
"Gak di angkat, apa dia sudah tidur?" Do Hwan menatap ponselnya. Dia sengaja menelepon Tiffany dari pada mengirimkan pesan karena tiba tiba dia merindukannya.
Dia membuka galeri dan memasukan password ke folder yang sengaja di kuncinya. Tampak foto-foto seorang gadis cantik yang sudah di pacarinya selama beberapa bulan ini. Dia menatap foto-Foto yang beberapa di ambilnya secara diam-diam. Salah satunya foto saat Tiffany tertidur di mobilnya di perjalan pulang ke apartemen di hari mereka jadian. Do Hwan ingat, betapa dia menahan dirinya untuk tidak memeluk Tiffany saat gadis itu menangis, dia merasa begitu bersalah telah membuatnya menangis. Namun hatinya sangat bahagia saat Tiffany menganggukan kepalanya sewaktu Do Hwan menyatakan perasaannya, walaupun tak lama kemudian gadis itu tertidur.
"Kak Do Hwan, kenapa kau di luar?" seorang gadis rambut pendek dengan terhuyung mendekati Do Hwan , reflek Do Hwan menahan tubuh gadis yang hampir ambruk di depannya.
"Kamu terlalu banyak minum Irene," kata Do Hwan memegangi lengan mantan juniornya di Agensi.
"Apa??! aku mabuk??!!, tenang saja Kak, aku hanya sedikit mabuk,sedikiiiiiiiiit." Gadis itu berusah melepaskan pegangan Do Hwan dengan sempoyongan.
"Brukk!!" Irene menabrak tubuh Do Hwan.
"Kak Do Hwan, kenapa kau begitu dingin? Haaaah!!!"
Do Hwan mengambil ponselnya, "hei Tae Oh, cepat keluar , Irene hampir membuat keributan!!!"
Tak Lama Tae Oh bersama Jerry datang, mereka terkejut melihat Irene yang merangkul tubuh Do Hwan Erat sementara wajah Do Hwan menunjukan kemarahan. Do Hwan tidak suka peluk oleh wanita, apalagi itu wanita mabuk.
Tae Oh dan Jerry berusaha melepaskan pelukan Irene, dan membawa Irene ke dalam. Mereka tahu, mereka akan kena damprat dari Do Hwan karena sudah membuat Irene mabuk .
.........
Beberapa jam sebelumnya,
Do Hwan dan Jerry berjalan keluar dari ruangan musik di Agensinya. Hari ini mereka tidak ada jadwal latihan tapi sengaja datang untuk menghabiskan hari libur mereka. Mereka bertemu dengan Tae Oh yang terlihat baru keluar dari ruang latihan, sepertinya dia baru selesai latihan dance.
" Wuiihh,rajin amat latihan di hari libur," goda Jerry pada Tae Oh
"Terus kalian apa??" Tae Oh membalas sambil menyeka keringat di mukanya.
"Kami hanya bersenang senang saja, iya kan Do Hwan?" Jerry mengangkat alisnya pa Do Hwan yang hanya di balas dengan senyuman.
"Bersenang-senang?! aah, bagaimana kalau kita bersenang senang dengan cara yang tepat. Kita makan, minum dan karaoke??" Tae Oh terlihat bersemangat.
"Wah ide bagus tuh, sudah lama kita tidak melakukannya." Jerry kemudian menatap Do Hwan, "bagaimana Do Hwan?"
__ADS_1
Do Hwan hanya mengangkat bahunya mengiyakan ajakan kedua temannya.
"Haiish kau ini,bicara kek sedikit. Oh yah, bagaimana dengan Edward dan Jungsu?" Jerry mendelik, karena sejak tadi Do Hwan hanya diam saja.
"Sepertinya Edward sedang pulang ke rumah orang tuanya, Jungsu sedang pergi ke reuni sekolahnya," ucap Tae Oh.
"Yah sudah, kalau begitu biarkan 3 pria lajang ini menikmati malam yang indah ini. Let's goooooo!!!" Jerry merangkul pundak ke dua temannya dengan penuh semangat, dia memang selalu bersemangat jika pergi keluar untuk bersenang-senang.
"Wait, aku ganti baju dulu. Gak mungkin aku pergi dengan baju basah begini." Tae Oh berlari ke ruang ganti.
*****************
"Kak Tae Oh!!!!" panggil seseorang dari arah belakang saat Tae Oh, Jerry Dan Do Hwan sedang berjalan menuju ke arah cafe untuk makan. Mereka bertiga menghentikan langkah mereka, dan berbalik.
Seorang gadis cantik tinggi semampai dengan potongan rambut pendek berjalan mendekati mereka.
"Haloooo semuanyaaa......!!!" sapanya riang.
" Aah ,Irene!! haiii!" Jerry membalas sapaan gadis itu.
"Baik," Do Hwan menjawab singkat yang di balas Irene dengan tersenyum.
"Masih belum berubah yaa?? tetap dingin," ujarnya memandang Do Hwan.
Tae Oh dan Jerry saling memandang, sementara Do Hwan mengangkat sebelah alisnya
"Ahahah, Irene, kau seperti tidak tahu bagaimana Do Hwan." Tae Oh merasa ada hawa aneh mulai berhembus. "Oh iya, kau sedang apa disini?"
"Aku sedang keluar mau makan, dan melihat kalian."
"Sendiri saja?"
"Iya."
"Wah, Kalau begitu makan bersama kita saja, kebetulan kita mau makan juga," ajak Jerry, Tae Oh menganggukan kepalanya, sementara Do Hwan melihat sekeliling tanpa berkata sepatah kata pun.
__ADS_1
"Emang boleh?! " tanya irene sambil memandang Do Hwan yang tampak tidak peduli.
Tae Oh menyikut Do Hwan dan memberikan kode ke arah Do Hwan untuk menjawab pertanyaan Irene karena sepertinya Irene menanti jawaban Do Hwan.
"Tidak masalah kalau kau mau gabung," jawab Do Hwan. Irene pun tersenyum senang, akhirnya dia bisa makan bersama mantan seniornya dulu, terlebih dengan Do Hwan.
Mereka masuk ke dalam Cafe dan segera ke lantai dua, dimana ruangan VIP yang sudah mereka pesan. Sebenarnya mereka biasa memakai meja reguler tapi karena mereka akan akan minum-minum sedikit, jadi mereka memesan ruangan VIP yang ada fasilitas karaokenya.
"Irene, kapan kau debut?" tanya Tae Oh saat mereka sedang makan.
"Besok lusa," jawab Irene.
" Wah selamat ya, akhirnya kau debut juga, " kata Tae Oh.
Mereka pun makan sambil berbincang- bincang. Sesekali Irene melirik ke arah Do Hwan yang tampak makan dengan serius. Dia pun sering mengajak Do Hwan bicara namun hanya di balas dengan singkat. Tae Oh, Jerry dan semua member TheFive tahu bahwa Irene sangat menyukai Do Hwan.
Sejak masa trainee Irene di agensi mereka, Irene sering datang mengunjungi TheFive hanya untuk melihat Do Hwan, tapi Do Hwan sendiri menanggapinya dengan dingin. Member TheFive sangat mengenal Do Hwan. Dan Do Hwan memang selalu bersikap begitu terhadap lawan jenis. Selama mereka berteman tidak ada sedikitpun Do Hwan membicarakan soal wanita secara khusus, bahkan ketika para member sedang curhat tentang kisah pacaran diam-diam mereka, Do Hwan hanya menjadi pendengar setia. Tapi Irene terlalu cantik untuk di abaikan. Dan dia secara terang-terangan menunjukan perasaan sukanya pada Do Hwan.
"kak Do Hwan, kau masih menulis lagu?"
"Iya."
"Wah...berarti nanti aku bisa minta di tuliskan lagu? aku ingin menyanyikan lagu ciptaanmu, sebuah lagu cinta yang manis."
Irene tersenyum manis ke arah Do Hwan, namun tidak di tanggapi Do Hwan.
"Aku keluar sebentar." Do Hwan beranjak dari tempat duduknya. Dia naik ke Rooftop cafe tersebut menghirup udara malam.
" Ihhh, dia kenapa sih?? apa aku kurang menarik ?" tanya Irene setengah putus asa.
"Apaan sih Irene, kau kan baru bertemu dia setelah beberapa lama, jadi wajar dia bersikap begitu," kata Jerry.
"Tapi dari dulu dia selalu mengabaikanku!!"Irene menegak minumannya.
" Yah kau tahu kan Do Hwan, dia tidak hanya bersikap seperti itu padamu, pada semua wanita pun dia begitu." Tae Oh mencoba menghibur Irene.
__ADS_1
"Awas kau Kang Do Hwan, aku masih belum selesai denganmu." Irene kembali minum dengan perasaan kesal. Bertahun-Tahun dia berusaha mengejar Do Hwan, tapi selalu saja dia di abaikan. Bahkan ketika dia memutuskan untuk keluar dari Xeon Ent. Hanya Do Hwan yang tidak mengirimkan pesan perpisahan, padahal dia lumayan dekat dengan TheFive.