Why Must There Be Love ?

Why Must There Be Love ?
Rencana


__ADS_3

Siang ini perjanjian antara Bryan dan Zara mulai berlaku,dan perjanjian tersebut sampai Minggu depan,Zara menunggu kedatangan Bryan sambil duduk di pelataran kantin yang terlihat sepi karena siswa-siwa lebih memilih pulang dan makan dirumah ketimbang makan di kantin yang pastinya mengeluarkan uang saku mereka.


Tak lama waktu berselang,orang yang di tunggu-tunggu Zara akhirnya datang,Bryan datang dengan wajah dinginnya dan tangan yang dimasukkan ke saku celana,menambah kesan cool dan seram yang menyatu di dalam dirinya,


"Hei yan,akhirnya lo datang juga" ,sambut Zara dengan manisnya setelah Bryan mendekat ke arahnya,


"Udah jangan banyak bacot lo,sekarang pesan yang lo mau,cepat gue ada urusan setelah ini" ,ucap Bryan ketus kepada Zara,wajar saja dia emosi melihat tingkah Zara yang terlihat seperti anak-anak yang baru saja dibelikan mainan baru, "Oke-oke,santai dong" ,ucap Zara membalas kalimat ketus Bryan.


Mereka duduk sambil menunggu makanan yang sudah mereka pesan tadi,tidak ada yang mau membuka suara,mereka berdua sibuk dengan gadgetnya masing-masing sampai keheningan tersebut akhirnya pecah setelah bu kantin mengantarkan pesanan mereka,terlihat Zara mulai makan dengan lahapnya,Bryan sampai heran melihat tingkah Zara yang menurutnya lucu itu, 'eh apa ? Lucu ? Nggak-nggak,gue gaboleh ada apa-apa sama nya' ,ucap Bryan dalam hati ketakutan, "Yang cepat lo makannya,gue mau cabut langsung" ,ucap Bryan pelan setelah meminum jus jeruk pesanannya, "iya lo yan,aman" ,jawab Zara yang terlihat kepedasan memakan baksonya.



"Eh yan,lo mau kemana ?" ,tanya Zara heran melihat Bryan yang berjalan keluar kantin dengan buru-buru,


"Urusan kita udah selesai,besok lagi.Apa lagi mau lo ?" ,tanya Bryan tak kalah herannya melihat tingkah Zara yang agak aneh,


"Antar gue pulang dong,lo lupa janji lo itu jagain gue juga" ,jawab Zara sangat manis yang membuat Bryan merasa jijik .


"Hufft...Asli lo ngeselin banget,mau antar kemana lo ? Jangan jauh-jauh,gue buru-buru ada urusan" ,tanyanya sedikit sabar,

__ADS_1


"Ya kerumah gue Bryan,gue takut naik angkot,biasanya teman gue yang antar" ,jawabnya manja yang kembali membuat Bryan tambah jijik,


"Yaudah ayo cepat,gue juga buru-buru nii" ,ajak Bryan akhirnya setelah mengalah daripada melihat tingkah Zara yang aneh itu, "oke" ,jawab Zara semangat,langsung saja dia berlari ke arah motor sport Bryan yang terparkir rapi yang tampak sudah mulai sepi,Bryan yang melihatnya hanya bisa geleng-geleng kepala melihat tingkah cewek itu yang kali ini tampak seperti seorang anak yang menunggu ayahnya untuk naik motor bareng.


Motor sport Bryan melaju cepat membelah jalanan yang kali ini tampak lengang,beda seperti biasanya yang macet membuat klakson setiap kendaraan terdengar sahut-menyahut,tidak ada yang memulai percakapan di perjalanan mereka,di satu sisi karena mereka di jalanan,dan di sisi yang lain karena mereka berdua bersikap acuh tak acuh sehingga malas untuk sekedar percakapan singkat.


15 menit di perjalanan,akhirnya mereka sampai di rumah Zara walaupun agak tersesat karena pertama kalinya bagi Bryan ke rumah tersebut dan tidak pandainya Zara untuk membaca peta maps,lengkap sudah penderitaan mereka walaupun akhirnya sampai juga.Tak menunggu lama,Bryan langsung menghidupkan kembali motornya,


"Eh btw lo mau kemana buru-buru ?" ,tanya Zara penasaran, "bukan urusan lo" ,singkat saja Bryan menjawabnya,tetapi mampu membuat Zara langsung speechless,


"Eh yan,besok lagi jangan lupa lo ya" ,lanjut Zara setelah beberapa detik terdiam, "iya terserah lo,udah-udah...Gue mau cepat,ra" ,ucapnya sedikit ketus, "iya-iya" jawab Zara ketus juga terpancing karena sikap Bryan kepadanya barusan.


Pletak... "Aduh " ,ringis Zara pelan karena dahinya sakit akibat disentil oleh seseorang, "lo ya,sakit tau" ,amuknya setelah menyadari orang yang iseng menyentil dahinya barusan,yang tak lain dan tak bukan adalah adik kandungnya sendiri,Nadya Zahra,


"Lo sih kak,apa sih yang lo liatin dari tadi,sampai melamun juga,awas lo kesambet" ,ucap adiknya lancar juga menakut-nakutinya,


"Ih amit-amit gue kesambet,udah ah...Gue capek mau istirahat,gue masuk duluan ya" ,jawab Zara sambil meninggalkan Nadya sendirian,


"Lo ya bukannya jawab pertanyaan gue " ,teriak Nadya kesal melihat tingkah kakaknya barusan, 'Untung kakak kandung,kalau nggak gue jambak lo dari tadi' ,ucap Nadya dalam hati sambil melangkah juga untuk masuk kedalam rumah.

__ADS_1


"Gimana ndre ? Jadi ?" ,tanya Bryan kepada sahabatnya dari kecil,Andreansyah.Tadi setelah Bryan dari rumah Zara,dia langsung menuju ke basecamp geng motornya,karena ada suatu masalah yang harus diselesaikan secepatnya,Bryan yang menjabat sebagai ketua geng pun meminta pendapat ke Andre yang merupakan wakilnya,karena masalah ini sangat berat dan berisiko,


"Yaudah,kita serang aja mereka,udah keterlaluan soalnya,gabisa dibiarkan" ,jawabnya setelah terdiam beberapa saat memikirkan keputusan yang tepat, "oke...Biar gue hubungin anak-anak yang lain,kita susun rencana secepatnya" ,ucap Bryan yang langsung di iya kan oleh Andre.


Andre langsung menghubungi para anggota geng Samudra,awalnya ia menghubungi ketujuh anggota inti,yaitu tujuh anggota-anggota geng Samudra yang masing-masing memiliki kelebihan yang sangat berguna bagi geng mereka,Andre terlihat mondar-mandir di ruang tamu basecamp yang berbentuk rumah mewah ini seraya menunggu para anggota inti mengangkat panggilan telponnya satu per satu.


Begitu juga dengan Bryan,ia juga membantu wakil sekaligus sahabatnya itu untuk menelepon dan menghubungi seluruh anggota geng Samudra secara keseluruhan tanpa melewatkan seorang pun.


Tak terasa setengah jam telah bergulir begitu saja,kini seluruh anggota geng Samudra baik yang inti maupun yang biasa telah berkumpul dan saling duduk di ruang pertemuan mereka,raut wajah serius dan tegang bercampur baur mewarnai suasana yang terjadi sekarang,Bryan dan Andre duduk di dua kursi utama geng Samudra,juga dengan raut wajah yang serius menambah atmosfer ketegangan di perkumpulan mereka saat ini.



"Oke dengar semua,langsung saja ke intinya,kita bakal susun rencana untuk menyerang balik geng Galaksi,sebagai bentuk pembelaan terhadap Fasha sahabat kita sendiri,bagaimana semua ? Setuju ?" ,tanya Bryan setelah menjelaskan secara panjang lebar tentang permasalahan apa yang sedang terjadi di antara geng mereka,kali ini terdengar suara riuh redam dari seluruh anggota geng,yang menandakan bahwa mereka sangat bersemangat atas rencana pembalasan tersebut.


"Setuju" ,teriakan satu komando terdengar sangat kuat,suara teriakan nya menggema di dinding-dinding ruang pertemuan,membuat suasana perkumpulan mereka menjadi lebih seru dan mengasyikkan,sekaligus mereka juga mendapatkan energi penyemangat dari anggota geng satu sama lainnya,yakni energi persahabatan dan solidaritas.


Selama satu jam mereka saling memberikan argumentasi dan usulan masing-masing terkait rencana pembalasan mereka terhadap geng Galaksi,salah satu geng pembuat onar di Jakarta dan menjadi musuh bebuyutan bagi geng Samudra.


Satu jam yang sangat bermakna bagi mereka,selain karena untuk membuat rencana pembalasan,perkumpulan ini juga sebagai pengikat tali persahabatan dan solidaritas mereka satu sama lain.

__ADS_1


__ADS_2