
Kalina baru saja ingin memejamkan matanya tetapi dering ponsel menghentikan niatnya. Tertulis Viere yang menghubunginya, untuk apa sahabatnya itu menghubungi Kalina selarut ini. Waktu sudah menunjukkan pukul satu malam, dan biasanya wanita dua anak itu sudah terlelap.
Tanpa menunggu lama Kalina langsung mengangkat telepon itu.
"Halo Vie, ada apa?"
"Aku punya kabar penting, seharusnya mau kasih tahu besok tapi kayaknya sekarang aja deh." suara dari seberang menunjukkan jika Viere mengatakan itu dengan penuh emosi.
Sebenarnya Viere bimbang ingin mengataksn sekarang apa besok saja menemui Kalina, tetapi ia malah tidak bisa terlelap karena masih merasa mengganjal jika tidak mengatakannya pada Kalina. Akhirnya Viere memutuskan mengatakannya lewat telepon.
"Ada apa Vie? "
Kalina juga tertarik dengan topik kali ini, kemarin ia sudah meminta Viere untuk mematai Shaka dan semoga saja sekarang sudah ketahuan hasilnya.
"Aku tadi ngikutin Shaka, dia jemput perempuan di HN, ternyata apartemen ini milik perempuan itu. Mereka dinner bareng di resto bintang lima."
Deg, Kalina merasa hatinya runtuh mendengarkan hal itu. Air mata seketika turun disertai dengan emosi yang bergejolak di hatinya.
Kalina merasa selama ini Shaka sedikit menjauh karena memang mereka belum kenal saja. Tetapi rupanya Shaka ini bermain wanita di luar sana.
__ADS_1
"Aku kenal sama wanita ini dia temenku dulu , dulu dia miskin banget tetapi sekarang bergelimang kemewahan. Pasti semua itu berasal dari Shaka, dia pasti yang menggoda Shaka dan memanfaatkan Shaka untuk diambil hartanya."
"Jadi apartemen mewah itu buat wanita lain? Terus selama ini dia pergi untuk menemui wanita lain?"
"Bener Kal, tetapi kamu harus tetap pertahanin rumah tangga kamu. Yang jadi masalah itu gadis ini bukan Shaka, gadis ini yang menggoda Shaka entah bagaimana caranya. Kamu harus ngalahin pelakor ini, dia cuma benalu di rumah tangga kamu. Kamu nggak boleh kalah."
Kalina mengangguk, "Iya Vie aku nggak akan kalah, gadis ini harus menyesal sudah pernah menggoda Mas Shaka."
"Bener, besok pagi juga kita labrak pelakor ini bareng-bareng."
"Iya, besok juga aku kesitu. Tapi Viere siapa nama wanita ini?"
"Arabella, panggilannya Ara."
Kalina meluruhkan senyumannya, Ara ini memang terlihat cantik. Dari penampilan dan pembawaannya Ara nampak seperti seseorang yang cerdas dan berkelas. Jujur saja Kalina memang pernah terkagum dengan paras Ara, tidak menyangka saja jika wanita itulah yang merusak rumah tangganya.
"Dia itu sekretarisnya Mas Shaka, dia kelihatan baik tapi ternyata bermuka dua."
"Oh sekretarisnya, pantes aja. Pasti dia godain suami kamu waktu di kantor."
__ADS_1
"Mas Shaka juga udah beberapa kali nggak pulang saat malem, jangan-jangan—"
"Jangan-jangan Ara selalu menggoda suami kamu dengan tubuhnya, makanya Shaka bisa sampai ngasih apartemen mewah untuknya."
"Bener, memangnya segampang itu morotin orang. Tapi Viere jangan sebarin ini dulu ya, aku nggak mau keluarga aku tahu."
"Iya Kal, tenang aja. Cuma kita yang tahu."
Kalina tidak ingin memberitahukan siapapun, karena ia tidak ingin kondisi rumah tanggnya terbongkar. Rumah tangganya ini sangat jauh dari kata indah.
Kalina sama sekali belum disentuh, tetapi suaminya justru mencari wanita lain. Hal itu tentu sangat memalukan bagi Kalina, seakan dirinya tidak bisa memuaskan Shaka.
Kalina tidak ingin saja menanggung malu.
...════════ ❁ཻུ۪۪ ═══════...
...Dont forget to click the vote button!...
...════════ ❁ཻུ۪۪ ═══════...
__ADS_1
Jika ada pertanyaan tuliskan saja di kolom komentar, terima kasih sudah mampir di cerita ini silahkan tunggu episode selanjutnya ^_^
And, see you.