Wanita Simpanan Tuan Shaka

Wanita Simpanan Tuan Shaka
20. Kecurigaan.


__ADS_3

Ara pulang dari kantor dengan semangat yang sudah menurun, menjenguk Kalina rupanya bukan hal yang baik untuk moodnya. Buktinya sekarang Ara berhasil sangat kesal, jika dari pengakuan Kalina tadi, ia adalah orang yang sangat beruntung dan memiliki seorang suami yang sangat mencintainya.


Ara semakin tidak bisa berpikir jernih, kemarin Shaka membatalkan makan malam mereka karena Shaka akan membawa Kalina ke rumah sakit, lalu lelaki itu juga tidak masuk kantor karena menjaga Kalina bahkan pesan dari Ara sedari tadi tidak dibalas oleh lelaki itu.


Bisikan akan kemungkinan terburuk jika Shaka sudah mulai jatuh cinta pada Kalina tentu tidak bisa lepas dari pikiran Ara, itu membuatnya semakin overthingking.


"Mbak, sudah sampai."


Kalimat dari sopir taksi online itu membuat dirinya terkejut, sangking asyiknya melamum sampai tidak sadar jika dirinya sudahlah tiba. Ara memberikan bayaran taksi online lalu langsung beranjak untuk turun.


Begitu sampai di apartemennya, Ara mendapati meja makannya sudah ada masakan. Masakan itu sederhana karena memang bahan yang ada di kulkasnya hanyalah tersisa itu, Ara belum belanja untuk minggu ini.


Ara langsung berjalan ke arah dapur, disana Shaka terlihat tengah membuat kopi. Rambut lelaki itu basah dengan handuk yang tersampir di bahunya. Shaka sepertinya tidak menyadari kedatangan Ara.


"Kok kamu disini Mas?"


Shaka menoleh, "Udah pulang Sayang?"


Ara mengangguk.


"Kenapa kamu disini dan nggak bisa dihubungi dari pagi?"

__ADS_1


"Hp-ku mati,"


"Udah dari tadi disini?"


Jika menurut pengakuan Kalina, maka Shaka pulang tadi siang untuk membersihkan diri saja. Tetapi lelaki ini sudah mandi dan juga memasak beberapa hidangan, sepetrtinya sudah datang sedari tadi.


"Dari pagi."


Ara mengernyitkan dahinya, "Loh beneran?"


Shaka mengangguk, memang tadi setelah Kalina marah dan membanting mangkuknya, Shaka memanggil suster lalu meninggalkan Kalina begitu saja. Shaka sudah tidak peduli lagi biarpun Kalina hanya sendirian tanpa ada yang menjaga.


"Iya Sayang."


Bahkan pada ibunya sendiri saja Kalina mengaku jika semuanya baik-baik saja, Kalina ingin menyembunyikan semuanya dan berusaha menjadi istri yang baik untuk Shaka.


***


"Loh Honey bukannya itu suaminya temen kamu yah?"


Pertanyaan itu berasal dari Darren yang tengah mengeluarkan barang-barang dari mobil bersama Viere.

__ADS_1


Hari ini mereka mengemasi barang dan memindahkannya di tempat baru, yaitu apartemen yang disewa dari bibi Darren. Apartemen itu memiliki beberapa jenis hunian, ada tingkat standart, deluxe dan suite. Darren dan Viere menepati hunian yang memiliki tingkat standart atau yang paling rendah, tetapi itu masih bisa dibilang cukup mewah dibanding rumah sewa mereka sebelumnya.


"Eh itu suaminya Kalina ya, kayaknya."


Shaka tengah berjalan menuju mobilnya, lelaki itu masuk ke dalam mobil dan mengambil sesuatu. Setelahnya Shaka terlihat kembali lagi ke lobby apartemen.


"Bukannya kamu bilang temen kamu Kalina itu lagi sakit, terus kenapa suaminya ada disini?"


"Hm, lumayan aneh ya kalau dia justru disini sedangkan Kalina lagi sakit."


"Iya aneh banget, mereka bukannya punya rumah sendiri ya, terus ngapain dia tinggal di apartemen."


"Ini mencurigakan kita harus selidiki Mas, jangan-jangan dia aneh-aneh."


...════════ ❁ཻུ۪۪ ═══════...


...Dont forget to click the vote button!...


...════════ ❁ཻུ۪۪ ═══════...


...Jika ada pertanyaan tuliskan saja di kolom komentar, terima kasih sudah mampir di cerita ini silahkan tunggu episode selanjutnya ^_^...

__ADS_1


...And, see you....


__ADS_2