
Pagi hari yang cerah,matahari terbit dari ufuk timur,cahayanya langsung menyinari bumi pagi ini,embun masih terlihat jelas menempel di daun—daun yang tumbuh liar di antara batu-batu yang tersusun rapi sedemikian rupa.
Senin pagi,pagi yang cerah,namun tidak secerah hatinya Bryan Nathan,bagaimana tidak ? Hari ini dia ditugaskan sebagai pemimpin upacara pada upacara pagi hari ini,bersama rekan-rekan sekelasnya.
Bryan Nathan,panggilannya Bryan,anak tunggal dari bapak Andi dan ibu Natasha,umurnya saat ini menginjak 17 tahun,kelas 3 SMA di salah satu SMA favorit di kotanya.Bryan termasuk anak yang pintar,karena dia sering mendapat beasiswa dari sekolahnya,namun dia tidak mengambil hak nya tersebut,malahan dialokasikan ke temannya yang membutuhkan.Benar,dia anak yang baik namun cenderung cuek terhadap sekitarnya.
Parasnya hampir mendekati kata sempurna,tampan dengan campuran orang tuanya yang blasteran Indo-Belanda-Jerman,banyak cewek-cewek cantik yang mempunyai gelar most wanted sekolahan yang suka kepadanya.Namun apa daya,Bryan yang dinginnya seperti es tidak memperdulikan mereka.
Dia tidak percaya apa itu cinta,dan sampai saat Ini dia masih bertanya-tanya,mengapa ada cinta di dunia ini,mengapa harus ada kata cinta di dunia ini ?
Orang tuanya sangat kaya,tetapi kekayaan itu tidak membuat hidup nya bahagia,karena orang tuanya lebih mementingkan pekerjaan mereka yang super sibuk dibandingkan quality time bersama anak mereka.
"Bi,Bryan berangkat yaa",ucapnya sambil menyalam pembantunya yang sudah dianggapnya sebagai ibu kandungnya sendiri, "iya den" ,jawab bi Asih sambil menyalam anak majikannya tersebut.
__ADS_1
Bruuuummmm....Suara raungan motor sport milik Bryan mendengungkan telinga siapa pun yang di dekatnya,motornya membelah jalanan kota yang sudah agak ramai,jaketnya berkibar-kibar terkena angin,Bryan agak sedikit menancapkan gas motornya agar cepat sampai di sekolahnya,karena memang petugas upacara diwajibkan untuk datang lebih awal guna mempersiapkan upacara tiap hari Senin.
15 menit perjalanan,akhirnya Bryan sampai di sekolahnya,masih cukup lengang untuk datang sepagi ini,langsung saja setelah memarkirkan motornya dia langsung menuju ruangan guru untuk mengambil peralatan-peralatan upacara,mewakili teman-temannya yang belum datang.Ya,Bryan adalah ketua kelas 12 IPA-I,kelas favorit di SMA favorit.
"Aduh,banyak amat" ,kata Bryan sesaat melihat peralatan upacara yang banyak di gudang ruangan guru,langsung saja dia mengambil semua peralatannya dan langsung membawanya ke teras kelasnya.
Gdebug "aduh" ...Salah satu kotak yang dipegangnya jatuh tepat mengenai kaki seorang siswi,tanpa menggubrisnya Bryan langsung mengambil kotak tersebut dan melangkah meninggalkan siswi yang terlihat kesakitan akibat dijatuhi kotak peralatan.
"Lo yaa" teriak siswi tersebut kuat membuat telinga Bryan sakit,
"Woi,lo gak ngerasa bersalah apa ? Sakit ini" . Namun betapa terkejutnya siswi tersebut,Bryan hanya memandangnya sejenak,dan langsung beranjak pergi meninggalkan siswi itu sendirian.
"Pokoknya gue harus tau nama cowok itu" ,lanjutnya sambil melangkahkan kaki menuju ke kantin sekolah.
"Siaaaapppp grak !" ,suara lantang dari seorang bryan nathan terdengar sepenjuru sekolah,baru saja upacara dimulai dengan aba-aba darinya,namun tiba-tiba datang masalah dari arah barisan belakang perempuan,tepat di pojok barisan terlihat seorang siswi jatuh pingsan dan menabrak teman disampingnya,hal tersebut langsung membuat ricuh keadaan sekolah.
"Bryan,kamu bawa anak itu ke UKS sekarang !" teriak kepala sekolah tepat setelah menepuk pundak Bryan yang terlihat agak sedikit mengkhayal melihat kejadian barusan.
"Oh iya pak" jawab Bryan patuh,
"Baik perhatian semua,sekarang kembali ke kelas kalian masing-masing,upacara kita tiadakan" ,kembali terdengar teriakan kepala sekolah walaupun sudah memakai mic.
__ADS_1
"Duh,berat amat nii bocah" ,komentar Bryan tepat setelah meletakkan siswi yang pingsan tadi ke atas nakas, "eh ini kan bocah tadi" ,lanjutnya setelah melihat dengan jelas siapa yang dia gendong tadi.
5 menit menunggu,akhirnya siswi tadi sadar dari pingsannya setelah diolesin minyak kayu putih oleh petugas PMR yang sedang jaga.
"Aduh,kepala gue" ,rintihnya pelan merasakan sakit yang menimpa kepalanya,Bryan langsung bergerak setelah tau siswi tadi sudah sadar dari pingsannya, "lo gak apa-apa ?" tanya Bryan sambil menatap tajam mata siswi tadi.
"Gak apa-apa kok,lo tenang aja" ,jawabnya setelah matanya menyesuaikan cahaya di sekelilingnya, "ooo,bagus deh" jawab Bryan singkat sambil melangkah hendak keluar dari UKS.
"Eh bentar , nama lo siapa ?" tanya siswi tadi sambil mencoba bangkit dari nakasnya,
"Lo disitu aja,jangan banyak gerak" kata Bryan sedikit berteriak,mungkin dia panik melihat siswi tadi mencoba bangkit walaupun masih dalam kondisi lemah.
"Iya iya,yaudah nama lo siapa ?" ,masih dengan pertanyaan pertama tadi,siswi tadi masih ngebet pingin tahu nama Bryan,
"Oke,nama gue Bryan Nathan" ucapnya malas,
"Hai Bryan , nama gue Jessica Azzara" ,ucap Zara sedikit mentel,sesuai dengan sifatnya yang pecicilan.
Bukannya ditanggapi,Bryan malah melenggang keluar UKS meninggalkan Zara sendirian didalamnya dengan bibir yang mengerucut kesal,
"Liat aja lo ya" ,bisik Zara pelan dengan sudut bibir yang terangkat sedikit.
Kali ini Zara kembali membaringkan dirinya di atas nakas,mulai memijat pelan pelipis matanya yang masih terasa sedikit sakit,yang menyebabkan dirinya agak pusing.
Ya benar,ia pusing masih karena tidak sarapan pagi tadi di rumahnya,tetapi entah kenapa ada hal lain yang menambah beban baginya untuk yang memaksakan dirinya untuk memikirkan hal tersebut,seseorang yang baru saja pergi meninggalkannya seorang diri di dalam UKS tersebut,cowok tampan sang pemimpin upacara tadi pagi,ialah Bryan Nathan.
__ADS_1
Bryan lah yang telah berhasil membuat bayangan akan dirinya di dalam pikiran Zara,sehingga menyebabkannya menjadi tambah pusing,karena dari tadi ia terus memikirkannya.
Awal perkenalan yang unik,untuk sebuah kisah manis bernama cinta,cinta dari 2 latar kehidupan yang berbeda.