Wanita Simpanan Tuan Shaka

Wanita Simpanan Tuan Shaka
25. Dinner.


__ADS_3

Ara menaut dirinya di depan cermin, penampilanya sudah sempurna dengan dress satin yang memiliki punggung terbuka. Ara kali ini tidak membiarkan rambutnya terjuntai, melainkan ia mencepolnya di atas dengan hairpin berbentuk kupu-kupu, itu ia lakukan agar punggung indahnya nampak.


Malam ini Ara akan dinner bersama Shaka, dinner mereka waktu itu tidak jadi karena Kalina masuk ke rumah sakit. Semoga saja sekarang tidak ada halangan lagi.


[Shaka Sadewa]


Aku udah di depan Sayang.


Ara tidak menjawab pesan itu tetapi ia langsung  memasukkan ponselnya ke dalam tas dan beranjak dari sana. Begitu membuka pintu apartemen ia mendapati Shaka berdiri disana dengan sebuah buket berisi penuh dengan coklat di tangannya. Padahal Shaka ini sudah tahu pin masuk apartemen tetap malah menunggu di depan pintu.


Ara tentu saja senang mendapatkan itu, daripada bunga yang hanya bisa dilihat keindahannya, ia lebih memilih buket coklat seperti ini.


"Makasih,"


Ara meraih buket itu dengan senyuman menggembang, ia masuk dan meletakkannya di meja. Setelahnya Ara memakai higheels-nya baru keluar lagi.


"Kok pakaiannya kaya gitu?"


Memang pakaian Ara ini sedikit vulgar, ia menampakan bahu, punggung dan begitu ketat sehingga menampakan dengan jelas bagian-bagian tubuhnya yang menonjol. Sebenarnya Ara nyaman-nyaman saja dengan pakaian itu.


"Ini bagus kok,"


"Enggak!"


Shaka melepaskan jaket jeansnya, ia memakaikan itu pada Ara.

__ADS_1


"Nah gini baru bagus."


Ara mendengus tetapi tetap menurut saja.


Mereka berjalan ke bawah dengan Shaka menggandeng tangan Ara begitu erat, seolah jika dilepaskan Ara akan menghilang begitu saja.


Mobil Shaka melaju dengan kecepatan sedang, tidak membutuhkan lama ia menghentikan mobilnya di sebuah restoran bintang lima yang cukup terkenal di kalangan kaum elit.


Shaka membukakan pintu untuk Ara, "Silahkan tuan Putri."


Ara tersenyum geli dengan perlakuan Shaka, ia meraih lengan Shaka dan menggandengnya. Mereka berdua berjalan memasuki restoran itu.


Shaka sudah memesan sebuah ruangan privat untuk mereka berdua. Ada sofa memanjang lalu meja makan yang hanya memiliki dua kursi, di samping meja makan itu ada sebuah kaca besar yang memperlihatkan pemandangan di luar. Mereka akan makan sembari menikamti pemandangan malam di luar yang begitu indah.


Seolah sudah terbiasa dengan kemewahan seperti ini, Ara tidak nampak begitu terkagum, Shaka memang sudah beberapa kali mengajaknya makan malam di tempat semacam ini.


"Tapi pemandangan di depanku ini lebih indah." celetuk Shaka sembari terus memperhatikan Ara.


Celetukan itu tentu saja membuat Ara berbunga, Shaka ini selalu saja memiliki kalimat untuk menggambil hatinya.


Makanan mulai dihidangkan oleh pramusaji, ada dessert, makanan berat dan juga penutup. Meja makan itu penuh dengan hidangan, per sajian jumlahnya memang tidak terlalu banyak, tetapi ia nampak dibuat sangat cantik. Bagi koki masakannya adalah seni, jadi harus selalu secantik itu.


"Ayo Sayang makan." ajak Shaka, lelaki itu membukakan beberapa hidangan dan mendekatkan ke arah Ara.


Sedangkan sekarang Shaka mulai memakan hidangan, ia sudah kelaparan karena baru makan tadi pagi saja. Jadi wajar jika sekarang sudah terlalu lapar.

__ADS_1


Ara tidak memakan hidangannya, ia justru tetap memperhatikan Shaka. Menatap lekat setiap detail wajah lelaki itu, lelaki yang sudah bersamanya selama beberapa tahun ini.


Jika berbicara tentang kesetiaan, Ara berjanji akan tetap bersama Shaka hingga akhir hidupnya. Ara bisa berjanji seperti itu, karena melihat bagaimana perlakuan Shaka selama ini. Shaka sangat tulus dan selalu mengalah saat terjadi pertengkaran.


"Kamu janji kan nggak akan ninggalin aku?"


Mendengar pertanyaan itu Shaka menghentikan kegiatan makannya.


"Udah jangan ngelantur, cepet makan. Aku suapin nih!"


Ara menggeleng, "Jawab!"


"Iya Sayang, nggak akan pernah. Aku bakal sama kamu selamanya."


"Jangan ingkarin janji kamu ya."


Shaka mengangguk, cintanya kepada Ara juga tidak bisa ia gambarkan. Gadis ini sudah menghabiskan seluruhnya, Shaka ingin memberikan apapun kepada Ara selagi ia mampu. Termasuk kebahagiaan dan rasa aman.


...════════ ❁ཻུ۪۪ ═══════...


...Dont forget to click the vote button!...


...════════ ❁ཻུ۪۪ ═══════...


...Jika ada pertanyaan tuliskan saja di kolom komentar, terima kasih sudah mampir di cerita ini silahkan tunggu episode selanjutnya ^_^...

__ADS_1


...And, see you....


__ADS_2