Wanita Simpanan Tuan Shaka

Wanita Simpanan Tuan Shaka
13. Hargai Aku Sedikit Saja.


__ADS_3

"Bisa-bisanya ya kamu keluar kota nggak bilang sama aku? Kemarin tuh mama kesini, untung aja mama percaya sama kebohongan aku."


Kalina tidak bisa lagi menahan untuk mengungkapkan emosi di hatinya, begitu melihat Shaka memasuki rumah mereka tentu saja yang dilakukan Kalina adalah memarahi lelaki itu. Meski Shaka nampak acuh tak acuh dengan hal yang Kalina ucapkan.


"Mas aku ini istri kamu, bisa nggak sih sedikit aja kamu hargain aku?"


"Hp ku mati."


Jawaban singkat itu sama sekali tidak membuat Kalina lega, jawaban macam apa itu, begitu singkat dan tidak ada penjelasan sama sekali apalagi kata maaf disana.


"Mas, seharusnya pengantin baru kaya kita itu harmonis bukannya tiap hari bertengkar seperti ini? Apa sih salahku sampai kamu kaya gini ke aku? Aku salah apa?!"


Kalina tidak akan diam saja saat diperlakukan seperti ini oleh Shaka, ia akan terus mendesak untuk mendapatkan hak nya sebagai istri.


"Aku udah pernah bilang, ini tidak akan menjadi pernikahan yang sebenarnya."


"Apa sih kamu tuh, jelas-jelas kita udah sah dimata agama dan negara! Masih bisa-bisanya ya bilang kaya gitu, kamu nggak mikirin gimana sakit hatinya aku?"


Jika dibandingkan bisa dibilang Shaka juga sakit, ia tidak menginginkan pernikahan ini berakali-kali menolak tetapi nyatanya pernikahan ini tetap dilaksanakan padahal Shaka sama sekali tidak setuju.


Baginya pernikahan adalah ikatan yang sakral, ia hanya ingin menghabiskan kehidupan pernikahannya ini dengan orang yang sangat ia cintai yaitu Arabella. Shaka harus menerima jika ia belum bisa bersatu dengan Ara dan justru menikah dengan wanita lain yang baru saja ia kenal.


Shaka sudah berjanji pada dirinya sendiri dan mengatakan juga pada Kalina jika mereka tidak akan menjadi pasangan sesungguhnya, karena hati Shaka tidak berada di wanita itu.

__ADS_1


"Lebih baik segera sudahi saja pernikahan tanpa cinta ini."


Kalina dibuat terkejut dengan ucapan Shaka itu.


"Kamu bisa bilang belum cinta sama aku, mungkin itu sekarang saja. Kita lihat nanti siapa yang akan memohon-mohon dibawah kakiku karena sangat mencintai aku. Lihat saja Mas aku akan buat kamu bertekuk lutut sama aku!"


Shaka terkekeh, angan Kalina ini terlalu tinggi. Ia semakin paham dengan watak Kalina yang sebenarnya, yaitu wanita yang tidak ingin dikalahkan siapapun dan juga menginginkan apapun keinginannya untuk segera dituruti.


Tidak ingin lagi meladeni Kalina, kini Shaka melangkahkan kakinya pergi dari tempat itu beranjak sejauh mungkin dari hadapan Kalina.


"Mas mau kemana? kita belum selesai loh Mas! Kabur terus ya setiap dimintain penjelasan!"


***


Ara baru saja selesai mengupas buah-buahan di meja tetapi rupanya sudah ada tamu yang minta dibukakan pintu, Ara segera menyimpan pisau dan mencuci tangannya. Selanjutnya ia membuka ikatan rambutnya dan beranjak ke pintu depan guna membuka pintu.


Setelah pintu dibuka, nampaklah sosok ibunya disana.


"Ibu, masuk Bu."


Ibunya itupun masuk ke dalam apartemen Ara, Ibu selalu lega saat mendapati kehidupan Ara ini cukup baik dengan ditolong oleh Shaka. Ara tidak pernah menyembunyikan apapun pada ibunya. Ia akan selalu bercerita, jadinya ibunya ini tahu jika Ara memiliki sebuah unit apartemen dari Shaka.


"Ibu mau minum apa? Ara buatin ya."

__ADS_1


Saat Ara akan membuatkan minum, ibunya itu meraih tangan Ara dan memintanya untuk duduk. Ibu memang jarang mengunjungi Ara, kecuali jika ada masalah yang sangat mendesak saja, selebihnya tidak akan. Karena itu juga Ara menjadi was-was dengan maksud ibunya datang kesini.


"Ibu baru aja minum, Sayang. Sini duduk."


Ara menurut dan duduk di samping ibunya.


"Ibu ada apa kok sampai datang kesini?"


"Kamu masih berhubungan dengan Tuan Shaka?"


Ara mengangguk, sampai saat ini hubungan mereka tidak sama sekali renggang. Kemarin justru Ara meminta janji Shaka agar lelaki itu tidak akan meninggalkannya apapun yang terjadi di masa depan.


"Sudahi hubungan kalian!"


Ara menautkan kedua alisnya, ia tentu kebingungan dengan nada bicara ibunya yang tiba-tiba mengeras itu. Biasanya ibunya adalah orang nomor satu yang paling setuju saat ia bersama dengan Shaka, karena Shaka begitu menjadikan Ara seperti ratu. Tetapi mengapa sekarang ibunya tiba-tiba melarang seperti ini?


...════════ ❁ཻུ۪۪ ═══════...


...Dont forget to click the vote button!...


...════════ ❁ཻུ۪۪ ═══════...


...Jika ada pertanyaan tuliskan saja di kolom komentar, terima kasih sudah mampir di cerita ini silahkan tunggu episode selanjutnya ^_^...

__ADS_1


...And, see you....


__ADS_2