Wanita Simpanan Tuan Shaka

Wanita Simpanan Tuan Shaka
22. Mengadu.


__ADS_3

"Gimana keadaan kamu Kal?"


Pertanyaan itu berasal dari Viere yang baru saja datang untuk menjenguk Kalina, ia meletakan buah-buahan yang dia bawa, lalu selanjutnya duduk di kursi samping ranjang.


"Udah baik, tinggal nunggu infus habis aja."


Kalina sudah jauh lebih baik dari kemarin, ia sudah merasa sangat sehat dan pulih. Tetapi dokter mengatakan harus menunggu infus habis dahulu baru bisa pulang.


"Syukur deh kalau gitu Kal."


"Iya, lagian emang nggak parah juga kemarin."


"Kal aku mau ngomong serius soal Shaka."


Sebenarnya Viere juga tidak ingin memberitahukan Kalina pada saat Kalina masih di rumah sakit seperti ini, tetapi melihat Kalina yang sudah bisa duduk dan wajahnya tampak segar ini membuatnya ingin mengatakan itu sekarang. Lagi pula masalah ini cukup penting dan tidak bisa ditunda lagi untuk diperjuangkan dibicarakan.


"Ada apa Vie?"


Kalina tertarik dengan topik yang akan Viere bicarakan ini.


"Kemarin kan aku pindah ke apartemen di HN, terus aku lihat Shaka disana, dia dari parkiran masuk ke lobby. Apa kalian emang punya apartemen di HN?"


Kalina menggeleng, selama menikah orang tua mereka hanya menghadiahkan sebuah rumah yang selanjutnya mereka huni bersama. Adapun itu adalah apartemen pribadi milik Shaka, maka seharusnya Kalina tahu akan hal itu. Dia adalah istri dari Shaka dan hal besar seperti apartemen yang dimiliki Shaka tentu tidak boleh di rahasiakan dari Kalina.

__ADS_1


"Setahu aku nggak ada, tapi kemarin memang Mas Shaka nggak temenin aku di rumah sakit bahkan sampai malem. Tapi tadi pagi juga nggak kesini pas mama mertua telepon katanya dia mau ke kantor."


"Jangan-jangan Shaka nginep disana."


"Vie, coba deh bantu aku. Selidiki kalo Mas Shaka itu tinggal sama siapa disana. Aku pengen tahu dia disana ngapain dan sama siapa."


Sebagai sahabat sejati dari Kalina tentu Viere akan membantu Kalina, menyelidiki pun ia akan melakukan sebaik mungkin.


"Iya Ka, tenang aja. Semoga nanti semuanya baik-baik aja."


***


"Pagi, Sayang."


Saat Ara berangkat tadi pagi, Ara sudah meminta Shaka untuk menjenguk Kalina. Meski Ara tidak rela Shaka dengan Kalina tetapi takut Shaka akan dimarahi habis-habisan oleh kedua orang tuanya karena ia tidak menjenguk Kalina lagi.


Shaka sudah mengiyakan lalu Ara berangkat ke kantor, tetapi baru saja setengah jam Ara di kantor. Lelaki ini sudah muncul saja.


"Nggak jadi ke rumah sakit?"


Shaka hanya menggeleng seadanya.


"Nanti orang tua kamu marah."

__ADS_1


"Bagus dong, mereka harus tahu kalau pernikahan ini nggak seharusnya ada."


Kedua orang tua Shaka ini yang awalnya memaksa, seharusnya mereka sadar jika sesuatu yang dipaksakan itu tidak baik. Terlebih ini adalah mengenai pernikahan yang akan dijalani seumur hidup oleh anaknya. Seharusnya tidak perlu dicampurtangani seperti ini.


"Gimana kalau kita terang-terangan aja, biar mereka cepat sadar." ucap Shaka.


"Memangnya kamu siap, mendapatkan sangsi sosial sebagai lelaki yang menyelingkuhi istrinya."


Shaka mengangguk, tentu ia tidak masalah dengan hal itu. Shaka tidak pernah peduli dengan omongan orang di luar sana, mereka hanya tahu mencerca tanpa mengetahui dahulu keadaan yang terjadi sebenarnya seperti apa.


Tetapi yang menjadi masalah, biasa perselingkuhan dari dua orang akan lebih mencolok wanitanya yang dianggap penggoda dan selalu pihak wanita yang dihujat sedemikian rupa, padahal perselingkuhan itu adalah keinginan dua orang.


Meski di kasus ini Ara bukanlah wanita penggoda, karena sebenarnya yang terlebih dahulu datang adalah Ara bukan Kalina. Tetapi tetap saja orang-orang akan menilai lain, mulut mereka tidak akan bisa dibungkam. Hal inilah yang menjadi pertimbangan Shaka.


Kendala lainnya adalah hubungan keluarga orang tuanya dan keluarga orang tua Ara sama sekali tidak baik. Shaka hanya ingin melindungi Ara dari segala sisi.


...════════ ❁ཻུ۪۪ ═══════...


...Dont forget to click the vote button!...


...════════ ❁ཻུ۪۪ ═══════...


Jika ada pertanyaan tuliskan saja di kolom komentar, terima kasih sudah mampir di cerita ini silahkan tunggu episode selanjutnya ^_^

__ADS_1


And, see you.


__ADS_2