When We Were In Love ( A Secret Love)

When We Were In Love ( A Secret Love)
Episode 17


__ADS_3

"Hei Lee Min Hyuk, katamu dulu Tiffany dilarang pacaran oleh agensinya.Apa kau tahu alasannya?"


tanya Jonathan saat dia dan Min Hyuk sedang menikmati kopi di sebuah cafe.


"Kenapa kau bertanya??"


"Yaa ingin tahu saja."


"Ingin tahu apa ingin tahu??" goda Min Hyuk.


"Sudah jawab saja, isssh."


"Untuk pastinya aku kurang tahu, yang ku tahu aturan itu berlaku sejak Tiffany putus dengan Soo Hyun."


" Soo Hyun???"


"Iya,Soo Hyun. Dia ada di Agensi kita"


"Kenapa??"


"Yang ku dengar setelah putus, Tiffany diserang oleh antifans, dan juga pendukung mereka jadi pasangan. Mereka protes dan tidak setuju mereka berdua putus."


"Apa ??!!! di serang?"


"Bukan di serang secara fisik, tapi lebih seperti cyber bullying. Mereka mengirim komentar-komentar jahat kepada Tiffany yang menjatuhkannya. Karena itu Agensinya melarangnya untuk berpacaran."


Jonathan menganguk-angguk mendengar penjelasan Min Hyuk.


"Kamu kok seperti penasaran?? ada apa?"


"Gak ada apa-apa."


"Jangan bilang kamu benar-benar suka dengannya ya Jonathan??!!!!" Min Hyuk tidak sadar mengeraskan suaranya.


"Sssttttt, diaaammm!!!!" Jonathan membekap mulut managernya itu.


*********


So Hyun dan Tiffany Liu


Jonathan mengetikannya ke ponselnya, dia melihat artikel-artikel yang muncul. Bahkan ada banyak foto mereka berdua.


"Waaah, mereka pacaran 3 tahun, lama juga yaa." Jonathan bicara pada dirinya sendiri. Dia kembali mengecek artikel sekaligus membaca komentar-komentar yang ada.


"Tiffany itu pansos sama Soo Hyun, setelah terkenal dia memutuskan Soo Hyun."


"Kau yang pansos, Tiffany lebih dulu di kenal di banding So Hyun."


"Tiffany itu sok kecantikan."


"Mengapa kalian putus?? ayok balikan."


"Aku unfollow kalian, aku gak rela kalian putus."


"Best coupleku😭😭😭😭"


"Tiffany tidak cocok dengan So Hyun, jadi Syukurlah putus."


"Hei Tiffany ngaca yaa!!! kamu pikir kamu hebat bisa mutusin So Hyun??? #BoikotTiffanyLiu."


"Waaahhh,kejam juga yaa komentarnya. Ckckckck."


"Siapa yang kejam??"


Tiffany yang tiba-tiba sudah ada di samping Jonathan mengejutkannya sampai tidak sengaja ponsel Jonathan jatuh dekat kaki Tiffany. Tiffany berjongkok meraih ponsel Jonathan dan sempat melihat apa yang sedang di baca Jonathan.


"Kak Jonathan penasaran yah, siapa mantan aku?" Tiffany memberikan ponsel Jonathan.


"Bu-bukan itu, aku hanya penasaran kenapa kamu bisa di larang berpacaran oleh Agensimu??Padahal sebelumnya kamu punya pacar dan di dukung." Jonathan salah tingkah, dia benar-benar tertangkap basah sedang stalking ."Habis sudah harga diriku," batinnya.

__ADS_1


"Oh,hahaha. Sebenarnya buka agensiku yang melarang tapi Hans," Ucap Tiffany lirih, matanya menatap kedepan mengingat kembali saat dia bersama Soo Hyun.


**


Hari itu Soo Hyun dan Tiffany sedang makan siang di restoran favorit mereka. Karena mereka sudah go public sejak awal hubungan mereka, jadi mereka tidak perlu berkencan secara diam-diam.


"Aku ke toilet yaa." Soo Hyun beranjak dari tempat duduknya.


"Rrrtttttttt."


Ponsel SooHyun bergetar, Tiffany melirik ke arah ponsel tersebut.


"Kim Na Mi"


Nama yang tertulis di layar ponsel So Hyun. Tiffany tidak mengangkatnya karena diantara dia dan Soo Hyun memang sangat menjaga privasi masing-masing.


"Tadi ada yang menelepon."Tiffany memberitahu So Hyun yang sudah kembali dari toilet.


"Siapa??" Soo Hyun mengecek ponselnya, kemudian terlihat mengirimkan pesan. Mereka melanjutkan makan.


Beberapa hari kemudian Tiffany pergi ke salon langganannya untuk mewarnai rambutnya.


"Na Mi, ku dengar kau sedang dekat dengan seorang aktor yaa??" pegawai salon dan pelanggan di sebelah Tiffany duduk sedang bercakap-cakap. Tiffany yang tidak sengaja mendengarnya sama sekali tidak menaruh perhatian kepada mereka.


"Ahhh iya, tapi sebentar lagi kita akan jadian."


"Waah selamat !!kamu hebat yaa, bisa menggaet seorang aktor, padahal kamu kan baru mulai jadi model."


"Hahaha,siapa dulu dong, Kim Na Mi!!!" Gadis itu tertawa bangga.


"Kim Na Mi??, sepertinya pernah dengar,tapi dimana yaa??" guman Tiffany. Dia melirik ke arah gadis itu, cantik dan tinggi, cocok dengan pekerjaanya sebagai model.


"Heii,sudah selesai??" bisik Soo Hyun mengagetkan Tiffany


"Ah kau, mengagetkanku saja. Iya sudah selesai" Tiffany berdiri kemudian merapikan rok yang di pakainya.


"Soo Hyun??!" gadis yang disamping Tiffany ikut berdiri.


"Oops!!" dia menutup mulutnya dengan tangan.


"Sedang dengan pacarmu yaa??" Gadis itu terdengar sinis saat mengatakannya.


"Ah iya, aku datang menjeput Tiffany." Soo Hyun menggandeng tangan Tiffany , "aku duluan yaa." Soo Hyun kemudian keluar bersama Tiffany.


"Kamu kenal dia??" Tanya Tiffany


"Aahh,Na Mi ?? cuma teman lama," jawab So Hyun singkat.


"Ooh."Tiffany mengangguk.


"Tunggu Na Mi?? Na Mi?? Kim Na Mi??!! Dia yang menelepon So Hyun beberapa hari lalu??" batin Tiffany. "Kalau mereka cuma teman lama, mustahil dia punya nomor ponsel Soo Hyun." Tiffany terus berpikir tapi dia memutuskan untuk melupakannya, dia berusaha untuk tidak curiga.


" Kita makan malam dirumahku kan??" tanya Soo Hyun sambil mengedarai mobilnya.


"Iyaaa,sup buatan Ibumu masih ada??"


"Masih,ada di lemari es. Nanti kupanaskan saat sampai di rumah. Ibu juga membuatkan cake untukmu sebelum pulang ke rumah."


"Horeee!!!!" Tiffany bertepuk tangan gembira, dia memang dekat dengan ibu So Hyun.


Sesampainya di rumah So Hyun segera sibuk memanaskan sup dan makanan yang di buat ibunya.


"Sayang, aku mandi dulu yaah. Setelah itu kita makan, kau makanlah dulu cake buatan ibu, tapi jangan banyak-banyak. Kita masih harus makan malam." pesan Soo Hyun sebelum ke kamarnya untuk mandi


"Okeee!!" Tiffany memakan cakenya sambil menonton Tv.


"Rtttttttttt." Ponsel So Hyun bergetar.


Tiffany yang mendengarnya hanya mengabaikan. "Paling kalau penting akan ditelepon balik oleh Soo Hyun," pikirnya sambil terus menikmati cakenya.

__ADS_1


"Rtttttttttt." Ponsel itu kembali bergetar yang kemudian mengusik rasa penasaran Tiffany untuk melihatnya. Dia berjalan ke arah meja kecil dekat Sofa tempat So Hyun meletakan ponselnya.


Kim Na Mi


"Dia lagi??apa dia Na Mi yang tadi??"


Ponsel kembali bergetar dengan nama yang sama yang muncul di layar, akhirnya Tiffany tidak bisa menahan diri lagi.


"Hallo, apa kau masih bersama gadis itu?kapan kau akan memutuskannya ?? berani sekali kau muncul di hadapanku bersama dia!!!" Suara seorang gadis yang mirip dengan suara gadis di salon tadi terdengar meracau di seberang. Tiffany tidak bersuara apapun. Dadanya sesak, perlahan dia menurunkan tangannya.


"Hallo??!Hallo?? yaa Soo Hyun??" panggil gadis itu, kemudian mematikan sambungan telepon. Tiffany duduk perlahan di Sofa, dia membuka ponsel Soo Hyun untuk pertama kalinya sejak mereka berpacaran selama 3 tahun. Di ceknya aplikasi chat Soo Hyun.


"Jtaarrrrrr!!!"


Seperti tersambar petir di siang hari, saat Tiffany membaca chat mesra So Hyun dan Na Mi. Tiffany tidak pernah menyangka So Hyun tega mengkhianati dirinya. Tiffany berusaha mengatur nafasnya yang memburu. Di letakannya kembali ponsel So Hyun di tempatnya dan dia kembali ke tempat duduknya yang semula berpura-pura masih menikmati cakenya.


Sudah kubilang jangan makan cake banyak-banyak," omel So Hyun sambil menarik piring Tiffany.


"Habis cake ibu enak sekali."


"Kita makan malam dulu, nanti habis itu baru kamu makan cake lagi."


Mereka pun makan malam seperti biasa, bahkan masih sempat bercanda.


"Aku pulang yaaa."


"Aku antar!!" So Hyun berdiri hendak mengambil kunci mobilnya.


"Gak usah, aku sudah minta kak Hans menjemputku."


"Loh kok??!!" So Hyun heran mendengar jika Tiffany meminta Hans menjemputnya karena biasanya dia yang mengantar Tiffany pulang.


"Aku mau ke rumah Amber dulu, ada yang mau kami bicarakan," jelas Tiffany. Ponselnya berbunyi, "iya kak Hans, sudah di bawah??baik aku segera turun." Tiffany menutup ponselnya.


"Aku pergi yaaaa,jaga dirimu,byee." Tiffany melambaikan tangannya sebelum dia keluar dari rumah Soo Hyun.


Sesampainya di mobil, Tiffany menumpahkan perasaannya, dia menangis, dia benar-benar tidak percaya dengan apa yang di lakukan So Hyun.


Hans yang menyaksikannya menghentikan mobil dan pindah tempat duduk kesamping Tiffany. Dia memeluk Tiffany dan berusaha menenangkannya. Tiffany mengambil ponselnya dan mengirimkan pesan untuk Soo Hyun.


"Terima kasih sudah bersamaku selama ini, maaf jika aku tak sebaik yang kau harapkan. Berbahagialah dengan Na Mi,dan salam untuk ibu."


Setelah memastikan pesannya terkirim, Tiffany langsung memblokir nomor ponsel Soo Hyun.


Keesokan harinya agensi Tiffany mengumumkan jika mereka berdua telah putus . Tiffany meminta Hans untuk tidak menceritakan kepada siapapun penyebab putusnya mereka.


****


"Jadi dia selingkuh??? dasar playboy !!!" umpat Jonathan.


"Iya, dan sejak itu banyak yang berkomentar buruk di internet. Belum lagi berita-berita yang tidak benar tentang aku. Beruntung aku tidak sampai kehilangan kontrak-kontrak kerjaku. Tapi sejak saat itu Hans melarangku untuk berpacaran."


"Tapi kenapa kamu gak bilang yang sebenarnya ke media, supaya si tengik itu yang di serang netizen?"


"Gak ah, aku gak mau menyalahkan orang lain, mungkin aku memang ada kekurangan, sehingga dia mencari orang lain." Tiffany tersenyum.


"Ahh iya..kak Jonathan jangan cerita ini sama siapapun yaaa."Pinta Tiffany.


"Iya, iya."


****


Jonathan berjalan terburu-buru di ikuti Min Hyuk, mereka datang di agensi Jonathan untuk bertemu perwakilan perusahaan mode yang mau mengontrak Jonathan sebagai Brand Ambassador. Saat di lift mereka berpapasan dengan So Hyun bersama managernya yang juga akan naik ke atas.


"Hallo, senior," sapa Soo Hyun pada Jonathan saat di dalam lift.


"Aah,hai." Jonathan membalas, tapi tak lama kemudian kembali menatap Soo Hyun, "ini kan??"


"Dasar Playboy tengik!!!!" tak sengaja Jonathan keceplosan mengumpat.

__ADS_1


Min Hyuk yang mendengar umpatan Jonathan segera menatap heran Jonathan, begitu pula Soo Hyun dan managernya.


"Ahaahahha,aku sedang berlatih dialog dramaku." Jonathan menjelaskan sambil mengepalkan tangannya, ingin sekali dia menarik kerah Soo Hyun dan memberikannya pelajaran.


__ADS_2