
"Hey Tiff, semalam kamu makan mie yaa??"
Amber sibuk memoleskan concelear ke wajah Tiffany.
"Memangnya kenapa?"
"Wajahmu bengkak, aku bahkan harus melakukan extra shading, kamu kan tahu hari ini harus ke malam MCs Awards, kamu harus tampil cantik."
Tiffany hanya diam, sambil membuka buka majalah di pangkuannya.
"Tiffany, nanti kamu naik mobil bersama Jonathan
, masuk dan duduknya pun sama-sama." Hans memberitahu Tiffany. Karena Drama yang di bintangi oleh mereka berdua mendapat perhatian yang luar biasa dari penonton, Tiffany dan Jonathan di undang ke acara penghargaan tersebut walaupun drama mereka belum masuk nominasi karena yang di tayangkan baru sampai episode 4. Mereka juga di dapuk untuk membacakan salah satu nominasi.
"Nanti jangan lupa, kalian harus melakukan red carpet pose. Ah ya Amber, dress yang mana akan di pakai Tiffany???" Hans memeriksa deretan gaun malam yang di gantung.
" Yang warna peach untuk red carpet, yang hitam untuk baca nominasi," jawab Amber tanpa menoleh, dia masih sibuk dengan riasan Tiffany.
Hans memegang dress peach panjang dengan model halterneck, dia memeriksa dress itu dengan seksama kemudian lanjut dengan dress hitam panjang model backless.
Hans tidak ingin terjadi hal yang tidak di inginkan saat Tiffany di red carpet apalagi itu jika menyangkut baju yang di pakai Tiffany. Selesai dengan dress, Hans berjongkok memeriksa sepatu berhak tinggi yang juga akan di pakai Tiffany. Setelah puas dia mendekati Tiffany.
"Tiff, ku harap kau menjaga komitmen yang kita buat, ini demi kebaikanmu." Hans kemudian pergi meninggalkan Tiffany dan Amber. Tiffany menutup majalah yang sedari tadi di bukanya, dia menatap ke arah cermin tanpa bicara apapun.
" Gak usah dipikirkan Tiff, kamu kan tahu Hans." Amber tahu apa yang di maksud dengan komitmen yang baru saja disebutkan Hans. Komitmen untuk tidak berkencan. Sejak Tiffany putus dengan Soo Hyun, Hans dengan tegas melarang Tiffany berkencan. Namun entah mengapa malam ini Hans menyinggung tentang hal itu lagi.
**********
Tempat pelaksanaan MCs Award di padati fans dan para reporter. Mereka tak hentinya mengambil gambar para selebritas yang berjalan di atas red carpet. Teriakan Fans memanggil artis dan penyanyi kesukaan mereka terdengar riuh.
"Edwaaaarrrd!!!"
" Tae Oh,i love you!!!"
"Jerry!!, Jungsuu saranghaee!!"
"Kyaaa Do Hwan!!ganteng banget!!!"
Teriakan fans bergema saat TheFive yang memakai setelan putih masuk berjalan melewati red carpet. Member TheFive melambaikan tangan ke arah fans dan reporter. Jungsu yang ahli melakukan fanservice, mengirimkan tanda hati yang membuat fans histeris, setelah melakukan red carpet pose mereka segera masuk karena mereka juga akan mengisi acara penghargaan tersebut.
Tak lama kemudian Tiffany dan Jonathan masuk dengan bergandengan tangan. Seperti biasa Jonathan tampil dengan tuxedo hitam tampak begitu tampan berkarisma, sementara Tiffany terlihat begitu anggun dan elegan dengan dressnya. Fans yang sudah menunggu berteriak memanggil nama mereka. Tiffany dan Jonathan melambaikan tangan ke arah mereka, ditambah senyuman Jonathan yang memamerkan lesung pipinya benar-benar mampu menghipnotis semua orang terlebih kaum hawa.
Selesai melakukan red carpet pose, mereka segera ke backstage, disana Amber kembali memeriksa make up Tiffany. Hans dan Min Hyuk sedang duduk entah membicarakan apa. Jonathan mencuri curi pandang pada Tiffany. Entah mengapa malam ini Tiffany terlihat begitu bersinar.
"Sekarang kalian duduklah di tempat duduk kalian, nanti di segment 3, kalian segera kemari untuk berganti baju." Amber selesai dengan pekerjaannya.
Tiffany dan Jonathan pun segera ke hall tempat pelaksanaan acara penghargaan tersebut. Nampak kursi-kursi sudah di penuhi oleh selebriti dan penyanyi yang di undang ke acara penghargaan tersebut. Mereka berdua di sambut oleh seorang lelaki berjas yang mengantarkan mereka ke tempat duduk yang sudab berlabel nama mereka masing-masih. Tempat duduk yang tidak begitu jauh dari pintu ke arah ruang ganti.
Dari seberang, sepasang mata mengawasi mereka berdua. Sekali-kali alisnya mengernyit saat melihat Tiffany dan Jonathan mendekatkan wajah saat bicara. Rahangnya tampak menegang.
"Hei Do Hwan, bagaimana menurutmu?"
"Yaaa Kang Do Hwan!!!!" Edward menepuk lengan Do Hwan yang seperti sedang melamun. "Kau tidak mendengarkanku yaa??!! dasar kau!"
"Apa??" Do Hwan mengalihkan tatapannya kepada Edward yang sedang kesal karena di abaikan olehnya.
"Apa yang sedang kau pikirkan sebenarnya?"
__ADS_1
"Tidak ada." Do Hwan kembali melihat ke arah Tiffany dan Jonathan. Edward mengikuti kemana arah pandangan Do Hwan dan tampaklah sosok Tiffany yang terlihat begitu cantik.
"Wah Adik kecilku cantik sekaliii. Tiffany lihat sini." Edward tersenyum dan melambai-lambaikan tangan berharap di notice oleh Tiffany. Do Hwan menonggakan kepalanya melihat tingkah Edward. Tae Oh yang duduk di samping Edward menarik ujung jas Edward.
" Hei, tenanglah sedikit fans melihatmu," bisik Tae Oh, tapi di abaikan oleh leadernya itu. Tiffany yang sedang asyik mengobrol dengan Jonathan merasa seperti ada yang menarik perhatiannya di seberang tempat duduk mereka. Tampaklah Edward sedang tersenyum lebar sambil melambai-lambaikan tangannya. Tiffany membalas melambaikan tangan. Dia pun menatap Do Hwan dan tersenyum tapi Do Hwan hanya diam saja tanpa merespon apapun. Sementara Edward sudah mengangkat tangannya ke atas kepala membentuk hati. Tiffany terkekeh dengan kekonyolan Edward. Jonathan ikut melihat ke arah TheFive, dari pada Edward dia lebih tertarik dengan ekspresi Do Hwan yang duduk tanpa ekpressi di samping Edward.
Acara malam penghargaan pun di mulai, di buka dengan penampilan solo penyanyi wanita pendatang baru.
"Wah, dia cantik ya kak," kata Tiffany mencolek Jonathan.
"Yaaah, tapi kamu lebih cantik menurutku."
Tifanny merona mendengarnya.
"Ihh apa sih kak Jonathan."
"Irene.....!!!!."
Teriak para Fans saat Gadis itu selesai menyanyi.
Pengumuman para pemenang Nominasi pun bergantian di umumkan.
Tiffany dan Jonathan segera ke backstage untuk berganti pakaian. Saat di koridor mereka berpapasan dengan TheFive yang akan naik ke stage untuk tampil.
"Tiffany, kamu cantik deh!" Edward merangkul Tiffany
"Makasih kak Edward."
"Edward buruan, sudah mau giliran kita!!" panggil Jerry sambil tersenyum pada Tiffany. Mereka pun bergegas, saat melewati Do Hwan tiba-tiba Do Hwan memegang tangan Tiffany sekilas kemudian melepaskannya. Tiffany agak kaget tapi kemudian menunduk menyembunyikan senyumannya.
"Ayo Jonathan, Tiffany sebentar lagi giliran kalian," panggil seseorang yang memakai jaket bertuliskan staff. Mereka segera ke backstage.
" Ayo Tiffany." Jonathan mengulurkan tangannya, Tiffany pun menyambutnya.
"Kyaaaaaaaa!!! Jonathan!!! Tiffany!!!" teriakan histeris fans yang melihat Tiffany dan Jonathan keluar . Mereka terlihat begitu serasi.
" Selamat malam semuanya, baiklah kami akan membacakan pemenang penghargaan boygroup terbaik tahun ini adalah..........." Jonathan dan Tiffany saling menatap. "Selamat,TheFive!!!!!!"
Tepuk tangan bergemuruh saat TheFive naik ke atas panggung. Jonathan memberikan tropi pada Edward dan tiba giliran Tiffany menyerahkan Buket bunga. Dia hendak memberikannya pada Jungsu tapi kemudian Jungsu mundur dan menyuruh Do Hwan menerimanya. Tiffany menyerahkan buketnya sambil bertatapan dengan Do Hwan diikuti tatapan Jonathan. Setelah Edward selesai berpidato,mereka pun kembali ke backstage.
"Kak Do Hwan,selamat yaaaah." Irene menggelayut mesra pada lengan Do Hwan. Tiffany yang berjalan di belakang TheFive terkejut melihatnya, tapi iya bisa mengontrol ekspresi wajahnya sehingga tampak biasa saja.
"Apaan sih, lepaskan!!!" Do Hwan menarik tangannya agak kasar.
"Hei Irene, hentikan itu. Bila dilihat orang nanti bisa timbul gosip." Edward menarik Irene menjauh dari Do Hwan,
"Tapi kan aku mau ucapin selamat buat kak Do Hwan." Irene berkeras.
" Yang menang itu TheFive ,kita semua bukan cuma Do Hwan!" Tae Oh ikut buka suara, entah mengapa dia juga ikut kesal jika mengingat keributan yang Irene buat beberapa bulan lalu saat dia mabuk di cafe. "Jangan buat masalah disini Irene,banyak yang melihat, jaga sikapmu."
"Loh memangnya kenapa??aku tidak masalah jika digosipkan dengan Kak Do Hwan." Irene kembali mendekati Do Hwan dan memegang lengannya.
Tiffany yang sudah muak melihatnya segera maju berjalan ke depan melewati mereka.
"Maaf aku permisi, mau lewat," kata Tiffany dengan ekpressi datar, Do Hwan ingin sekali menahan Tiffany tapi saat itu ada teman-temannya dan ada Jonathan serta juga Min Hyuk yang berjalan di depan Tiffany. Dia hanya bisa melihat punggung Tiffany begitu gadis itu melewatinya tanpa menoleh dan memberikan senyumnya seperti biasa.
"Apakah dia cemburu??"
__ADS_1
Saat yang bersamaan beberapa staff tampak berlari-lari dari arah berlawanan. Tanpa sengaja salah seorang dari mereka menyenggol Tiffany, sehingga dia oleng dan jatuh. Jonathan yang berjalan cukup jauh dari Tiffany tidak bisa menahannya.
"Brukk!!"
"Kyaaa!!!" Tifany jatuh dengan keras.
Do Hwan menghentakan lengannya yang di pegang Irene, kemudian berlari ke arah Tiffany. Terlambat, sepasang tangan kekar sudah lebih dulu terulur mengangkat Tiffany.
"Kamu gak papa Tiffany??" Jonathan mengangkat Tiffany yang tampak meringis menahan sakit.
"Gak Kak, bisa turunkan aku?"
Jonathan menurunkan Tiffany perlahan dengan tetap menahan tubuh gadis itu. Do Hwan yang menyaksikannya menggertakan gigi, rahangnya nampak tegang. Ketika dia melihat tangan Jonathan memegang bagian punggung Tiffany yang polos karena bajunya yang berpotongan backless, segera di lepaskan jas yang di pakainya. Ditariknya tangan Jonathan kemudian di pakaikan jas itu kepada Tiffany. Jonathan menoleh ke arah Do Hwan, begitu juga dengan Tiffany.
"Apakah kita sedang menonton drama??" bisik Jerry pada Jungsu.
"Itu benar-benar Do Hwan kan??" Jungsu tidak membalas pertanyaan Jerry.
"Sudah, diam saja!!!" Edward juga berusaha untuk membuat dirinya percaya apa yang mereka saksikan sekarang.
"Bajumu terlalu terbuka." Do Hwan menatap Tiffany tajam. Jonathan yang berdiri di samping Tiffany mengernyitkan keningnya. Dia tidak menyangka Do Hwan senekat itu.
"I-iya ,makasih kak." Tiffany memilih menunduk untuk menghindari tatapan Do Hwan.
"Kak Do Hwan,ngapain sih??" Irene kembali mendekati Do Hwan dan merangkul lengan Do Hwa. Tapi Do Hwan sama sekali tidak menghiraukannya. Irene memandangi Tiffany dari ujung kepala sampai kaki dengan pandangan tidak suka. Tiffany hanya melirik Irene sebentar. Dia benar-benar sudah muak. Kakinya berdenyut sakit, sepertinya dia terkilir saat jatuh.Tapi dia berusaha menahannya. Dia tidak ingin tampak lemah di hadapan Do Hwan, terlebih ada Irene.
"Apa mereka sedang lomba tatap-tatapan?" Jungsu bersuara.
"Ssssssttt." Edward meletakan telunjuknya kedepan bibir, menyuruh Jungsu diam.
"Kak Do Hwan, ayo kita pergi." Irene menarik tangan Do Hwan tapi Do Hwan tidak bergerak sama sekali. Dia terus menatap Tiffany.
"Kak Do Hwan!!!!Ayoooo."
"Lepaskan!" Do Hwan akhirnya bersuara.
"Gak mau!!!, ayo pergi,ngapain sih disini?!" Irene masih menarik tangan Do Hwan.
"LEPASKAN!!!!!!" Suara Do Hwan meninggi mengagetkan Irene dan semua yang ada.
Min Hyuk yang hanya menonton sejak tadi segera mendekati Jonathan dan Tiffany.
"Sebaiknya kalian berdua segera masuk."
Jonathan pun memapah Tiffany dan menuntunnya berjalan dengan pelan, sampai mereka masuk ke ruangan mereka.
Do Hwan masih tetap berdiri di tempatnya, dia benar-benar marah dan kesal. Sementara Irene mulai menebak-nebak apa yang sedang di pikiran Do Hwan.
"Apa kak Do Hwan menyukai dia??" batin Irene.
"Hei Do Hwan, ayo pergi." Edward menepuk pundak Do Hwan, mereka pun berjalan tanpa suara dengan Irene yang tetap mengekor di belakang.
"Irene, pergi ke ruanganmu sana, apa kau tidak takut terlibat skandal?? kau itu artis baru." Edward menegur Irene, tapi Irene tetap berkeras mengikuti mereka.
"Yaaa Irene, berhenti disitu. Jangan ikuti kami lagi, apa kau tidak lihat Do Hwan sedang tidak dalam keadaan baik untuk meladenimu." Tae Oh menatap Irene dengan sinis. Irene akhirnya menyerah dan pergi.
"Dasar gadis itu, semakin hari semakin menjadi-jadi." Jerry menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
__ADS_1