
Pagi sudah menjelang tetapi Kalina sama sekali tidak bisa memejamkan matanya, ranjang king size itu hanya berisi dirinya seorang. Tidak ada Shaka sang sumai karena memang mereka berada di kamar yang terpisah.
Setelah tadi malam Viere memberitahukannya tentang perselingkuhan Shaka, Kalina tidak hentinya menangis. Ia baru saja akan membuat keluarga bahagia tetapi harus sekali dihadapkan pada kenyataan yang benar-benar menghancurkannya.
Kalina sudah puas menangis hingga wajahnya sembab dan matanya bengkak. Kehancuran rumah tangganya itu di depan matanya, tetapi masihlah terbit asa yang mengatakan bahwa rumah tanggannya masih bisa diselamatkan.
"Rumah tangga kita masih bertahan, kita perbaiki semua ini, Mas."
Kalina bangkit dari ranjang, ia pergi ke kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya. Hanya memerlukan waktu sebentar untuknya mandi. Setelah selesai berganti baju Kalina pergi ke dapur, ia memang tidak bisa memasak tetapi akan mencoba membuat sarapan untuk Shaka.
Kalina mengoleskan selai pada roti tawar, lalu setelahnya ia memasukan ke dalam alat pemanggang roti. Kalina juga membuatkan jus buah sehat untuk Shaka.
Tidak membutuhkan waktu lama bunyi Ting! Pertanda roti sudah matang pun muncul. Kalina mengambilnya dan menata di meja, tidak lupa ia menyiapkan sayur salad yang ada di lemari pendingin. Kalina memberikan mayonaise disana dan menyajikannya di atas meja makan.
Pada pukul setengah tujuh Shaka turun sudah lengkap dengan setelan jas-nya.
"Mas sarapan dulu, aku udah buatin roti panggang." ujarnya dengan penuh semangat.
Meski hatinya sangat sakit tetapi Kalina tetap memaksakan sebuah senyuman. Kalina juga tidak peduli jika Shaka sudah jahat padanga, sekarang ia hanya perlu mengambil hati Shaka.
"Nanti aja di kantor."
Shaka sama sekali tidak melihat hidangan di meja, lelaki itu berlalu begitu saja hingga membuat air mata Kalina kembali menentes.
"Mas! Aku kurang apa sih? Kenapa kamu tega banget sama aku!"
__ADS_1
Shaka menghentikan langkahnya, ia berbalik dan menatap Kalina dalan diam.
"Selama ini aku berusaha untuk menjadi istri yang baik, tetapi mengapa kamu selalu membeciku, memangnya aku harus bagaimana lagi agar kamu mau menerima aku dan membuat keluarga kita sempurna?"
Shaka sedikit tersentuh, terlebih wajah Kalina memang terlihat sembab dan menyedihkan. Shaka menjadi tidak tega, benar juga selama ini ia selalu mencampakkan Kalina. Tetapi kembali ke awal lagi, jika pernikahan ini memang tidak seharusnya ada, karena semua orang akan menjadi korban.
"Berhenti berharap sama sesuatu yang nggak pasti, aku nggak bisa janjiin apapun ke kamu, apalagi soal rumah tangga ini." Kali ini nada bicara Shaka rendah, tidak dingin seperti biasanya
"Ini kan pernikahan kita, gimana bisa kamu bilang kaya gitu ke aku? Aku ini istri kamu! Aku berhak mendapatkan hak aku sebagai seorang istri, mulai dari nafkah lahir maupun batin."
Selama ini Shaka tidak pernah menyentuh Kalina, Kalina ini masih perawan meski sudha lebih dari satu bulan menikah. Mereka bahkan belum pernah tidur dalam satu ranjang yang sama selama ini.
Kalina menginginkan Shaka, ia ingin menjadi istri yanh sesungguhnya bukan istri yang tidak jelas seperti ini.
"Mau atas kehendak kamu atau tidak itu bukan menjadi masalah, yang namanya pernikahan itu aku istri kamu suami. Aku punya kewajiban atas kamu, kamu juga punya kewajiban atas aku. Kamu nggak bisa bersikeras untuk nolak aku karena nyatanya kita terikat dalam sebuag pernikahan yang sah. Jangan lari dari tanggung jawab kamu Mas!"
Shaka memang tidak bisa mengelak dari pernyataan Kalina itu, tetapi ia adalah seorang lelaki yang tengah berusaha memegang kesetiaannya.
Lelaki jika tidak setia maka tidak pantas disebut lelaki.
Shaka pernah berjanji pada Arabella, jika yang ada dihatinya hanyalah gadis itu seorang. Shaka berusaha untuk tetap menepati janji itu, karena ia sudah menghabiskan seluruh hatinya untuk Ara.
Shaka akan memberikan apapub ke Ara, dan tidak menyentuh Kalina adalah salah satu bukti janji kesetiaannya meski Kalina adalah istri sah nya.
Shaka memang menjaga hati untuk Ara, tetapi di satu sisi hal itu tentu menyakiti Kalina. Kalina terus menerus menuntut tentang dirinya yang merupakan tanggung jawab Shaka, Kalina menginginkan lelaki itu seutuhnya.
__ADS_1
"Memang pernikahan ini tidak seharusnya terjadi, lebih baik segera kita akhiri sebelum semuanya terlalu rumit."
"Nggak bisa! Aku mau perjuangin rumah tangga kita."
"Terserah kamu, tetapi semua itu akan sia-sia, aku nggak akan merubah kalimatku sama sekali."
Shaka akan teguh pada pendiriannya, ia tidak akan menghianati Ara dan suatu saat akan menjadikan wanita itu sebagai ratunya.
Sedangkan Kalina juga tidak ingin kalah, ia ingin menang dan menjadi istri Shaka yang sebenarnya. Dari awal Kalina memang yang menginginkan pernikahan ini, paksaan dari ayah Kalina untuk keluarga Shaka juga berasal dari Kalina itu sendiri. Dan itu tentu tanpa sepengetahuan Shaka.
Entah lelaki itu akan membenci Kalina atau tidak jika ia tahu Kalinalah yang memaksa ayahnya melakukan perjodohan antara mereka berdua.
"Aku akan mendapatkan kamu Mas, lihat aja nanti!"
Shaka melangkah pergi, ia sama keras kepalanya dengan Kalina. Jadi tidak ingin membuat pertengkaran ini semakin menjadi.
...════════ ❁ཻུ۪۪ ═══════...
...Dont forget to click the vote button!...
...════════ ❁ཻུ۪۪ ═══════...
Jika ada pertanyaan tuliskan saja di kolom komentar, terima kasih sudah mampir di cerita ini silahkan tunggu episode selanjutnya ^_^
And, see you.
__ADS_1