When We Were In Love ( A Secret Love)

When We Were In Love ( A Secret Love)
Episode 25


__ADS_3

Do Hwan melangkahkan kakinya dengan lunglai. Pupus sudah harapannya untuk bisa bersama Tiffany.


"Bisa kita bicara Kang Do Hwan?"


Do Hwan menonggakan kepalanya dan tampaklah Hans sedang bersandar di dinding dekat lift. Sesaat dia terkejut melihat keberadaan Hans, tapi kemudian dia mengangguk pelan.


"Jadi, bagaimana keputusan akhir kalian?" Hans bertanya saat mereka sampai di basement. "Aku sudah tahu hubungan kalian sebelumnya," sambungnya.


"Apa menurutmu wajahku tampak seperti orang yang sedang bahagia?"


"Kang Do Hwan, sebaiknya kamu menjauh dari Tiffany. Ini bukan karena aku tidak setuju dengan hubungan kalian, tapi ini yang terbaik bagi masa depan Tiffany."


"Masa depan? apa kamu pikir aku akan menghancurkan Tiffany? aku mencintainya Hans."


"Kang Do Hwan, kita tidak bicara tentang cinta saat ini. Pikirkanlah dampak negatif bagi Tiffany akibat berita kencanmu dengan penyanyi pendatang baru itu. Tiffany sejak dulu punya citra positif di mata public, jangan sampai hanya karena hubungan kalian yang rumit ini, Tiffany dikecam banyak orang. Dia tidak sekuat itu untuk menghadapi para haters."


Do Hwan bungkam mendengar perkataan Hans.


"Kamu jangan egois Kang Do Hwan. Tiffany punya mimpi besar. Aku juga tidak akan tinggal diam saat ada yang mau menghancurkan mimpinya itu. Anggap saja aku sedang menasehatimu atau lebih tepatnya memperingatkanmu." Hans menyentuh pundak Do Hwan.


"Sudah larut sebaiknya kamu pulang, dan ku harap kamu berhenti datang kemari," kata Hans tegas kemudian menuju mobilnya di iringi tatapan Do Hwan.


Do Hwan menatap kepergian Hans. Dia meremas lengannya dengan keras sehingga meninggalkan bekas merah. Untuk pertama kalinya ada wanita yang bisa masuk kedalam hatinya, tapi harus berakhir tragis. Ingin sekali dia berteriak meluapkan segala yang di rasakannya.


*******


Beberapa saat sebelumnya.


Hans mengemudikan mobilnya keluar dari basement apartement Tiffany. Tanpa sengaja dia melirik ke kursi belakang lewat kaca spion. Tampak kotak yang berisi makan malam Tiffany tergeletak di kursi.


"Astaga, dia melupakan makan malamnya."


Hans kemudian memutar mobilnya kembali ke basement. Setelah memakirkan mobilnya, dia berlari kecil menuju ke lift sambil menjinjing kotak makanan Tiffany. Tapi, langkahnya terhenti saat dia melihat Do Hwan berdiri di depan lift menunggu lift turun.


"Jangan-jangan dia mau menemui Tiffany?"


Hans hendak berlari mencegah Do Hwan, tapi niatnya kemudian terhenti.


"Lebih baik kubiarkan mereka menyelesaikan semuanya sendiri. Tiffany, aku percaya padamu," ucapnya pelan.

__ADS_1


Hans kemudian kembali ke mobilnya dan menunggu Do Hwan kembali.


*****


Seminggu telah berlalu setelah Tiffany bertemu Do Hwan. Tak ada yang berubah dari kesehariannya kecuali jadwalnya yang lebih padat. Dia bersyukur karena tidak ada project bersama TheFive ataupun Do Hwan secara personal. Tiffany yang juga sedang mempersiapkan single terbarunya bisa mengalihkan pikirannya dari masalah percintaan.


Sementara Do Hwan, dia sedang sibuk bersama groupnya untuk konser. Mereka juga bersiap untuk merilis mini album.


"Kang Do Hwan, pacarmu datang," goda stylish TheFive yang sedang menata rambut Jungsu.


Saat ini mereka sedang bersiap untuk show pra-rilis album mereka.


Nampak Irene sedang berdiri di depan pintu sambil tersenyum.


"Hei, kau yang mengundang si rubah ini kemari?" bisik Tae Oh pada Do Hwan.


"Apa kau kira aku sudah gila?"


"Halo, Kakak-Kakakku tersayang. Halo pacarku." Irene merangkul Do Hwan dari belakang yang segera di tepis Do Hwan


"Wah, mesra amat kalian." Para staff perempuan yang ada disitu menatap Irene dengan pandangan iri.


"Seandainya disini tidak ada orang, sudah kuseret rubah itu keluar dari sini. Muak aku melihatnya." Jerry mengepalkan tangannya.


"Kita foto yuk." Irene mengeluarkan ponselnya. " Bisa minta tolong di fotokan?" tanyanya pada seorang staff sambil memberikan ponselnya.


Dengan perasaan terpaksa para memberpun berpose. Irene mencoba merangkul tangan Do Hwan tapi selalu di tepis Do Hwan.


"Kang Do Hwan, jangan sampai aku mengeluarkan bakat aktingku, sehingga semua yang disini bisa melihat betapa baiknya kamu sebagai pria sehingga bisa membuat pacarnya menangis," bisik Irene mengancam kemudian kembali merangkul lengan Do Hwan.


"Kau memang rubah licik Irene," rutuk Do Hwan.


Irene tidak menanggapinya, dia tersenyum penuh kemenangan.


"Baiklah, semangat yaaa buat show hari ini, aku akan menyaksikan kalian dari kursi penonton. Semangat yaaaa!!!!"


Irene kemudian keluar meninggalkan TheFive yang terpana dengan tingkah Irene. Mereka tidak menyangka ada gadis seperti Irene yang bisa seperti serigala berbulu domba.


"Ckckc, jika dia main drama di jamin dia bisa dapat penghargaan," kata Tae Oh.

__ADS_1


"Iya, dengan peran sebagai penjahat, Ibu tiri atau penyihir. Itu cocok untuk dia tanpa perlu harus pura-pura akting," ucap Jerry yang di sambut dengan anggukan kepala tanda setuju dari yang lainnya.


*****


Irene berjalan keluar dari ruang tunggu TheFive dengan tersenyum dan menyapa para staff dengan ramah. Dia menuju ke kursi penonton, tak sengaja matanya menangkap keberadaan para wartawan. Dia tersenyum licik dan kemudian dengan sengaja melewati para wartawan yang sedang menunggu untuk meliput penampilan TheFive.


"Hei, itu Irene!!!!"


"Irene permisi, apa kamu bersedia di wawancarai??"


"Irene, minta waktunya sebentar bisa?"


Para wartawan segera mendekati Irene.


"Ahh halo, aku buru-buru, jadi tidak melihat rekan-rekan wartawan." Irene tersenyum kepada mereka.


"Irene, apa kamu datang untuk mendukung TheFive?"


"Iya aku datang mendukung mereka. Kami sudah lama kenal, sudah seperti Kakak-Adik jadi sudah sewajarnya aku memberikan mereka semangat."


"Apa kamu sudah bertemu mereka?"


"Iya sudah, aku baru dari ruang tunggu mereka di back stage, dan juga sudah menyapa mereka. Mereka sangat bersemangat, hehehe."


"Lalu bagaimana dengan hubunganmu dengan Kang Do Hwan?"


"Hubungan kami baik-baik saja. Kami selalu mendukung satu sama lain dan hari ini juga aku sengaja datang untuk memberikan dukungan langsung kepada Kak Do Hwan. Aku tahu dia bersama member yang lain sudah berusaha dengan baik dan sepenuh hati."


"Wah, kamu pacar yang baik ya Irene," puji para wartawan.


"Hehehe, tentu saja. Itu karena Kak Do Hwan juga memperlakukanku dengan sangat baik. Dia benar-benar pacar yang luar biasa," kata Irene sambil tersenyum manis.


"Apakah kalian tidak ada rencana untuk melakukan duet atau bekerja sama?"


"Mmm, tentu saja ada. Kak Do Hwan sedang mempersiapkan sebuah lagu yang ditulisnya sendiri untuk aku nyanyikan, sebagai hadiah peringatan seratus hari kami jadian."


" Ahhh...manis sekali kalian. Benar-benar pasangan yang serasi." Para wartawan tak berhenti memuji Irene.


"Baiklah, terima kasih untuk waktunya Irene. Sukses yah untuk karirmu dan juga hubunganmu dengan Kang Do Hwan."

__ADS_1


"Iya, terima kasih. Aku juga mengharapkan dukungan yang baik dari kalian semua."


"Kang Do Hwan, sekarang kamu tidak bisa menghindar dariku lagi," batin Irene sambil tetap memamerkan senyumnya kepada para wartawan yang memotret dirinya.


__ADS_2