
Kang Do Hwan, umur 32 Tahun, visual sekaligus subvocalist TheFive. Dia juga seorang Komposer yang banyak menciptakan lagu-lagu hits .Do Hwan banyak di gilai oleh penggemar terlebih oleh kaum hawa karena visualnya yang menawan.
Do Hwan sendiri hampir tidak pernah terdengar rumor kencannya. Dia lebih sibuk menggeluti pekerjaannya dan sepertinya tidak ada wanita yang bisa menarik perhatiannya. Ice Prince adalah julukan fans untuknya.
Namun semua mulai berubah ketika 5 tahun lalu, Edward datang ke acara makan malam group dengan mengajak seorang gadis cantik. Tiffany Liu, Do Hwan dan member group lainnya langsung mengenalinya karena drama mereka yang begitu terkenal. Bahkan mereka mengira Edward dan Tiffany ada hubungan lebih dari pasangan di drama. Tapi Edward membantah dengan tegas dan mengatakan bahwa Tiffany sudah seperti adiknya sendiri. Tiffany gadis yang supel dan sangat mudah bergaul. Dalam sekejap dia bisa akrab dengan member lainya kecuali Do Hwan yang memang selalu terlihat dingin dengan lawan jenis.
"Kak Do Hwan? sedang apa?" suara lembut seorang gadis mengagetkan Do Hwan yang sedang asyik dengan lamunannya.
"Ahh kau Tiffany, aku hanya mencari udara segar," ucap Do Hwan. Mereka sedang berada di balkon rumah Manager TheFive. "Kau sendiri sedang apa kemari?"
"Sama,cari udara segar juga," Tiffany tersenyum.
"Mau kopi???" ujarnya sambil menyodorkan cangkir kertas berisi kopi panas.
Do Hwan meraih cangkir tersebut.
"Makasih," ucap Do Hwan pendek.
Tiffany berdiri di samping Do Hwan. Semilir angin malam membuat rambut panjang Tiffany agak berantakan. Do Hwan melirik ke arah Tiffany dengan ekor matanya, tampak gadis itu sedang memandangi langit malam.
__ADS_1
"Ah bintangnya indah," ucapnya Lirih.
Do Hwan pun mengikuti arah pandangan Tiffany sambil menyeruput kopinya.
Mereka berdiam diri cukup lama, sambil tetap memandang langit yang cerah malam itu. Tidak ada awan yang menghalangi tampilan gugus bintang yang berkilau.
Tiba tiba terdengar Tiffany bersenandung pelan, Do Hwan kembali melirik gadis itu.
"Deg."
Entah kenapa jantungnya berdegup lebih cepat dari biasanya. Tiffany, gadis yang beberapa waktu lalu tampak biasa di matanya kini terlihat begitu menawan dengan rambutnya yang di tiup angin, dan cahaya bintang menerangi wajahnya dan bau parfumnya dengan lembut tercium oleh Do Hwan .
Tiffany menoleh ke arah Do Hwan dan tersenyum dengan manisnya.
"Ah tidak! suaramu bagus kok," ucap Do Hwan kikuk karena kepergok sedang memandangi Tiffany.
"Disini dingin,ayo masuk!" ajak Do Hwan mengalihkan pembicaraan sambil berusaha mengatur detak jantungnya.
Setelah itu , satu persatu member TheFive mendapat proyek bersama Tiffanya,terkecuali Do Hwan. Dan Tiffany pun semakin sering hangout bersama mereka.
__ADS_1
Do Hwan sendiri merasa aneh dengan dirinya yang setiap bertemu Tiffany ada degup yang tidak jelas dirasakannya.
Do Hwan berusaha mengingkari perasaan yang tidak di mengertinya, apalagi saat setahun kemudian Tiffany di kabarkan berkencan dengan Soo Hyun, lawan mainnya di drama terbaik tahun itu. Mereka di anggap pasangan sempurna. Sampai akhirnya tahun lalu, dia mendapatkan tawaran untuk jadi Brand Ambassador satu clothing line terkenal bersama Tiffany. Do Hwan tidak bisa menahan perasaannya. Terlebih Tiffany telah resmi putus dari Soo Hyun setahun lalu tanpa ada yang tahu alasan mereka putus. Tapi Do Hwan tidak peduli alasan di balik itu, yang dia tahu perasaannya semakin sulit di kendalikan. Sebagai Brand Ambassador mereka sering pemotretan bersama, fans sign, dan melakukan promosi. Kebersamaan itulah yang membuat Do Hwan bertekad untuk memperjuangkan perasaanya.
"Kau Lelah??" tanya Do Hwan saat mereka dalam perjalanan menuju ke tempat fans sign mereka di adakan.
"Sedikit....," balas Tiffany lirih. Wajahnya terlihat pucat.Tampak dia pun sedikit menggigil. Spontan Do Hwan melepaskan jaket yang di pakainya dan memakaikannya pada Tiffany.
" Kak Do Hwan??"
"Sudah gak apa-apa,pakai ajah. Sekarang sebaiknya kamu istrahat, perjalanan masih agak jauh," kata Do Hwan.
Tiffany pun memejamkan matanya. Do Hwan melirik wajah Tiffany yang sudah tertidur pulas. Tampak Wajahnya sangat tenang walaupun terlihat begitu lelah. Jadwal Tiffany akhir akhir ini memang sangat padat. Kepala Tiffany tampak terantuk-antuk, Do Hwan pun meraihnya dan meletakan kepala Tiffany kepundaknya, walaupun dia harus duduk sedikit ke bawah karna tinggi badannya. Do Hwan bisa merasakan nafas Tiffany ,dan bersyukur Tiffany sudah tertidur karna bisa saja dia melihat jika wajah Do Hwan memerah.
Tiffany tersadar dari tidurnya ketika dia merasakan guncangan di mobil, dia membuka matanya perlahan dan terkejut saat melihat jika kepalanya tengah bersandar di bahu bidang Do Hwan, sementara yang punya bahu sedang memejamkan mata, entah tidur atau tidak. Perlahan Tiffany menganggkat kepalanya.
"Sudah bangun?" ucap Do Hwan tanpa membuka matanya.
"Iya...," jawab Tiffany malu.
__ADS_1
Kemudian keadaan pun hening tanpa ada yang bersuara.Tiffany merasakan desiran aneh di dadanya.
Do Hwan yang selama ini sedingin es bisa sehangat itu.