
Tiffany menyeruput kopinya dengan mata setengah terpejam. Dia masih mengantuk tapi harus segera ke pelabuhan karena mereka akan menyeberang menggunakan kapal ke Pulau Jensen.
Amber nampak sibuk dengan kotak make up dan koper-koper berisi pakaian Tiffany. Hans duduk disebelah Tiffany, sambil mengecek IPadnya.
"Tiff..."
"Ya Kak?"
"Penampilanmu bersama Jungsu semalam banyak di puji fans, lihat viewersnya banyak," ucap Hans sambil menunjukan Ipadnya.
Tiffany hanya melirik sekilas, dia tidak berkata apa-apa karena sebagian jiwanya masih di alam mimpi.
"Ting!"
Ponsel Tiffany berbunyi tanda ada pesan masuk.
" Hari ini lumayan berangin, dan sepertinya mau hujan, jangan lupa pakai jaket."
Do Hwan mengirim pesan. Tiffany tersenyum, dia melupakan kantuknya. Di angkatnya ponselnya ke atas dan berselfie. Dia mengirimkan fotonya pada Do Hwan.
Hans yang melihat tingkah Tiffany, menatap artisnya denga tatapan curiga.
__ADS_1
" Kamu mau menguploadnya?" tanya Hans.
Tiffany hanya tersenyum penuh arti, membuat Hans semakin curiga.
"Hai Tiffany, hai Hans," sapa Jonathan yang baru saja datang.
"Hai Jonathan." Hans bergeser sedikit memberi tempat untuk jonathan duduk, tapi Jonathan lebih memilih untuk duduk di samping Tiffany.
"Bagaimana keadanmu Tiffany?"
" Baik Kak." Tiffany tersenyum ke arah Jonathan.
"Gak Kak, aku sudah beberapa kali naik kapal dan sehat-sehat saja," Tiffany kembali tersenyum memperlihatkan deretan giginya yang rapi yang di balas dengan senyuman Jonathan yang mampu membius lawan jenisnya.
************
Do Hwan sedang memainkan piano, di sampingnya Jerry sedang memejamkan matanya sambil kepalanya berayun ayun mengikuti irama lantunan piano Do Hwan. Ponsel Do Hwan yang di letakan di atas piano nampak bergetar, membuat Do Hwan menghentikan permainannya. Dia membuka pesan yang baru masuk, tampak foto seorang gadis, sedang tersenyum dengan rambut panjangnya yang agak berantakan tertiup angin. Dia mengenakan jaket berwarna coklat dan di lehernya teruntai kalung dengan liontin berbentuk bintang, Do Hwan tersenyum melihatnya.
"Heii,kenapa senyum-senyum??" tanya Jerry.
"Ah...gak, ini ada yang kirim joke," ucap Do Hwan, kemudian meletakan Handphonenya. Dia menyentuh gelang perak yang melingkar di tangannya ,disana tergantung gantungan berbentuk bintang yang sama dengan liontin Tiffany. Dia memang memberikan jaket yang di pakai Tiffany dan Liontin itu sebagai hadiah perayaan jadian mereka yang ke seratus hari. Tidak terasa sudah 100 hari dia menjadi kekasih dari seorang Tiffany, gadis yang diam-diam sudah mencuri hatinya sejak mereka menatap bintang di balkon rumah manager TheFive. Do Hwan melanjutkan permainan pianonya dengan penuh perasaan.
__ADS_1
******
"Kita akan menginap disini selama berada di pulau ini," ucap Mr.Koh saat mereka tiba di sebuah villa yang terlihat luas. "Karena Jumlah kamar terbatas dan kita terlalu banyak orang jadi 1 kamar di pakai oleh dua orang, ada yang keberatan??"
Semua yang ada hanya diam yang artinya setuju. Tiffany pun setuju-setuju saja jika harus berbagi kamar, dia pasti tidur dengan Amber dan ini bukan kali pertama mereka tidur sekamar karena Amber selalu ikut kemanapun Tiffany pergi.
Pulau Jensen adalah pulau kecil yang cantik. Pasir pantainya yang putih dan pantainya yang biru bersih sungguh menarik untuk di jadikan lokasi Photo Shoot promosi drama mereka.
" Jadi nanti kalian akan berganti baju beberapa kali, ini konsepnya pasangan yang sedang jatuh cinta dan siap untuk menikah."
Mr.Koh membriefing para staff beserta Tiffany dan Jonathan. Mereka berdua mendengarkan dengan seksama. Mereka terlihat santai karena ini bukan pertama kali melakukan hal-hal seperti ini.
Amber nampak sibuk menggantung baju-baju yang akan di pakai Tiffany. Baju pertama yang di pakai Tiffany bernuansa casual ,kemeja berwarna biru dan celana pendek warna putih, dia memakai topi pantai dengan pita berwarna pink yang mempermanisnya. Sedangkan Jonathan memakai Kemeja lengan panjang berwarna senada dengan Tiffany yang lengannya di gulung, kancingnya di buka bagian bagian atas, dan juga mengenakan celana putih selutut.
"Amber, nanti lalat masuk ke mulutmu!!" Tiffany menyikut Amber yang ternganga melihat penampilan Jonathan yang sangat memikat itu
"Aduh Tiff, gila cakep banget dan dadanya tuh kelihatan,aduuuhhhh." Amber masih tetap terpesona.
"Isshh..malu-maluin , perasaan kita sudah sering deh kerja bareng aktor cakep."
"Ini beda loh Tiff, ini Jonathan Kim.Gantengnya kebangetan! belum posturnya yang manly banget, lesung pipinya, uh ternyata ada mahluk seperfect ini yaaa?" Amber terus menyerocos, sementara Tiffany hanya bisa geleng-geleng kepala melihat ulah stylishnya itu.
__ADS_1