
Minggu pagi,pagi yang sangat cerah ini seperti memberikan restu kepada sekolah untuk mengadakan upacara penutupan.Ya benar,perlombaan yang sekolah adakan akhirnya telah usai,dua Minggu berlalu dengan sangat cepat,berbagai lomba telah diadakan,para peserta dari berbagai kelas dipertandingkan dalam area olahraga SMA Bakti.
Siswa SMA Bakti rela mengorbankan waktu libur mereka untuk menghadiri upacara penutupan ini,ya walaupun diluar perintah dari kepala sekolah.Upacara sudah dari tadi dimulai,dengan Jordi sebagai pemimpin upacara dan petugas lain dari kelasnya,kelas 12 IPA-2.
Lima belas menit berlalu,akhirnya upacara penutupan selesai tanpa adanya kendala sedikit pun, "baik semuanya untuk duduk di tempat kalian berdiri sekarang,kita akan mengumumkan pemenang- pemenang lomba dan tiga besar juara umum,tepuk tangan semuanya" ,ucap kepala sekolah sambil bertepuk tangan,mengomandoi para siswa-siswi untuk mengikutinya,terdengar suara riuh tepukan tangan selama beberapa detik.
Hanya sepuluh menit,akhirnya pengumuman telah selesai dibacakan,para perwakilan dari tiap kelas yang menang sudah menerima hadiah dan berfoto bersama kepala sekolah dan jajaran guru. "Baik,inilah dia yang di tunggu-tunggu...Tiga besar juara umum Annual Interclass Competition SMA Bakti 2022" ,tanpa perintah,seluruh murid bertepuk tangan,tidak sabar mendengar 3 besar juara umum perlombaan tahun ini,wajar saja mereka tidak sabaran menunggu,karena tiap tahunnya 3 besar juara umum selalu mendapat hadiah yang besar,banyak,dan menggiurkan.
"Juara 3...Kelas 11 IPS-3" ,riuhan tepukan tangan kembali terdengar,pasalnya baru tahun ini kelas sebelas masuk 3 besar juara umum,karena biasanya seluruh juara umum direbut oleh kelas 12.Ketua kelas 11 IPS-3 langsung maju ke depan dengan gagahnya,layaknya prajurit yang telah memenangkan peperangan.
"Juara 2...Kelas 12 IPS-2" ,kali ini Andini,ketua kelas 12 IPS-2 yang maju ke depan,terlihat dari raut wajahnya yang sedikit tegang,karena tidak menyangka kelasnya lah yang disebut kepala sekolah sebagai juara 2 umum tahun ini,
"Dan yang terakhir...The first rank of Annual Interclass Competition SMA Bakti 2022 is ..." ,sengaja kepala sekolah menggantungkan kalimatnya,membuat para siswa menunjukkan raut wajah tegangnya masing-masing,
"Class 12 IPA-1" ,teriakan pak Ahmad langsung disambut tepukan tangan yang sangat meriah,langsung saja sang ketua kelas,Bryan Nathan,the most wanted SMA Bakti—si cowok es,maju ke depan menuju podium kejuaraan,dengan wajahnya yang dingin membuat kesan cool sangat kental melekat pada dirinya.Tampak di pojok barisan kelas 12,kelas 12 IPS-1,sang rival abadi 12 IPA-1,menunduk malu dan murung,kesal dan tidak menyangka bahwa rivalnya lah yang menjadi juara umum tahun ini,bukan kelas mereka.
"Waduh...Kok bisa menang ya kelasnya si kutu kupret itu,kesel gue" ,ucap Amel dengan wajah cemberutnya,
"Eh ra,lo kerjain dong anak itu,kesel kami loh sama nya" ,sambung Siska yang ikut-ikutan cemberut juga,terlihat anak kelas mereka yang lain memandang heran tingkah mereka berdua yang bisa dibilang aneh,
"Ngapain lo semua liatin kami ha ?" ,tanya Amel ketus kepada teman-teman sekelasnya,
"Lo berdua heboh banget sih,kalah doang nya.Tahun lalu kita juga udah menang,biasa aja kali" ,ucap salah satu murid yang ada di belakang barisan mereka, "bacot lo" ,balas Siska membela bestie nya.
__ADS_1
"Kalian berdua bisa diem gak sih,bising tau" ,omel Zara kesal juga melihat tingkah kedua sahabat baiknya itu,
"Ih ra,lo kok bela mereka sih" ,ucap Amel heran melihat tanggapan Zara,
"Ya lo berdua sih,bising banget...Udah ah,gue cabut...By " pamit Zara sambil melenggangkan kakinya meninggalkan lapangan menuju ke kelasnya, "yah ditinggal kita sis " ucapnya pelan kepada Siska,
"Yaudah deh,mendingan kita susul aja" ,usul Siska yang dibalas dengan anggukan kecil Amel.Tanpa berpikir lagi,Amel dan Siska langsung berlari meninggalkan lapangan,menuju ke kelas untuk menyusul Zara yang tadi pergi tanpa penjelasan apapun.
Minggu siang yang sangat panas,terik matahari terasa seperti membakar setiap makhluk yang beraktivitas dibawahnya,tampak Bryan sedang berdiri di samping motornya menunggu kedatangan Zara,cewek yang selama seminggu ini sudah seperti majikan,dituruti semua keinginannya,dan Bryan bersyukur karena hari ini adalah hari terakhir baginya untuk menuruti semua kemauan Zara.
Tetapi aneh,kali ini Zara meminta bryan untuk menemaninya healing,ya healing saja,kemana saja yang Zara mau pun dituruti Bryan,
'Gak apa-apa deh,toh ini terakhir gue nurutin kemauan dia' ,ucapnya dalam hati sembari menunggu kedatangan Zara yang sebentar lagi akan sampai.
"It's okey...Lo mau kemana nih ?" ,tanya Bryan sambil menghidupkan mesin motornya,langsung saja terdengar deruan knalpot dari motor tersebut,
"Hmmm....Kemana aja deh,kita jalan aja dulu,nanti kan bisa ditentuin" ,ucap Zara panjang lebar kepada Bryan.
Tak menunggu lama,mereka langsung meninggalkan sekolah untuk healing bareng,jalanan kota tampak ramai walaupun hari ini adalah hari libur,dengan raut wajah yang selalu tersenyum ditambah rambutnya yang berkibar-kibar membuat dirinya tampak sangat senang dengan healing ini, Bryan melihatnya dari kaca spion dengan raut wajah datar, tetap sedingin es seperti biasanya,entah pikiran apa yang sedang bersarang empuk di kepalanya,tidak ada yang tahu selain dia dan Tuhannya.
Di tengah-tengah perjalanan,akhirnya Zara mengatakan tujuan mereka healing kali ini,yaitu bioskop.
"Eh yan,ke bioskop aja deh,gue pingin nonton nih" ,pinta Zara di dekat telinga Bryan dengan suaranya yang agak dikuatkan karena mereka masih berada di jalanan,yang dijawab oleh Bryan dengan dua kali anggukan kepalanya saja,menandakan bahwa Bryan setuju dengan permintaannya Zara.
__ADS_1
Motor sport milik Bryan pun mulai mengarah ke jalan yang menuju ke salah satu pusat perbelanjaan ternama di Jakarta,yang mana terdapat bioskop di dalamnya.
Perjalanan mereka pun lancar,tanpa adanya kendala yang berarti,selama di dalam perjalanan pun mereka berdua saling diam saja,tanpa ada komunikasi sedikit pun,hingga tak terasa setengah jam pun telah berlalu,akhirnya motor sport Bryan mulai memasuki kawasan parkir salah satu mall megah di Jakarta.
Setelah mendapatkan tempat dan memarkirkan motornya,Bryan dan Zara langsung saja beranjak dari parkiran dan mulai memasuki lobby utama mall,keduanya memang berjalan bersisian sehingga orang-orang yang melihat mereka pun bakalan mengira kalau mereka berdua adalah sepasang kekasih yang tengah berjalan-jalan,namun apa yang dipikirkan oleh orang-orang ternyata salah,bahkan salah besar.
Ya,bagaimana tidak ? Mereka berdua memang jalan bersisian,namun tidak saling berbicara,keduanya sibuk dengan ponselnya masing-masing,entah apa yang sedang mereka lihat di dalam sana,selain itu keduanya juga tidak saling dekat selama berjalan,padahal mereka berjalan saling bersisian.
Keduanya pun memasuki lobby bioskop,saling berbagi tugas supaya hemat waktu karena antrian yang semakin panjang disebebkan oleh hari libur,selain itu juga karena hari ini adalah hari perdana peluncuran film horor terbaru dari Rumania,yang katanya merupakan film dari kisah nyata dan menjadi film yang paling seram tahun ini.
"Lo beli tiketnya,biar gue yang beli makanan sama minumannya,lo mau apa ?" ,tanya Bryan setelah memberikan tugas kepada Zara,
"Apa aja deh,pokoknya samain aja ga apa-apa" ,jawab Zara setelah mendapatkan uang untuk membeli tiket filmnya,
"Yaudah,kalau lo duluan siap,lo tunggu disini" ,ucap Bryan memberikan instruksi kepada Zara yang dijawab dengan anggukan kecil darinya,langsung saja mereka pun berpisah menuju ke counter masing-masing,mulai membeli apa yang sudah menjadi tugasnya,agar menghemat waktu yang ada.
Sepuluh menit pun tak terasa telah berlalu,mereka berdua secara bersamaan telah selesai membeli apa yang menjadi tugasnya.Tak perlu menunggu apapun lagi,kini mereka berdua langsung menuju ke studio tempat mereka akan menonton film horor tersebut.
Waktu ke waktu pun terus bergulir,keduanya saling diam tanpa berbicara sedikit pun,fokus dengan jalan cerita film yang mereka tonton dan juga fokus dengan makanan yang mereka makan,kesunyian melanda diri mereka masing-masing,hanya suara dari film lah yang mendominasi hingga akhir,begitu terus sampai mereka beranjak meninggalkan bioskop dan mall,untuk pulang ke rumah mereka masing-masing.
Entah apa status yang cocok untuk healing mereka kali ini.
Pacaran,teman,sahabat,atau saudara dalam satu keluarga ?
__ADS_1
Tidak ada yang tahu selain Tuhan dan mereka berdua.