begitulah suasana pagi yang setiap hari Viere rasakan, menikah di usia muda memanglah menyenangkan. Tetapi hanya menyenangkan di awal pernikahan saja, seterusnya membuatnya pusing tujuh keliling.
Suami Viere adalah pegawai kantoran biasa sedangkan Viere memutuskan untuk menjadi ibu rumah tangga, saat hanya memiliki satu anak gajinya masih cukup untuk membayar babysitter dan asisten rumah tangga. Tetapi saat anak keduanya lahir, siapa sangka kebutuhan menjadi membengkak.
Tidak mampu membayar art dan babysitter membuat Viere harus menjaga kedua putrinya seorang diri, padahal ia juga merupakan ibu muda.
__ADS_1
"Honey lihat kaos kakiku nggak?"
Darren suaminya itu berdiri di depan pintu dengan kaos kaki yang hanya sebelah.
"Mas lihat itu Queen, urusin dulu ih!"
Sang suami menghela nafas, ia berlari menangkap Queen membuat gelak tawa dari Queen langsung meledak.
Setelah berhasil memakaikan sepatu pada Queen, Daren langsung mengangkat putrinya itu ke dalam gendongan.
"Aku berangkat ya, Honey."
Viere mengangguk, ia sudah tidak sempat lagi harus mengantarkan mereka berdua sampai di depan rumah.
Daren akan membawa Queen ke rumah ibunya untuk dititipkan, setiap pagi memang akan seperti itu, Queen dititipkan disana dan akan dijemput saat Darren pulang dari kantor.
Bukannya Viere tidak mau mengurus Queen tetapi mengurus satu bayi yang berusia 9 bulan ini saja ia sangat kesulitan, apalagi ditambah dengan balita yang sedang aktif-aktifnya. Jadi Viere memutuskan untuk selalu menitipkan Queen di rumah mertuanya setiap hari.
...════════ ❁ཻུ۪۪ ═══════...
...Dont forget to click the vote button!...
...════════ ❁ཻུ۪۪ ═══════...
__ADS_1
...Jika ada pertanyaan tuliskan saja di kolom komentar, terima kasih sudah mampir di cerita ini silahkan tunggu episode selanjutnya ^_^...
...And, see you....