When We Were In Love ( A Secret Love)

When We Were In Love ( A Secret Love)
Episode 7


__ADS_3

Jonathan merengkuh pinggang ramping Tiffany lembut dan menatap gadis itu dengan penuh perasaan. Tiffany pun membalas tatapan Jonathan dengan mata berbinar. Tangannya menyentuh dada bidang Jonathan. Mereka begitu dekat satu dan lainnya, sampai Tiffany bisa merasakan hembusan nafas Jonathan di wajahnya. Mereka saling menatap tanpa berbicara apapun.


"Oke, ganti baju!!" teriak Jimin sang fotografer dari balik kameranya.


Tiffany dan Jonathan pun segera saling menjauh. Hans mendekati Tiffany sambil memayunginya menuju ke tempat ganti baju.


"Wajahnya tadi terlalu dekat," ucap Tiffany pelan.


"Tapi bagus kok, terlihat real dan natural," kata Hans. "Nanti juga ada kissing scene pas drama nanti, jadi gak usah grogi," sambungnya.


Tiffany hanya diam saja, dia tahu kalau dia harus bersikap profesional.


Amber segera menarik Tiffany ke tempat ganti baju, mengganti baju Tiffany dengan dress linen putih model sabrina yang cantik persis dengan gaun pernikahan. Amber melakukan touch Up untuk make-up Tiffany, menata rambutnya dan memakaikannya mahkota bunga.


Semua orang menatap takjub melihat Tiffany, gadis itu begitu cantik dan menawan.


Sementara Jonathan yang menggunakan setelan , tersenyum simpul. Mereka kembali berpose sesuai arahan sang fotografer. Hasil foto mereka tampak begitu natural seakan akan mereka memang sedang jatuh cinta.


"Untuk hari ini sampai disini dulu, silahkan istirahat dan lakukan yang kalian ingin lakukan, besok kita lanjutkan lagi," Ucap Mr.Koh saat hari mulai malam.


Tiffany pun bergegas ke kamarnya. Memeriksa ponselnta.


"Belum ada pesan, apa dia sibuk?" guman Tiffany.

__ADS_1


"Tiffany, mandi sana, abis itu kita makan!" Amber membuyarkan lamunan Tiffany.


************


Tiffany masih sibuk mengecek handphonenya, memastikan jika memang tidak ada pesan dari Do Hwan.


" Kak Do Hwan keterlaluan ih!! sudah lebih dari tiga bulan pacaran, tapi sikapnya tetap ajah begitu, gak berubah!" dumel Tiffany sambil mengaduk coklat panasnya.


"Hei Nona, nanti gelasnya pecah jika di aduk begitu," tegur seseorang di belakang Tiffany yang mengagetkannya.


"Ah Kak Jonathan." Tiffany jadi kikuk karena kepergok sedang ngedumel.


Jonathan hanya tersenyum, kemudian berdiri di samping Tiffany. Dia mengambil gelas kosong, menuangkan kopi dan menyeduhnya. Melihat gadis itu hanya terpaku sambil menatap ponselnya, Jonathan pun mengambil gelas Tiffany dan membawanya. Tiffany yang kembali kaget hanya bisa melongo dibuatnya.


"Menikmati minuman itu lebih baik jika duduk."


Jonathan menunjuk kursi di depannya. Tiffany pun menurut dan duduk di depan Jonathan.


"Sedang menunggu pesan ya?" tanya jonathan masih dengan senyuman, kemudian meminum kopinya pelan, "dari seseorang yang spesial?"


"Ah ,gak kok Kak . Hehe, aku hanya lagi lihat postingan teman di IG," jawab Tiffany.


"Ooh....," balas Jonathan singkat. Sebenarnya Jonathan sempat mendengar dumelan Tiffany, walaupun tidak begitu jelas, tapi dia bisa mendengar nama Do Hwan di sebut.

__ADS_1


"Apakah itu Kang Do Hwan?" batin Jonathan sambil melirik gadis didepannya yang malah hanya mengaduk aduk cokelat panasnya tanpa meminumnya sedikitpun.


"Kalau tidak di minum nanti semutan ," kata Jonathan.


"E-eh iya kak....," Tiffany langsung meminum cokelatnya.


" Kamu suka minum cokelat panas ya?" tanya Jonathan.


"Iya kak , apalagi kalau selesai kerja, seperti ada suntikan tambahan energi kalau minum Cokelat panas."


" Benarkah?"


"Iya Kak, Beneran. Nanti Kakak cobain deh "


"Okeeehhh." Jonathan tertawa melihat tingkah Tiffany yang seperti sales minuman cokelat.


Mereka pun berbincang bincang , sejenak Tiffany melupakan tentang Do Hwan yang belum mengiriminya pesan. Sementara Jonathan merasa jika Tiffany gadis yang unik. Sifatnya yang ramah menambah pancaran kecantikannya.


"Dia benar-benar cantik," Ucap Jonathan memandangi punggung Tiffany yang berjalan menuju ke kamarnya setelah hampir sejam mereka terlibat percakapan seru.


"Trrrtrttttttt!!" terdengar getaran ponsel, Jonathan mencari asal suara itu dan terlihatlah handphone Tiffany tergeletak di kursi di samping kursi yang di dudukinya tadi.


"KDH" nama yang tertulis di layar, Jonathan mengambil Handphone itu dan menatapnya, sampai telepon terhenti.

__ADS_1


"KDH?Kang Do Hwan??!! ada hubungan apa dia dan Kang Do Hwan??" Jonathan mengantongi ponsel Tiffany dengan penuh tanda tanya.


__ADS_2