Wanita Simpanan Tuan Shaka

Wanita Simpanan Tuan Shaka
06. Awal Mula Dari Semuanya.


__ADS_3

"Ini bukan yang pertama kalinya, keluarga Bayu meminta perjodohan ini tetap dilakukan."


Shaka mengepalkan tangannya mendengarkan hal itu, saat ini ia tengah pusing memikirkan sahamnya yanh menurun drastis tetapi malah ditambah dengan kedatangan ayahnya ke ruangannya.


"Aku udah udah bilang nggak setuju, Pa."


Memang bukan pertama kalinya ayahnya mengajukan hal itu, Shaka juga sudah menolaknya. Tetapi ayahnya itu tetap saja mengejarnya untuk memenuhi permintaannya.


Sebenarnya bukan cuma ayahnya saja, ayah dari Kalina juga sudah berbicara padanya tentang perjodohan itu. Shaka sudah menolaknya dengan halus, mengingat mereka baru saja akan menjalin kerjasama antar dua perusahaan. Shaka sudah berusaha agar tidak menyinggung siapapun, tapi kenyataannya ayah Kalina justru terus mendesak untuk menyetujui perjodohan itu.


"Kalina itu cantik, dia baru saja akan mulai ikut terjun ke perusahaan yang artinya dalam waktu dekat dia akan menjadi wanita karir. Lalu apalagi yang kurang?"


Shaka diam, ia memiliki seorang kekasih, itulah alasan Shaka menolak perjodohan itu. Shaka tegas akan masa depannya, ia menginginkan hanya kekasihnya yang akan menjadi istrinya bukan wanita lain. Sekalipun Kalina ini seperti apapun latar belakangnya.


"Shaka punya alasan sendiri."


"Apa alasan kamu? Jangan-jangan kamu masih berhubungan dengan anak dari Firman itu?"


Shaka tidak menjawabnya, tetapi amarah kini sudah bergejolak di hatinya. Shaka tidak bisa mengelak jika kedua orang tuanya ini sangat membenci keluarga Ara, karena sebuah kesalahpahaman di masa lalu.


Selama ini Shaka selalu menyembunyikan hubungannya dengan Ara, bahkan tidak memberitahu ayahnya jika Ara sekretarisnya itu adalah kekasihnya. Mereka tidak tahu jika Ara adalah putri dari Firman yang mereka benci. Shaka menyembunyikan itu dengan rapat demi bisa terus bersama dengan Ara.


"Shaka udah dewasa, jadi Shaka mohon, hormati keputusan Shaka."

__ADS_1


"Ini bukan pilihan buat kamu, tetapi ini adalah takdir buat kamu. Jika kalian tidak jadi menikah papa yakin Bayu akan mencabut kerjasama kita, berapa kerugian dari proyek kamu jika sampai tidak jadi berjalan?"


"Nggak papa, Shaka terima kerugiannya tapi tidak untuk pernikahan ini."


"Shaka!"


"Seumur hidup terlalu lama untuk Shaka habiskan bersama orang yang tidak Shaka sukai."


Ayahnya terdiam, memang benar yang Shaka ucapkan. Tetapi dengan kondisi saham perusahaan yang tengah menurun lalu ditambah lagi dengan batalnya kerjasama antar perusahann ini, maka bisa saja Tecno sudah tidak memiliki masa depan lagi. Jika saham tidak sedang se-turun sekarang maka pembatalan kerjasama masih bisa ditutupi, tetapi sekarang keadaan yang terjadi adalah sebaliknya.


"Perusahaan ini adalah perusahaan keluarga, dibangun dahulu kala oleh opa kamu. Kamu nggak bisa sedikitpun bantu dengan melakukan pernikahan ini? Jika perusahaan ini hancur, bagaimana bisa papa sanggup menghadap opa kamu di sana?"


"Pernikahan itu sakral, Shaka nggak mau menikah dengan sembarang orang."


Berapa banyak karyawan dan buruh pabrik milik perusahaannya yang akan dipecat, begitu juga dengan Ara yang akan kehilangan pekerjaan. Jika tidak memiliki uang banyak maka Shaka tidak akan bisa membantu Ara membeli kebutuhannya. Realistis saja uang bukanlah segalanya, tetapi segalanya membuntuhkan uang.


"Kalina bukanlah wanita buruk, perjodohan ini akan tetap dilakukan meski kamu tidak setuju." itu adalah kalimat terakhir ayahnya, sebelum beranjak meninggalkan ruangan Shaka.


Prang,


Shaka menjatuhkan berkas di meja hingga berserakan di lantai, napasnya sudah naik turun tidak beraturan. Shaka terlihat semakin kepayahan bernapas, saat itu juga sebuah uluran tangan memberikan inhealer padanya. Itu adalah Ara. Dengan sigap Ara langsung membuka semua jendela agar sirkulasi udara semakin lancar.


Setelah beberapa saat Shaka sudah menjadi lebih baik.

__ADS_1


"Ada apa kok sampai kambuh?" tanya Ara sembari menyeka keringat Shaka yang bercucuran.


Shaka memiliki asma kronis yang membuatnya harus sangat menjaga diri, tidak bisa terlalu kelelahan dan tidak bisa terlalu menyalurkan emosinya jika tidak ingin asmanya kambuh.


"Masalah perjodohan."


Shaka selalu mengatakan semuanya pada Ara, apapun masalah yang ia miliki selalu ia ceritakan pada Ara. Bahkan saat pertama kali ayahnya mengatakan akan melakukan perjodohan dengan Kalina.


Ara merundukkan pandangannya, hatinya tentu sakit mendengar hal itu.


"Nggak usah terlalu dipikiran, kasian tubuh kamu."


"Aku bodoh Sayang, aku nggak punya pilihan lain, menolak pun bukanlah pilihan yang bagus."


"Pasti ada jalan yang terbaik di depan sana, kita jalani aja dulu."


...════════ ❁ཻུ۪۪ ═══════...


...Dont forget to click the vote button!...


...════════ ❁ཻུ۪۪ ═══════...


...Jika ada pertanyaan tuliskan saja di kolom komentar, terima kasih sudah mampir di cerita ini silahkan tunggu episode selanjutnya ^_^...

__ADS_1


...And, see you....


__ADS_2