Wanita Simpanan Tuan Shaka

Wanita Simpanan Tuan Shaka
15. Mereka Adalah Teman Lama.


__ADS_3

Viere memperhatikan kuku-kukunya yang sudah cantik, nail art warna-warni dengan tema emoticon itu Viere pilih untuk menghiasi kukunya. Tidak hanya kukunya saja yang barusan ia rawat, tetapi sebelumnya Viere sudah pergi ke salon untuk membuat rambutnya nampak lebih indah dan bervolume.


Hari minggu adalah hari yang paling Viere sukai, karena hari itu adalah hari dimana dirinya akan me time. Mengurus dua anak tanpa babysitter sangat merepotkan sehingga Viere meminta pada suaminya jika setiap hari minggu Viera harus memiliki waktu untuk dirinya sendiri.


Viere membutuhkan waktu untuk beristirahat sejenak dari rutinitasnya, agar ia bisa tetap waras dari kehidupan rumah tangganya. Suami Viere tentu tidak menolak, ia menyetujuinya dan membiarkan Viere pergi seorang diri kemanapun selama satu hari penuh di hari minggu.


Viere memasuki sebuah cafe, memesan satu buah hot latte lalu ia akan memilih tempat duduk. Saat melewati meja 25, Viere menghentikan langkahnya. Disana ada seorang wanita yang tidak asing di benak Viere.


"Arabella?"


Wanita yang tengah melamun itu langsung mengalihkan pandangan ke arah Viere.


"Vier!"


Mereka berdua berpelukan sebentar, sebelum Vier duduk di kursi depan Ara.


Ara dan Vier adalah teman SMP, mereka dulu sangat dekat dan masih memiliki kontak satu sama lain tapi seiring berjalannya waktu mereka sudah berjarak semakin jauh. Masih saling mengenal jika bertemu secara tidak sengaja seperti ini tetapi tidak pernah saling bertukar kabar.


"Ara kamu kok jadi cantik banget gini?"


Vier tidak hentinya memandang Ara dari atas sampai bawah.


Saat masih SMP Ara ini hidup serba kekurangan, tidak bisa membeli tas sekolah yang bagus, sepatu sudah jebol pun harus ia jahit. Pakaian Ara lusuh karena Ara tidak bisa membeli yang baru, gaji ibunya itu tidaklah terlalu banyak.


Sekarang sudah berbeda, Ara memiliki uang untuk merawat dirinya dan juga membeli barang-barang yang dia inginkan. Pakaian Ara ini bukan lagi pakaian bekas di pasar loak tetapi kini kebanyakan memiliki harga seratus ribu ke atas.

__ADS_1


"Biasa aja lah, kamu apa kabar Vier?"


"Baik dong, aku udah menikah punya dua buntut. Kamu gimana? Pasti nikah kan terus dapat suami kaya raya?"


Ara tersenyum miris, dulu memang ia dan Viere saat sekolah selalu membahas untuk menikah muda dan mendapatkan suami kaya raya tetapi nyatanya sekarang Ara hanya bisa menjadi simpanan yang entah nanti akan berakhir bahagia atau tidak.


"Enggak Viere, aku belum nikah."


"Loh beneran?"


"Iya, doain aja ya."


Viere mengangguk mantap, ia dan Ara dulu bersahabat dekat, meski itu bertahun-tahun lalu tetapi sekarang tentu pertemanan itu tidaklah boleh sampai putus.


*** 


"Kamu mau kemana, Mas?"


Pertanyaan itu Kalina lontarkan karena ia melihat Shaka sudah mandi dan juga wangi. Meski lelaki itu hanya mengenakan sweater dan juga celana pendek tetapi Kalina tetap curiga.


Kamar mereka terpisah, sedari malam Shaka mengunci pintu kamarnya bahkan saat Kalina mengetuk pintu mengajaknya sarapan Shaka tetap tidak bergeming. Kalina membiarkannya, karena mungkin saja Shaka kelelahan dan harus menghabiskan akhir pekannya dengan tidur hingga siang.


"Keluar,"


Kalina selalu mencoba bersabar tetapi nyatanya memang Shaka ini terus menerus menguji kesabarannya. Pantaskah, seorang suami hanya memberikan jawaban yang sebegitu singkat pada istrinya.

__ADS_1


"Mas ini kan weekend, aku minta waktu dong buat kita berdua."


"Aku sibuk."


"Sibuk apa? Nggak usah bohong sama aku, aku cuma minta waktu sebentar Mas."


Cinta ada karena terbiasa, itulah yang Kalina pegang. Tidak masalah saat ini Shaka tidak menyukainya tetapi Kalina memastikan nanti Shaka akan bertekuk lutut memintanya untuk bersama-sama. Tetapi kebersamaan itu meski harus dibangun sedikit demi sedikit Kalina akan melakukannya, demi keutuhan rumah tangganya.


Shaka lanjut melangkahkan kakinya, ia tidak memperdulikan lagi kalimat Kalina.


Melihat Shaka sudah hilang dari pandangannya Kalina tidak ingin tertinggal, ia mengejar Shaka. Membututi mobil lelaki itu, sengaja mengambil jarak yang lumayan jauh agar tidak ketahuan.


Sayangnya Kalina kehilangan jejak, Shaka sepertinya sadar jika sedang diikuti sehingga ia segera mempercepat laju mobilnya. Kalina sudah tidak berhasil mengejarnya.


"Kamu kenapa sih Mas, dimintain waktu aja nggak mau."


...════════ ❁ཻུ۪۪ ═══════...


...Dont forget to click the vote button!...


...════════ ❁ཻུ۪۪ ═══════...


...Jika ada pertanyaan tuliskan saja di kolom komentar, terima kasih sudah mampir di cerita ini silahkan tunggu episode selanjutnya ^_^...


...And, see you....

__ADS_1


__ADS_2