Why Must There Be Love ?

Why Must There Be Love ?
Awal Dari Segalanya


__ADS_3

"Ya...Dengan ini,saya resmikan Annual Inter-Class Competition SMA BAKTI" ,terdengar riuh tepuk tangan dari seluruh siswa SMA Bakti setelah mendengar kalimat dari kepala sekolah mereka, "Bapak harap,bertandinglah dengan sportif,ingat motto lomba ini, 'Win don't be arrogant,lose don't be frustrated' ,paham semuanya ?" ,tanya pak Ahmad ke seluruh siswa-siswinya, "paham pak" ,kembali terdengar suara kompak satu perintah dari seluruh murid.


Ya,hari ini adalah hari yang sangat penting bagi SMA Bakti,bagaimana tidak ? Perlombaan ini hanya dilaksanakan setahun sekali dengan mempertandingkan banyak cabang olahraga,dengan hadiah yang sangat besar untuk 3 kelas pemenang,dan semenjak tahun ini peraturan lomba sedikit berubah,yakni perlombaan tidak mempertandingkan antar kelas lagi,tetapi digabung sekaligus,alhasil dengan peraturan baru tersebut membuat atmosfer perlombaan semakin sengit.


Priit.....Baru saja wasit meniup kuat peluitnya, tanda pertandingan baru saja dimulai,hari ini perlombaan dimulai dengan pertandingan bola basket antar kelas 12 IPA-1 VS kelas 12 IPS-1,tampak Bryan cs sangat gesit bermain,gerakan mereka sangat cepat,mendribbel bola dari lawan dan mengoper ke teman setimnya,sangat teliti dalam bermain karena Bryan cs melawan tim bebuyutannya,Bryan sang kapten kini membawa bola sendirian,dihadang 3 pemain lawan sekaligus,dan dengan lincahnya dia mampu melewati semua pemain tersebut,dan dengan sedikit lompat,hap.....Bola masuk ke keranjang dengan lancarnya.Skor 20-18.Bryan cs masih memimpin pertandingan.


Zara menyaksikan pertandingan dengan antusias,dia tidak ingin kelasnya menelan kekalahan di pertandingan pembuka ini,bersama teman-temannya yang merupakan chearleaders terus mendukung tim mereka untuk meraih kemenangan,karena ini adalah pertandingan hidup dan mati,yakni pertandingan antar musuh bebuyutan,dan apabila kalah malunya sampai 7 turunan,hahaha.


Gedebug...Tiba-tiba Zara tergeletak di lantai pinggir lapangan setelah bola basket mendarat empuk di dahinya,hal tersebut membuat pertandingan terjeda sementara,mereka tidak menyangka bola akan mendarat tepat mengenai seorang cewek yang berada di pinggir lapangan,lantas saja semua orang mengerumuni Zara yang terlihat sudah pingsan.


"Awas-awas.....Minggir semua" ,perintah Bryan kuat yang langsung membuat kerumunan tadi pecah,memberikan jalan kepada Bryan,sang kapten tim basket yang terkenal akan kemahirannya dalam bermain.Tanpa aba-aba,Bryan langsung mengangkat tubuh mungil Zara dan langsung membawanya menuju UKS,ia bertanggung jawab terhadap Zara karena dialah pelaku atas pingsannya Zara barusan,dan ini adalah kali kedua baginya membawa orang yang sama menuju UKS.


"Hufft...Sadar juga akhirnya" ,ucap Bryan pelan setelah melihat mata Zara yang mulai membuka dan menyesuaikan dengan cahaya sekitar, "eumh... Eh,ngapain lagi lo disini ?" ,ucap Zara kaget karena melihat Bryan duduk sambil menatapnya tajam,persis keadaannya seperti beberapa hari yang lalu ketika dia pingsan saat upacara. "Gue mau minta maaf" ,kata Bryan pelan sambil sedikit menundukkan kepalanya, "ha...Maaf buat apa ?" ,tanyanya heran.Wajar saja,orang seperti Bryan,most wanted sekolah barusan saja meminta maaf kepadanya,yang hanya pasir sekolah saja. Haha,miris memang. "Gue tadi yang buat lo pingsan,maaf yaa" ,ucap Bryan tulus,ya siapa Bryan Nathan,walaupun sedingin es,tapi di dalamnya memiliki hati yang tulus dan lembut,hasil didikan dari kedua orang tuanya dulu sebelum sibuk dengan pekerjaan mereka masing-masing.


"Lo yang lempar bola ke arah gue ?" ,bukannya memaafkan Bryan,Zara malah menudingnya langsung dengan pertanyaan, "I...Iya gue tadi,maaf ya udah buat lo pingsan" ,kembali lagi,seorang Bryan Nathan meminta maaf.

__ADS_1


"Oke gue maafin,asal lo ikutin kemauan gue" ,senyum tipis terukir di sudut bibir Zara,tampak Bryan terkejut setelah mendengar kalimat Zara barusan, "ha,apa ? Lo gak ikhlas ?" ,tanya Bryan sedikit marah,


"Gue ikhlas,asal lo ikutin kemauan gue,kalau nggak,ya gue laporin lo ke kepsek" ,senyum sinis kini terukir di bibir Zara.


Bryan menarik nafasnya panjang,ia tidak mau nama baiknya tercoreng begitu saja hanya karena masalah sepele ini,dan dengan perempuan yang ngeselin menurutnya.


"Oke fine,gue turutin,apa mau lo ?" ,tanya Bryan setelah menyutujui permintaan Zara,hatinya gugup menunggu jawaban dari Zara yang terlihat sekarang tengah tersenyum manis.


"Oke,gue mau lo lakuin dua permintaan gue,dikit kok cuman dua,oke Bryan ?" ,pinta Zara memelas kepada Bryan,ekspresinya sangat cocok untuk meluluhkan hati pria manapun,mungkin Zara cocok jadi pemain sinetron ya,hahaha.


"Hufft...Oke apa mau lo ? Awas aja aneh-aneh" ,jawab Bryan yang sudah mulai kesal atas sikap Zara, "makasih Bryan" ,ucapnya manis,


"Iya-iya oke,mulai besok...Dan lo Zara,jaga sikap lo" ,jelas Bryan sambil meninggalkan ruang UKS dengan wajah cueknya.


"Hahaha...Ini baru di mulai Bryan" ,ucap Zara pelan pada dirinya sendiri,entah apa yang sedang direncanakannya terhadap cowok yang baru dikenalnya itu.

__ADS_1


Zara membuka ponselnya setelah memperbaiki posisi rebahannya di atas nakas UKS,ia membuka aplikasi chatnya,melihat ada satu notifikasi dari Amel,yang isinya hanya menanyakan kabar Zara saja,yang dijawab oleh Zara hanya dengan sebuah jempol.


Setelah membalas chat dari Amel,kini ia memainkan salah satu game masak-memasak yang terdapat di dalam ponselnya,ia sangat serius dan fokus memainkan game tersebut,sampai tidak sadar bahwa kedua sahabatnya telah berada di dalam UKS,keduanya heran melihat kegiatan yang dilakukan Zara saat ini,mereka kira Zara tidur karena sakit yang dialaminya tadi,tetapi yang mereka lihat kini Zara yang memainkan ponselnya dengan raut wajah yang sangat serius dan fokus dengan apa yang sedang dimainkannya.


"Woi..." ,ucap Siska agak kuat tepat di dekat telinga Zara,membuat Zara langsung kaget begitu saja karena tidak menyangka akan kehadiran kedua sahabatnya tersebut,


"Duh...Kalian yaa ga ada belas kasihannya sama orang sakit,main kejut-kejut aja" ,ucap Zara sedikit kesal dengan tingkah dari kedua sahabatnya tersebut yang mana hampir membuat jantung Zara terasa mau copot karena kaget,


"lo ngapain sih ra ? Kami kira lo tidur" ,tanya Amel yang tidak memperdulikan raut wajah kesalnya Zara,


"Main game aja loh,bosen gue disini,tapi juga malas keluar dari sini,hahaha" ,ucapnya disertai dengan gelak tawanya yang terasa sangat ikhlas,


"Yee,lo tuu yaa sakit malah suka" ,ucap Siska heran dengan tingkah laku dari sahabatnya tersebut,


"Biarin aja" ,ucap Zara sambil menjulurkan lidahnya ke arah Siska bak sedang mengejeknya,yang dibalas oleh Siska dengan lidah yang dijulurkan juga,

__ADS_1


"Ih jijik banget sih" ,ucap Amel sedikit risih dengan apa yang dilakukan oleh kedua sahabatnya tersebut.


Tak perlu waktu yang lama,kegiatan saling mengejek yang mereka berdua lakukan pun telah selesai,kini digantikan dengan kegiatan yang lebih bersahabat,saling curhat satu sama lain,dan saling bertukar cerita yang seru-seru.Ketiga orang sahabat ini pun menikmati waktu kebersamaannya di UKS,di waktu istirahat.


__ADS_2