Wanita Simpanan Tuan Shaka

Wanita Simpanan Tuan Shaka
14. Harus Siap Menyembuhkan Luka Sendiri.


__ADS_3

"Kamu masih berhubungan dengan Tuan Shaka?"


Ara mengangguk, sampai saat ini hubungan mereka tidak sama sekali renggang. Kemarin justru Ara meminta janji Shaka agar lelaki itu tidak akan meninggalkannya apapun yang terjadi di masa depan.


"Sudahi hubungan kalian!"


Ara menautkan kedua alisnya, ia tentu kebingungan dengan nada bicara ibunya yang tiba-tiba mengeras itu. Biasanya ibunya adalah orang nomor satu yang paling setuju saat ia bersama dengan Shaka, karena Shaka begitu menjadikan Ara seperti ratu. Tetapi mengapa sekarang ibunya tiba-tiba melarang seperti ini?


Memang beberapa waktu lalu ibunya mengatakan agar dirinya menjauhi Shaka, tetapi saat itu bukanlah larangan tetapi saran saja darinya.


"Ibu kenapa tiba-tiba ngomong gitu?"


"Setelah Tuan Shaka menikah, ibu tidak pernah bisa nyenyak tidur. Ibu mikirin kamu yang sampai saat ini masih berhubungan dengan Tuan Shaka. Ara, kamu itu satu-satunya harapan ibu, ibu nggak mau kamu nantinya hancur. Sekarang kamu menjalin hubungan dengan orang yang memiliki istri itu artinya kamu adalah orang ketiga Ara."


Ara menggeleng, ia sangat mencintai Shaka, rasanya akan sulit jika hidup tanpanya. Ara sudah terlanjut menggantungkan hidupnya pada Shaka.


"Ara bukan orang, Ara cuma-"


Mendadak Ara kehilangan kata, memang benar yang dikatakan ibunya dia adalah orang ketiga, meski mau mengelak seperti apapun.

__ADS_1


"Dari awal ibu udah nggak setuju kamu sama orang kaya, kasta kita berbeda Ara. Tetapi melihat ketulusan Tuan Shaka, ibu membiarkan kalian bersama. Tetapi sekarang Tuan Shaka sudah menikah, lalu kamu masih ingin tetap menjadi orang ketiga itu."


Tanpa sadar air mata Ara turun membasahi pipinya, ia memang tidak boleh melupakan fakta jika Shaka sudah menikah, wanita yang dinikahi lelaki itu bukanlah dirinya.


"Mungkin kamu bisa bilang Tuan Shaka sekarang hanya mencintai kamu, ibu juga bisa lihat bagaimana cintanya pada kamu. Tapi bagaimana dengan nanti? Tuhan maha membolak-balikkan hati Ara!"


Mungkin sekarang Shaka sangat mencintai Ara, ia memberikan semuanya pada Ara dan masih saja mencampakan Kalina yang jelas-jelas adalah istri sahnya. Tetapi itu adalah yang terjadi sekarang, lalu bagaimana dengan peristiwa yang akan terjadi nanti?


Apakah tahun depan Shaka masih akan mencintai Ara? Lalu tahun depannya lagi apakah masih sama? Begitu juga denga iya seterusnya. Kalina juga cantik, ia berasal dari keluarga terpandang dan tidak sama sekali kekuarangan uang. Apakah Ara yakin, jika Shaka tidak akan tergoda dengan Kalina yang sudah sah menjadi miliknya?


Ara semakin menangis sesenggukan, ia belum memikirkan sejauh itu. Ia masih memikirkan tentang yang terjadi sekarang, tetapi meski begitu kenangannya bersama Shaka itu panjang dan selama ini benar-benar membekas di hatinya.


"Sekarang kalian bertiga lagi sama-sama bingung, ke depannya gimana kalau mereka saling mencintai karena terbiasa bersama dan tinggal satu rumah. Di saat itu kamu adalah orang yang paling tersakiti, mereka saling mencintai dan memadu kasih bersama. Sedangkan kamu akan menyembuhkan luka kamu sendiri, ibu nggak mau itu terjadi Ara, ibu nggak mau!"


Ibu tentu ingin yang terbaik untuk Ara, ia tidak ingin sampai putrinya itu mengalami kesulitan karena terlarut dalam cintanya.


"Sekarang pun Ara rasa udah jatuh terlalu dalam pada Shaka." ucapnya dengan pelan.


Mau sekarang ataupun nanti, jika Shaka sampai berpaling maka Ara akan sangat sakit. Ia sudah menggantungkan seluruh hatinya dan jatuh terlalu dalam pada Shaka.

__ADS_1


Ara seharusnya sudah harus siap menerima konsekuensi jika dirinya nanti akan menjadi orang yang akan menyembuhkan lukanya sendiri, saat Shaka sudah menerima Kalina. Meski harapan Ara sangat besar agar Shaka tidak menerima Kalina.


"Enggak Ara, sekarang semuanya belum terlambat. Jika sampai kamu ketahuan menjadi selingkuhan maka sangsi sosial yang akan kamu tanggung sangat besar, sedangkan Tuan Shaka namanya tidak akan lebih buruk dari kamu karena hanya kamu yang akan dianggap penggoda. Hubungan kalian ini hanya akan merugikan kamu sepihak Ara, sudahi semuanya. Biarkan semuanya berjalan seperti alur takdir, jangan melawan takdir."


Ara tidak menjawab, ia hanya tenggelam dalam tangisannya.


"Kamu pikirin lagi Ara, ibu ngomong kaya gini buat kebaikan kamu. Ibu nggak mau sampai lihat kamu hancur."


"Mungkin memang mulai sekarang Ara nggak bisa memaksakan takdir."


Ara yang memenangkan hati Shaka, ia juga yang sudah jatuh cinta sangat dalam pada Shaka. Tetapi akhirnya Shaka harus menikah dengan Kalina, melalui hubungan pernikahan itu bukan tidak mungkin mereka akan benar-benar saling mencintai.


Keputusan yang harus segera diambil adalah menjauhi Shaka sebelum semuanya terungkap ke publik.


...════════ ❁ཻུ۪۪ ═══════...


...Dont forget to click the vote button!...


...════════ ❁ཻུ۪۪ ═══════...

__ADS_1


...Jika ada pertanyaan tuliskan saja di kolom komentar, terima kasih sudah mampir di cerita ini silahkan tunggu episode selanjutnya ^_^...


...And, see you....


__ADS_2