Why Must There Be Love ?

Why Must There Be Love ?
Bincang Hangat


__ADS_3

Sepuluh menit telah berlalu begitu saja, mentari pun kini sudah mulai berani menaikkan ketinggiannya di atas langit sana secara perlahan, menyinari bumi dan seisinya dengan sinarnya yang hangat, udara pagi yang dingin namun sejuk pun masih terasa hingga sekarang, membuat sebagian besar anggota geng Samudra dan para cewek-ceweknya masih berkumul di dalam tenda mereka masing-masing, tanpa ada sedikitpun niat bagi mereka untuk bangun dari tidur dan kembali untuk memulai aktivitas harian mereka di hari yang baru. Ya benar, hanya beberapa orang saja yang terlihat sudah bangun dari tidurnya dan keluar dari dalam tenda mereka, menikmati suasana pagi di alam terbuka.


Di posisi yang berbeda, terlihat sepasang remaja tengah menikmati suasana pagi ini, dan juga menikmati keindahan alam yang tersaji di depan mata mereka sekarang dengan ditemani oleh minuman teh hangat yang mampu membantu meredakan rasa dingin yang menyelimuti diri mereka berdua, ya benar, mereka ialah Bryan dan Zara.


Keduanya saat ini tengah santai bercengkrama bak sepasang kekasih yang romantis, tak lupa pula sembari meminum teh hangat yang mereka buat tadi bersama-sama,


"eh yan, lo kenapa selalu buat acara kayak gini sama geng lo ?" ,tanya Zara sesaat setelah meletakkan cangkir teh nya diatas tanah di hadapannya,


"owh itu, karena yaa bagi gua dan anak-anak lainnya geng motor itu ga hanya sebatas komplotan anak muda dengan motor sport mereka, ugal-ugalan di jalan, buat resah masyarakat. Nah, itu semua bukan prinsip geng kami, tapi keinginan kami itu untuk buat geng kami ini beda dengan yang lainnya, lo paham kan maksud gue ?" ,panjang lebar Bryan menjelaskan kepada Zara yang diakhiri dengan sebuah pertanyaan, membuat Zara menjadi gelagapan karena ditanya secara tiba-tiba sementara ia tengah serius menikmati alur penjelasan dari Bryan,

__ADS_1


"eh, hehe sorry yan, gue ga paham, lo sih nanyanya tiba-tiba gitu, mana ada persiapan gue buat jawabnya" ,ujar Zara panjang lebar kepada cowok yang ada dihadapannya tersebut, supaya ia tidak malu karena tidak bisa menjawab pertanyaan dari Bryan, "lo tuh ya....Bisa ga paham, yaudah biar gue jelasin intinya ke elo" ,ucap Bryan mengalah lagi, ya benar, ia hanya tidak ingin berdebat sesuatu hal yang tidak penting dengan wanita yang ada di hadapannya saat ini, apalagi wanita tersebut terkenal dengan mulut bebeknya, nyerocos tiada henti disaat bersama teman-temannya, yang mana membuat Bryan lebih memilih untuk mengalah saja. Cewek selalu benar, cowok takdirnya salah.


Zara yang mendengar ucapan Bryan barusan pun kini terlihat tersenyum lebar, merasa senang karna akhirnya sosok di hadapannya tersebut lebih memilih untuk mengalah, yang mana artinya ia lah yang memenangkan obrolan tersebut.


"Yee...Oke yan, lo jelasin aja deh biar gue dengerin secara seksama" ,ucapnya sambil memicingkan kedua bola matanya, bertingkah seolah-olah ia serius akan mendengarkan penjelasan dari Bryan, tetapi apa yang ia lakukan tersebut bukannya mendapatkan apresiasi dari Bryan, tetapi ia malah mendapatkan cemoohan yang disertai dengan gelak tawa dari Bryan, ia yang merasa kesal pun akhirnya membela dirinya sendiri,


"hufft...Untung gue baik sama lo kan, gue maafin deh, awas lo lain kali yaa" ,ucap Zara sombong setelah ia memaafkan Bryan.


Merasa itu tidak penting baginya, ia lebih memilih untuk melanjutkan penjelasannya saja kepada Zara.

__ADS_1


"Jadi gue buat kesepakatan bersama bareng anak-anak lainnya untuk beberapa hal, dan semua hal yang mau kami sepakatin itu baik dan bermanfaat semuanya, baik itu bagi geng kami sendiri ataupun sama masyarakat di sekitar kami, langsung aja kami mulai rapatnya, di dalam rapat itu setiap anggota bebas untuk ngasi saran darinya, Nah ada sekitar 3 hari kami rapat, akhirnya semua kesepakatan udah kami dapat, dan salah satu dari kesepakatan kami itu yaa ini, healing tiap 2 minggu sekali, cuman untuk sekedar ngelepas penat dan yaa...Memperkuat rasa solidaritas antar anggota geng Samudra",


"Gimana ? Lo paham kan sekarang ?" ,tanyanya langsung setelah ia selesai menjelaskan secara panjang lebar tentang healing kepada Zara, yang ditanya pun mengangguk-anggukkan kepalanya sebagai isyarat bahwa ia sudah mengerti penjelasan dari Bryan, "owh...Gitu yaa yan, lo hebat banget yaa jadi ketua geng Samudra, salut gue sama lo" ,ucapnya spontan sembari meluruskan kedua kakinya yang telah lama ia tekuk,


"haha...Lo ada-ada aja yaa, BTW thanks yaa atas pujiannya" ,ucap Bryan yang terdengar sangat tulus, berterima kasih kepada Zara atas pujian yang telah ia lontarkan kepadanya,


"hehe, iya yan sama-sama...Eh gue juga ucapin makasih banyak buat elo nih, udah mau cerita ke gue", kali ini giliran Zara yang berterima kasih kepada Bryan karena telah mau berbagi cerita kepadanya, orang yang tidak ada sangkut pautnya dengan geng Samudra, "you're welcome" ,ujarnya menyambut ucapan dari Zara.


Ya benar, di hari Minggu pagi yang sangat cerah ini, di lokasi camping dengan suasana alamnya yang sangat asri ini, dan di bawah sinar mentari pagi yang sangat hangat ini, kedekatan sepasang remaja ini terjalin kembali, kali ini dengan intonasi, ekspresi, dan suasana hati yang lebih damai, tenteram dan nyaman, membuat keduanya sangat menikmati momen tersebut, Bryan dan Zara.

__ADS_1


__ADS_2