Wanita Simpanan Tuan Shaka

Wanita Simpanan Tuan Shaka
19. Kalina Menutupi Keadaan Rumah Tangganya.


__ADS_3

[Arabella]


Kamu hari ini nggak masuk?


Pesan dari Ara itu tidak sempat Shaka balas karena ponselnya sudah keburu mati kehabisan daya. Shaka baru saja ingin bangkit tetapi seorang suster memanggilnya.


"Maaf Bapak ibu Kalina meminta Bapak untuk masuk,"


Shaka menghela nafas, seharusnya ia sudah pulang sedari tadi pagi tetapi ibu dan ibu mertuanya justru pulang ke rumah mereka, sehingga mau tidak mau Shaka harus menjaga Kalina.


Shaka memang sedari semalam hanya menunggui diluar, sama sekali tidak menemui Kalina dan memastikan kondisi istrinya itu.


Membuka pintu perlahan, nampaklah Kalina yang tengah terbaring di ranjang psakitan dengan caira infus yang menusuk tangannya. Kalina terlihat pucat pasi tetapi dia memaksakan seulas senyum untuk menyambut kedatangan Shaka.


"Ada apa?"


Meski kondisi Kalina tidak terlihat baik, tetapi Shaka tetap menggunakan nada dingin terhadapnya. Tidak ada kalimat manis dan hangat sama sekali.


"Udah waktunya sarapan dan minum obat, tapi tangan aku masih lemas buat makan deh Mas. Bisa tolong bantu aku nggak?"


"Kan tadi ada suster, kenapa nggak minta bantuan suster?"


Tadi suster memang mengantarkan makanan ke ruang rawat Kalina, suster itu keluar bersamaan dengan meminta Shaka untuk masuk.


"Mas kan aku punya suami, kenapa aku harus minta bantuan ke orang lain?"


Shaka malas berdebat, Kalina juga tengah sakit, lelaki macam apa dia kalau sampai berdebat dengan orang yang tengah lemah.


"Aku panggilin suster,"


Meski tidak ingin berdebat tetapi Shaka tetap tidak ingin untuk menyuapi Kalina. Shaka tidak ingin membuat Kalina berharap akan pernikahan mereka.


Prangg,


Kalina justru membanting nampan berisi mangkuk bubur dan juga gelas itu ke lantai, ia pecah berkeping-keping bersama dengan tangis Kalina.

__ADS_1


"Aku ini istri kamu, sedikit aja bisa nggak sih buat hargain aku? Aku cuma minta di suapin makan, tapi kamu nggak mau."


Shaka terkekeh, mau bagaimanapun Kalina memaksa ia akan berusaha teguh akan pendiriannya. Lelaki itu tidak ingin rumah tangganya dengan Ara utuh, ia ingin semua ini segera berakhir.


"Selalu ingin dimengerti tetapi kamu sendiri nggak bisa mengerti." ucap Shaka.


Setelah mengucapkan kalimat itu Shaka melangkahkan kakinya pergi, meninggalkan Kalina yang masih diselimuti amarah.


***


"Ara!"


Panggilan itu membuat Ara menoleh, di dapatinya Dena dan Syaila yang sudah bersiap-siap memakai jaket mereka.


"Kalian mau kemana?"


"Mau jenguk istrinya Tuan Shaka, katanya kan masuk rumah sakit. Ayuklah sekalian." Ajak Dena.


Ara tentu saja sama sekali tidak terpikir untuk menjenguk Kalina, selain dapat membuat hatinya kesal, apalagi sepertinya Shaka tengah menjaga istrinya itu.


"Aku nanti aja deh,"


Mendengar kabar dari istri pimpinan mereka yang tengah sakit tentu banyak yang ingin menjenguk, entah itu adalah niat tulus, ikut-ikutan atau bahkan yang memiliki niat lain.


"Yaudah deh,"


Ara yang memiliki posisi kerja oaling dekat dengan Shaka tentu akan menjadi aneh jika dirinya tidak datang menjenguk Kalina.


Mereka berangakat dengan mobil Syaila, mereka membawa bingkisan buah untuk pergi ke rumah sakit.


Hanya sekitar dua puluh menit saja mereka sudah sampai di rumah sakit, segera menuju ke resepsionis untuk mencari nama pasien. Setelah mengetahui ruangannya mereka langsung bergegas ke sana.


Begitu mereka tiba di ruangan ternyata tidak ada Shaka, hanya ada Kalina dan ibu Kalina.


"Bu Kalina gimana keadaannya, udah membaik kan?" kalimat basa-basi itu berasal dari Ara.

__ADS_1


Untung saja Shaka sedang tidak ada disini sehingga Ara tidak terlalu canggung dan tetap bisa berakting sebaik mungkin untuk menutupi kekesalan hatinya.


Dengan senyuman hangat Kalina menjawab pertanyaan Ara.


"Sudah lebih baik dari kamarin, "


"Bu Kalina sakit apa?" tanya Syaila.


"Asam lambung naik, telat makan aja kok." jawabnya.


"Kalina ini memang suka pilih-pilih sama makanan, kemarin Shaka lagi sibuk kerja jadinya ya gitu sampai lupa makan." itu adalah kalimat dari Ibu Shaka.


"Mas Shaka udah perhatiin aku kok Ma, tapi aku aja yang emang nggak nafsu makan."


Kalimat itu membuat senyuman Ara meluruh.


"Ngomong-ngomong Tuan Shakanya dimana, Bu?"


"Mas Shaka lagi pulang buat bersih-bersih, dari kemarin dia nggak pulang. Semaleman malah nggak tidur nungguin aku. Iya kan Ma?"


Ibu Kalina mengangguk, ia juga tidak tahu kejadian yang terjadi tadi pagi. Karena saat tiba di rumah sakit, Shaka sudah tidak ada dan Kalina mengatakan Shaka tengah pulang untuk membersihkan diri.


"Wah romantis banget ya Tuan Shaka," ungkap Dena.


"Iya udah kelihatan kalau Shaka itu penyayang, untung banget ya Kalina yang bisa mendapatkan hati Shaka."


"Mama bisa aja,"


Ara sudah tidak menunjukkan suaranya lagi, meski ia tengah tersenyum tetapi hatinya tidak sedang baik-baik saja. Kenyataan jika orang yang tengah terbaring di depannya ini adalah istri dari Shaka tentu sangat melukai hatinya.


...════════ ❁ཻུ۪۪ ═══════...


...Dont forget to click the vote button!...


...════════ ❁ཻུ۪۪ ═══════...

__ADS_1


...Jika ada pertanyaan tuliskan saja di kolom komentar, terima kasih sudah mampir di cerita ini silahkan tunggu episode selanjutnya ^_^...


...And, see you....


__ADS_2