
Tiffany membuka-buka tabloid di depannya, dia sedang menunggu pemotretan di mulai. Amber baru saja selesai menata rambutnya.
Tiba-tiba seseorang meletakan ponselnya di meja depan Tiffany. Dia menonggak ,tampak Jonathan tersenyum memamerkan lesung pipinya.
"Tadi malam kau meninggalkan ponselmu di kursi, aku hendak mengembalikannya tapi takut menggangu," ucap Jonathan kemudian duduk di sofa dekat Tiffany.
" Wah makasih yak Kak, ku pikir ada pada kak Hans, jadi tidak kucari." Tiffany menatap Jonathan yang sudah mengeluarkan ponsel dari sakunya . Jonathan hanya tersenyum dan sibuk dengan ponselnya.
Tiffany meraih ponsel yang di letakan Jonathan di meja. Dia melihat ada pesan masuk.
"Tidur yang Nyenyak."
"Makan sarapanmu dengan baik, tidak perlu diet, kau sudah sangat kurus."
Tiffany tersenyum membaca pesan itu. Do Hwan tidak pernah mengirimkan kata kata romantis padanya ,tapi setiap pesan yang dikirimkan lelaki itu selalu membuat hati Tiffany berdesir. Tanpa di sadari Tiffany, Jonathan memandangi Tiffany dengan ekor matanya.
"Apa dia tersenyum karena membaca pesan itu? Siapa KDH? apa benar itu Kang Do Hwan??" Jonathan membatin. Dia benar-benar penasaran.
Sejak semalam tanpa sengaja dia mendengar Tiffany menyebutkan nama Do Hwan, kemudian telepon dari inisial KDH, pesan yang masuk semalam, dan juga pagi ini. "Sebenarnya siapa itu? apa hubungannya dengan Tiffany?"
"Baiklah, ayo semua bersiap ,kita akan mulai pemotretan hari terakhir kita." Mr. Koh masuk ke dalam ruangan. semuanya segera bersiap dengan posisi masing-masing. Amber datang mengecek make up dan rambut Tiffany.
Jonathan dan Tiffany segera mengatur posisi mereka.
Jonathan menggandeng tangan Tiffany, mereka berjalan di pinggir pantai. Sebelah tangan Jonathan memegang sepatu Tiffany. Mereka berjalan sambil tersenyum, dan sesekali saling memandang. Desir ombak, tiupan angin membuat suasana begitu indah.
" Ah sebentar...," Jonathan menghentikan langkahnya. Dia menghadap ke arah Tiffany, melepaskan genggamannya dan mengatur rambut gadis itu yang berantakan tertiup angin.
"Nah sudah cantik," katanya. Kemudian kembali meraih tangan Tiffany, di genggamnya dan kembali berjalan perlahan. Genggaman Jonathan hangat dan lembut. Tiffany memandangi wajah Jonathan yang tampan dengan penuh perasaan.
"Oke,bagus!!!" Jimin berdiri dan bertepuk tangan, dia benar-benar puas dengan hasil hari ini.
semua staff juga ikut bertepuk tangan.
Hari terakhir berjalan dengan lancar.
"Kerja bagus Tiffany, Jonathan. Aku Yakin dengan chemistry kalian pasti dramanya akan sukses." Mr. Koh tersenyum lebar. Dia benar-benar senang. Tidak salah dia memilih Tiffany dan Jonathan untuk bergabung di dramanya.
"Makasih Mr. Koh atas kepercayaannya." Jonathan tersenyum. Tiffany kemudian permisi untuk kembali duluan ke Villa. Amber yang sedang senyam senyum memandangi Jonathan pun mengekor di belakangnya.
"Aduh Tiff, kalian benar-benar cocok. Aku yakin deh kalau kalian jadian, itu bakal jadi hari patah hati nasional," ujar Amber.
Tiffany tidak menanggapi Amber yang terus terusan berbicara tentang Jonathan.
" Hans, benarkan Tiffany tuh cocok banget dengan Jonathan??" Tanya Amber pada Hans yang datang membawakan air mineral. Tiffany langsung melotot ke arah Amber. Karena Tiffany tahu Hans sangat melarang Tiffany berpacaran. Tapi Hans sama sekali tidak berkata apapun.
" Nanti sore kita kembali. Dan besok kau bisa istirahat," kata Hans pada Tiffany. "Oh ya Amber, jangan lupa siapkan dress yang akan Tiffany pakai minggu depan."
"Oke Hans...."
__ADS_1
\*
"Sedang apa?" Tanya Jonathan mendekati Tiffany.
mereka berada di dek kapal di perjalan pulang. Tiffany yang sedang asyik memandangi buih buih di laut , menoleh ke arah Jonathan.
" Gak ngapa-ngapain, hehehe."
"Berikan tanganmu...."
"Ha????"
"Berikan tanganmu......." Jonathan kembali mengulang perkataannya.
Ragu-ragu Tiffany mengulurkan tanganya. Jonathan kemudian meletakan sebatang coklat di tangan Tiffany.
"Wah, ini untukku Kak??" matanya berbinar.
"Iya , kau sudah bekerja dengan baik, jadi dapat hadiah."
"Tahu dari mana kalau aku suka coklat??"
"Semalam kan kamu bilang kalau kamu suka minun coklat panas, itu berarti kamu juga suka coklat."
"Hahaha, tapi Kak Jonathan juga kerja dengan baik, berarti aku harus kasih hadiah dong,tapi apa ya??
"Traktir aku," kata Jonathan memandang ke arah lautan.
"Apa saja, yang penting di traktir."
"Baiklah, aku akan traktir Kak Jonathan." Tiffany tersenyum dengan manis
"Janji yaaa...?!"
"iyaaaaaa, janji!!"
"Berikan ponselmu," pinta Jonathan.
"Ponsel?? untuk apa??" Tiffany memberikan ponselnya dengan bingung.
"Buka dong passwordnya," Jonathan mengembalikan ponsel Tiffany yang terkunci.
"Tapi...."
"Sudah buka saja..."
Dengan penuh pertanyaan di kepalanya Tiffany membuka ponselnya yang terkunci. Ada sedikit rasa khawatir. Begitu terbuka dia memberikan ponsel itu kepada Jonathan. Nampak Jonathan mengetikan sesuatu, kemudian terdengar ponsel Jonathan berbunyi.
" Baiklah, ini nomor ponselku, aku juga sudah mendapatkan nomor ponselmu. Simpan dan hubungi aku jika kau ada waktu luang. Ingat yaaa, kau punya hutang traktiran padaku."
__ADS_1
Jonathan kemudian mengembalikan ponsel Tiffany dan berbalik masuk kedalam.
"Baiklah, tenang saja kak, aku akan menghubungimu nanti."
Jonathan melambaikan tangannya tanpa berbalik, dia tersenyum dan terus berjalan.
" Ting!!!"
Bunyi tanda pesan masuk di ponsel Tiffany.
Tiffany segera membuka pesannya.
"Masuklah kedalam, angin di luar terlalu kencang."
Pesan dari Jonathan rupanya.
"Ting!!"
Sebuah pesan kembali masuk.
"Beritahu aku jika sudah sampai, aku akan meneleponmu."
Dari Do Hwan, Tiffany tersenyum melihatnya , akhirnya dia bisa berbicara dengan Do Hwan, karena selama di pulau, Amber selalu menempel kepadanya, sehingga dia tidak bisa melepon ataupun mengirim pesan kepada Do Hwan dengan leluasa. Angin laut berhembus kencang ,Tiffany menggigil dia segera berbalik ikut masuk kedalam, tidak lama lagi mereka akan sampai.
Jonathan yang memandangi Tiffany dari kejauhan ikut tersenyum saat melihat gadis itu tersenyum menatap ponselnya.
"Sepertinya dia sedang senang."
Dia tetap memandangi gadis itu sampai Tiffany masuk ke dalam kapal.
"Jangan terus di pandang nanti lecet anak orang," celutuk Min Hyuk , Manager Jonathan yang sejak tadi memperhatikan tingkah Jonathan.
Jonathan hanya tersenyum simpul, dia tertangkap basah sedang memandangi Tiffany.
"Kamu tertarik dengan dia??"
"Siapa??"
"Gadis yang kau pandangi dari tadi, sampai- sampai kau tidak menyadari keberadaanku ini!!!!"
"Dia menarik," jawab Jonathan singkat
"Sebaiknya kamu hati-hati, kalau tidak salah Tiffany sedang di larang berkencan oleh agensinya." Min Hyuk memperingatkan Jonathan
"Aku kan hanya bilang dia menarik, bukan mau berkencan dengannya," sela Jonathan.
"Tapi dari tatapanmu itu terlihat jelas kamu ada ketertarikan padanya, sejak sesi pemotretan kemarin pandanganmu padanya lain sekali."
"Benarkah??"
"Hey Jonathan Kim, aku ini sudah menjadi managermu selama 17 tahun, jadi aku mengenalmu dengan baik, kau tidak akan memandangi wanita dengan cara seperti itu jika kau tidak tertarik padanya."
__ADS_1
Jonathan hanya tersenyum mendengar perkataan Min Hyuk.
" Apa benar aku tertarik kepada gadis itu??."