![WARIS [ END ]](https://asset.asean.biz.id/waris---end--.webp)
Meski Mayang masih tidak sepakat dengan anggapan ibunya. Namun, keris itu terlanjur bersemayam di dalam keningnya. Mayang belum tahu cara untuk mengeluarkannya. Di sisi lain, ia pun tidak ingin bersitegang dengan bangsa jin. Dia khawatir jika ia menyingkirkan keris pemberian mereka, kaum jin akan membuat perhitungan kepadanya dan juga kepada kedua orang tuanya.
"Hah, sudahlah, biarkan dulu untuk sementara waktu!" gumam Mayang.
...🌟🌟🌟...
Keesokan harinya, Mayang kuliah seperti biasa. Hari-hari yang tidak bisa dibilang membosankan dan tidak juga menyenangkan. Biasa saja, Mayang bersemangat untuk berangkat karena ingin cepat lulus dan membuka usahanya sendiri. Lain halnya dengan Bayu, salah satu teman dekat Mayang semenjak duduk di sekolah dasar. Ia dan Mayang berhasil masuk ke universitas dan jurusan yang sama. Bedanya, Bayu melalui jalur prestasi. Sementara Mayang, melalui jalur reguler, itu pun setelah mencapai kesepakatan dengan kedua orang tuanya.
"Tumben kelihatan lesu?" sapa Bayu sembari menyambar jus jambu milik Mayang.
"Bay, kapan ya kita lulus? capek banget otakku."
"Hadeh, katanya mau buka usaha. Kudu pinter dulu otakmu, biar gak ditipu anak buahmu."
"Gampang masalah itu, kamu nanti jadi tangan kananku, kamu yang kelola usahaku!"
"Enak saja."
"Emangnya kamu gak mau?"
"Emm... aku pertimbangkan dulu deh."
"Etdah, belum juga sukses, udah belagu."
Bayu tertawa terbahak-bahak. Mayang dan Bayu memesan beberapa camilan sembari mengobrol bersama. Di sela-sela perbincangan mereka, tanpa sadar Mayang beberapa kali mengusap keningnya membuat Bayu menegurnya.
"Ada apa sih sama tuh jidat? diusap-usap muluk, emang bakalan keluar jinnya?"
Mayang reflek tersenyum seraya menjawab dengan nada rendah.
"Iya."
"Jin apaan? jin ifrid?"
"Jin Bayu hahaha."
Mayang tertawa sembari menimbang hendak bercerita ataukah tidak yang mana akhirnya, ia memilih untuk tidak menceritakannya.
...🌟🌟🌟...
Ketika Bayu dan Mayang hendak beranjak dari kantin, tiba-tiba Reza menghampiri. Tanpa basa basi, Reza memberikan sebatang coklat kepada Mayang. Reza memang telah mengejar Mayang untuk beberapa waktu. Namun, Mayang enggan menanggapinya sebab, ia sendiri telah memiliki seseorang yang mengisi hatinya.
"Mayang, malam minggu ini, kita makan yuk berdua!" ajak Reza.
"Kalau ngajak Mayang, harus sekalian ngajak aku juga!" sela Bayu.
"Kalau Mayang menerima cintaku, kamu akan aku traktir deh!"
"Ogah, kalau nunggu kalian jadian, traktirannya kan cuma satu kali. Kalau setiap jalan, aku diajak kan lumayan, kenyang terus nih perut."
"Hemm... males banget!"
__ADS_1
Mayang hanya bisa tertawa kecil melihat Reza dan Bayu ketika ia mendengar seseorang berbisik di telinganya. Suaranya begitu lembut hingga otak seolah merepresentasikan rupa pembicaranya menyerupai wanita nan ayu.
"Jangan percaya dengan Reza, pacarnya sudah ada dua. Kalau ketambahan kamu, akan jadi tiga. Tidak menutup kemungkinan, akan bertambah."
...Deg.....
"Siapa ini?"
Mayang bertanya-tanya di dalam hati seraya menoleh ke sana dan ke mari.
"Jangan mau sama Reza!"
Mayang kembali mendengar suara dari orang yang sama. Sosok yang terdengar seperti berada di sampingnya tepat tapi wujudnya, tidak terlihat.
"Gimana May? mau kan jalan sama aku malam minggu ini?" tanya Reza.
"Emm, gimana ya, aku mau pergi kalau sama Bayu juga," jawab Mayang sambil nyengir.
"Wah mantap tuh, tuh kan bener. Kamu harus ngajak aku juga," timpal Bayu.
"Ya gak seru dong May kalau ada dia."
"Bertiga kan lebih rame, pasti lebih seru juga."
"Jangan deh, kita berdua saja ya?"
Reza masih memohon hingga akhirnya, Mayang mengatakan kalau dia dan Bayu telah memiliki janji lebih dulu. Kalau mau, Reza boleh bergabung. Pada akhirnya, Bayu menyerah. Ia mengatakan kalau akan mengajak Mayang di lain hari.
"Emang kenapa?"
"Muka playboy gitu, mana bisa dipercaya?"
"Itu kan dugaanmu saja, siapa tahu dia setia?"
"Meragukan pokoknya, eh.. Reza kan sudah lumayan lama nih ngejar kamu. Kenapa gak kamu tegasin sekalian kalau memang gak mau?"
"Emangnya aku bilang gak mau ya?"
"Udah jelas kamu gak mau. Sudah berapa lama kamu gak ngrespon. Cewek kalau memang tertarik, pasti gak selama itu tarik ulurnya."
"Duh, duh, duh.. si pujangga cinta."
Bayu memanyunkan bibirnya, setelah itu barulah Mayang bercerita.
"Bay, ada yang bisikin aku tadi. Aku gak lihat wujudnya tapi suara itu jelas banget aku dengar. Dia bilang kalau Reza punya dua pacar. Kalau aku sampai mau sama dia, bakalan jadi yang ketiga dan masih bisa nambah lagi pacar dia."
"Hah? siapa yang bisikin kamu? setan?"
"Hemm.. entahlah, kalau kamu masih ingat, tadi kan aku noleh ke mana-mana, itu lagi nyariin dia tapi gak ada. Suaranya doang yang bisa aku dengar."
"Waduh, kamu punya perewangan ya? semacam sosok jin yang mengikutimu di mana pun kamu berada. Dia juga bisa memberimu peringatan seperti kasusnya Reza."
__ADS_1
Mayang mengernyitkan dahinya.
"Jadi menurutmu, ada jin yang ngikutin aku terus?"
"Iya May."
Reflek Mayang mengusap keningnya.
"Ini Bay, di keningku ini ada keris kecil."
"Hah? gimana?"
"Intinya ada yang ngasih aku sekuntum bunga kantil. Bunga biasa, bunga hidup tapi ternyata, bunga itu berubah jadi keris kecil dan langsung terbang, menembus di keningku."
"Hah, serius kamu?"
"Aku sempat memimpikan seorang perempuan yang katanya penunggu keris di keningku ini. Apa menurutmu, sosok itu yang berbisik padaku tadi?"
"Bisa jadi May, sepertinya sih iya tapi siapa yang ngasih kamu kembang kantil?"
"Yang ngasih aku... pokoknya ada, kepo banget sih. Aku juga menganggapnya normal. Mana tahu kalau bakal berubah jadi keris?" jawab Mayang yang enggan mengatakan asal usul keris yang sebenarnya.
Mayang tidak ingin membongkar fakta kalau orang tuanya termasuk kakek neneknya berteman dengan kaum jin.
"Iya ya tapi gimana pun, ini berkah buat kamu. Buktinya kamu bisa terhindar dari playboy cap kadal si Reza karena sudah mendapat peringatan."
"Bay, apa kamu lupa kalau jin itu gak ada yang baik?"
"May, gak semua jin kafir, ada yang muslim juga. Artinya, ada juga jin yang baik. Tidak semua jin jahat."
"Kamu yakin ini berkah?"
"Yakin May."
"Kalau menurutku sih, ini tuh kutukan. Aku tuh gak mau berurusan dengan makhluk semacam mereka."
"Hemm, kamu terpilih May, kamu beruntung. Dari jutaan orang di dunia, kamu menjadi salah satu yang memiliki kelebihan."
"Mana ada yang seperti itu?"
"Ada, contohnya barusan, coba kalau kamu gak tahu dari awal, bisa saja kan kamu terbujuk rayuan si kadal (Reza)?"
"Kalau masalah itu kan, aku juga bisa menilai sendiri."
"Terserah kamu lah May, kalau aku yang dapat, pasti seneng banget dah."
"Kamu tuh pinter banget tapi tolol, percaya sama ginian."
Bayu tertawa cekikikan mendengar ejekan dari Mayang.
...🌟 BERSAMBUNG 🌟...
__ADS_1