Why Must There Be Love ?

Why Must There Be Love ?
Senja Perasaan


__ADS_3

Senja Resto.Sesuai dengan namanya restoran ini didominasi oleh warna orange,warna yang selalu melambangkan senja yang indah,senja yang selalu ditemani oleh sunset yang memanjakan mata manusia.


Ditambah lagi dengan arsitekturnya yang kekinian,ornamen-ornamen yang tersusun rapi menghiasi tiap sudut restoran ini,juga pahatan-pahatan unik yang membuat senja resto tidak hanya kekinian,tetapi juga mengandung sifat yang elegan.


Senja resto tidak pernah kesepian pengunjung,setiap hari selalu saja pengunjung datang silih berganti,bagaikan semut yang mencari sarangnya,kursi mejanya tidak pernah kosong sekali pun,bagaikan tidak kenal hari saja,selalu saja ramai dikunjungi.



Namun berbeda dengan sore ini,entah mengapa sebagian besar pengunjung yang biasanya selalu hadir lenyap bak ditelan bumi,hanya terlihat beberapa pasangan muda-mudi saja yang sedang makan,itupun berada di tiap pojokan restoran,tetap menciptakan kesan sepi yang melanda restoran tersebut.



Meja nomor 5.Merupakan salah satu meja favorit pengunjung di restoran ini.Bagaimana tidak ? Meja tersebut terletak persis menghadap ke kota dengan ingar-bingar kehidupan di dalamnya,dengan dilatari oleh pemandangan sunset,sunset yang mampu memanjakan mata orang-orang yang memandangnya,dengan sinar khasnya yang lembut menerpa kulit manusia,membuat momen tersebut menjadi momen yang selalu ditunggu-tunggu kedatangannya oleh masyarakat.



Namun tidak bagi Zara,perempuan cantik yang selalu berpakaian modis itu terlihat sangat lesu memandang sunset yang kini tampak jelas di sampingnya.Ya benar,ia duduk di meja nomor 5,sengaja ia memilih tempat tersebut karena memang pemandangan yang disajikannya mampu membuat orang yang duduk disitu merasa tenang.


Tetapi entah kenapa semua itu tidak berpihak kepada Zara,kini ia hanya memandangnya lesu,tidak adanya raut kebahagiaan yang terukir di wajah cantiknya itu.Ia cemas,ia gelisah menanti kedatangan seseorang yang selama beberapa hari ini selalu menghantui pikirannya.


Tampaknya senja hari ini tidak berpihak kepadanya.Senja hari ini tidak mengetahui perasaannya yang sangat kontras dengan pemandangan yang ada.Senja hari ini seperti sedang mengejek keadaannya.



Setengah jam waktu berjalan,akhirnya orang yang ditunggu-tunggu oleh Zara datang juga,tetap seperti biasanya dengan outfit hitam-hitam yang membuat aura dingin Bryan sangat melekat dengan dirinya.


"Lo udah lama nunggu ra ?" ,pertanyaan pertama dari Bryan sebagai pertanda awal komunikasi mereka disini,

__ADS_1


"Eh nggak kok,cuma setengah jam aja yan nunggunya" ,jawabnya panjang lebar setelah mempersilakan Bryan untuk duduk di kursi tepat di hadapannya,


"Maaf ya ra tadi gue habis nganter bi Asih ke pasar" ,ucap Bryan tulus menjelaskan sebab dirinya terlambat datang,


"Oh iya gapapa kok yan,santai aja" ,ucapnya sedikit heran melihat perkataan Bryan barusan yang meminta maaf kepadanya.


Haha....Bisa nih masuk keajaiban dunia yang ke -8...


Lima menit mereka saling diam,sibuk dengan pikiran mereka masing-masing,namun keheningan tersebut pun akhirnya pecah dengan kedatangan seorang waiters,


"Mau pesan apa ?" ,tanya cewek tersebut sambil menyerahkan buku menu kepada Bryan,


"Eh ra...Lo mau pesan apa nih ?" ,tanyanya masih sambil melihat-lihat isi menu,


"Hmm...Samain aja deh yan" ,jawab Zara sedikit gugup.


"Baik.....Mohon ditunggu ya mas,mbak" ,ucapnya sambil tersenyum manis seraya pamit meninggalkan meja Bryan dan Zara tersebut.


"Lo mau bicarain apaan ?" ,tanpa basa-basi akhirnya Bryan langsung bertanya to the point kepada Zara,langsung ke pokok permasalahannya,padahal ia sendiri sudah tahu apa yang akan mereka bahas dan bagaimana jalan keluarnya,tetapi entah kenapa ia berlagak seakan ia tidak tahu apa-apa,


"Gue mau bicarain tentang berita kita pagi tadi yan" ,jawabnya menjelaskan pertanyaan Bryan barusan.


Setelah jawaban Zara tadi,tidak ada yang berani memulai percakapan kembali,keduanya sama-sama terdiam tidak mau membuka mulutnya duluan untuk kembali memulai percakapan,keduanya sama-sama menyibukkan diri mereka sendiri dengan kegiatan yang berbeda,Zara dengan melihat sunset di kota melalui jendela restoran,sedangkan Bryan dengan memainkan arloji yang tengah ia pakai,sampai pada akhirnya keheningan mereka dipecahkan oleh seorang pelayan pria yang membawakan pesanan mereka,


"Permisi...Ini dua Italian Spagetti dan dua Ice Cappucinonya,silahkan dinikmati" ,ucap pelayan tersebut sambil menunduk,seperti memberikan kesan sopan kepada pengunjungnya.


Kembali lagi keheningan terjadi,kini keduanya sibuk menikmati pesanan mereka masing-masing,sampai akhirnya Zara berani memulai kembali pembicaraan mereka, "Yan,hmm...G...Gue boleh jujur gak ?" ,tanya Zara yang terlihat tengah gugup menunggu jawaban dari Bryan,yang mana pertanyaannya barusan berhasil membuat Bryan mengernyitkan dahinya tipis,bingung dengan sikap Zara,

__ADS_1


"Lo mau jujur tentang apa ra ?" ,tanyanya langsung setelah meminum Ice Cappucinonya,tampak Zara menarik nafasnya panjang,kemudian menghembuskannya kembali secara lembut,seakan ia sedang mencari udara segar sebelum memberikan penjelasan terkait pertanyaan dari Bryan barusan,


"Yan...Hmmm...Jujur gu..Gue suka sama lo" ,singkat padat & jelas,3 kata yang sangat cocok untuk menggambarkan perkataan Zara yang meluncur mulus keluar dari mulutnya,yang mana hal tersebut membuat Bryan tersedak spagettinya, "uhuk-uhuk...Aduhhh" ,terdengar suara batuk kuat milik Bryan,langsung saja ia meminum Ice Cappucinonya kembali untuk menghilangkan rasa sakit akibat batuk barusan.


"Apa ra ? Lo gak salah ngomong ?" ,tanya Bryan masih tidak percaya dengan pernyataan mendadak dari Zara barusan,


"Iya yan...Gue gak boong,gue suka sama lo" ,jelasnya sekali lagi sambil menatap matanya Bryan,


"Sejak kapan lo suka sama gue dan...Dan kenapa bisa suka ?",pertanyaan beruntun dari Bryan kini lancar keluar dari mulutnya,hanya menunggu jawaban dari Zara saja.


"Gu...Gue gatau sejak kapan gue suka sama lo,tapi jujur awalnya gue itu benci banget sama lo yan,entah kenapa lo tuh selalu ngehantuin pikiran gue.Dan satu lagi,gue suka sama lo itu beneran,gak ada alasannya yan,karena cinta itu tidak butuh alasan." ,jelas Zara panjang lebar dengan intonasi yang tepat,penjelasan darinya mampu membuat mulut Bryan terbungkam,tidak percaya dengan apa yang barusan saja dikatakan oleh Zara.



Bryan hanya bisa terdiam setelah mendengarkan pernyataan cinta dari Zara,pernyataan tersebut memang tidak membutuhkan jawaban,hanya pengungkapannya saja,tetapi hal tersebut saja sudah cukup mampu membuat Bryan menjadi speechless,tidak tahu harus mengatakan apa,ia hanya bisa menundukkan kepala sambil mengaduk-ngaduk sisa minumannya,sekali-sekali ia juga memandang Zara yang tengah melihat sunset,sunset yang hampir tenggelam bak ditelan oleh bumi dan keindahannya akan segera digantikan oleh gelapnya malam.



Senja ini pernyataan dari Zara belum menemukan jawabannya,Bryan masih saja terus terdiam tidak tahu harus mengatakan apa,senja perasaan ini belum ada kejelasannya.



Tidak.Bagaimana bisa ? Cinta kali ini terhalang oleh 2 persfektif yang berbeda,satu percaya dengan adanya cinta,dan satu lagi menolak kehadiran cinta.


Dua hal yang saling bertolak belakang ini tidak akan mampu menemukan cinta sejatinya.


Lantas,bagaimana hubungan Bryan dan Zara nantinya ?

__ADS_1


__ADS_2