Why Must There Be Love ?

Why Must There Be Love ?
Malam Minggu


__ADS_3

Malam Minggu kali ini terasa sangat indah,ditemani oleh gemerlap bintang-bintang di langit,yang diterangi oleh cahaya lembut dari bulan di dalam kegelapan malam.Angin yang berhembus lembut saat terkena kulit ini memanjakan seluruh manusia yang saat ini menikmati suasana malam Minggu di luar,dinginnya malam pun terasa pas bagi mereka semua.



Malam ini lalu lintas kota Jakarta sangat padat,kesibukan di jalan raya terjadi,dipenuhi oleh kendaraan orang-orang yang beranjak pulang kerja dan kendaraan orang-orang yang ingin bermalam Minggu.Selain jalanan,tempat-tempat wisata yang terkenal di Jakarta pun tak luput dari keramaian,para muda-mudi berkumpul di berbagai tempat wisata menikmati suasana malam Minggu ditemani jajan-jajanan pinggir jalan.



Kesibukan dan kegiatan orang-orang pun bermacam-macam,ada yang pacaran,atau hanya sekedar berjalan-jalan malam bersama teman,bahkan ada yang mengerjakan tugas sekolah ataupun kuliahnya disaat seperti ini.Kesibukan masing-masing ini berjalan lancar tanpa ada yang mengusik ataupun mengganggu satu sama lainnya.



Begitu juga dengan 3 sahabat kental ini,3 gadis remaja usia 17 tahun yang terlihat tengah duduk santai di salah satu bangku panjang taman,duduk bercengkrama sembari memperhatikan orang yang berlalu-lalang di depan mereka ditemani jajanan pinggir jalan.Ketiganya sangat menikmati suasana keramaian malam hari ini,wajar saja karena malam seperti ini hanya hadir seminggu sekali,itupun jikalau tidak ada kendala seperti hujan ataupun tugas dan pekerjaan yang menumpuk.



Zara terlihat tak seperti biasanya—melamun bak memikirkan sesuatu,dan mengkhayalkan sesuatu juga,kadang juga ikut bercengkrama dengan 2 sahabatnya yang lain untuk mengelabui khayalannya saat ini,tetapi lama-kelamaan keduanya sadar ada yang berbeda dari sahabat mereka satu ini.Zara tidak seperti biasanya,Zara yang mereka kenal sangat bawel dengan sikap manjanya,sering membuat keributan dengan mulut nyerocosnya,kini terlihat seperti orang bisu.Diam seperti memikirkan sesuatu,hanya sesekali ikut bercengkrama dengan mereka.



"Zara" ,panggil Amel lembut sambil menepuk pelan bahu mungilnya Zara,mendengar panggilan tersebut,ia menolehkan kepalanya pelan ke arah kedua sahabatnya ini,

__ADS_1


"Ya mel,ada apa ?" ,tanya Zara pelan.Wajahnya saat ini terlihat seperti tertekan , dengan pikiran-pikiran yang menghantui Zara saat ini.


"Lo kenapa ra ? Kok gak kayak biasanya sih ?" ,tanyanya kembali sembari merangkul Zara,yang dirangkul pun seperti merasa nyaman atas perlakuan yang ia terima,


"Gue gapapa kok,kalian tenang aja" ,jawabnya pelan setelah meletakkan kepalanya di bahu Amel,


"Ra,lo jangan sembunyiin sesuatu dari kita dong,kita kan sahabatan,kalau ada apa-apa kasitau supaya dicari solusinya bareng-bareng" ,jelas Siska panjang lebar setelah memperhatikan percakapan Zara dan Amel yang tak membuahkan hasil barusan.Setelah menarik nafas panjang dan menghembuskannya perlahan,dan juga setelah diminta sahabatnya untuk bercerita,akhirnya Zara mau menceritakan apa yang saat ini ia pikirkan.


"Gapapa nih ?" ,tanya Zara meyakinkan dirinya sendiri untuk menceritakan apa yang ia tengah rasakan saat ini ,


"Iya ra,lo kan tahu kita sahabat lo,gapapa kok cerita aja yaa" ,jawab Siska meyakinkan sahabatnya itu,setelah mendengarkan pernyataan Siska,tampak diri Zara mulai bangkit dan percaya diri untuk menceritakannya.


"Gu...Gue mau curhat sis,mel" ,ucap Zara pelan dengan sempat tadi terbata-bata di awal,ucapannya barusan sontak membuat kedua sahabatnya itu terkejut.Bukan tanpa sebab,Zara yang mereka kenal selalu periang,cerewet,bawel,dan selalu menganggap remeh hal-hal yang ada di sekitarnya mendadak berubah 180°. Berubah menjadi sosok yang pendiam,banyak pikiran,dan mau curhat kepada sahabat-sahabatnya—hal yang selama ini selalu Zara hindari.



"Eh gapapa kok ra,lo tenang aja" ,ucap Amel terburu-buru sambil menyertakan senyum manisnya agar Zara percaya dengan apa yang ia katakan barusan.


"Ra,lo beneran mau curhat sama kami ?" ,tanya Siska kali ini,dirinya masih tidak menyangka seorang Zara yang ia kenal mau curhat tentang perasaan hatinya saat ini kepada kedua sahabatnya,


"Yaa beneran lah,kenapa ha ? Lo berdua pada ga percaya ya ? Hahaha sama...Gue juga ga percaya,tapi kali ini gue memang beneran mau curhat ke kalian kok,curhatan gue ini juga ada hubungannya dengan perasaan gue saat ini" ,jelasnya panjang lebar,membuat raut wajah terkejut dari kedua sahabatnya itu perlahan memudar digantikan dengan raut wajah penasaran.

__ADS_1


"Gimana kalau gue curhat di rumah gue aja ? Sekaligus kalian nginap.Entar setelah gue curhat,kita main gimana ? Besok kan Minggu,kita begadang mainnya" ,ucap Zara kepada sahabatnya,


"Gitu aja yakan sis ? Oke juga nih planning Zara" ,tanya Amel kepada Siska sekaligus menyetujui plan yang diusulkan oleh Zara,


"Oke gue juga setuju.Tapi sebelum itu,gimana kalau kita beli jajan-jajanan ? Untuk cemilan nanti dirumah" ,kali ini Siska yang menawarkan sesuatu kepada kedua sahabatnya itu. Tak perlu menunggu lama,usulan Siska disetujui juga.


Mereka langsung beranjak dari bangku taman menuju ke stand jajan-jajanan pinggir jalan,berbagi tugas satu sama lain untuk membeli berbagai macam jajanan agar cepat selesai.



Zara pergi menuju stand minuman panas,ia membeli 3 bandrek jahe susu untuk menemani jajan-jajanan mereka,sekaligus sebagai penghangat tubuh mereka kala begadang nanti.


Amel sendiri hanya beranjak 15 meter dari bangku taman,menuju ke stand jajan-jajanan bakar,ia membeli berbagai macam jajanan,antara lain jagung bakar,sosis bakar,bakso dan tahu bakar,dan lain sebagainya.


Sehingga ketika selesai membeli,ia membawa banyak sekali plastik jajanan.


Sedangkan Siska pergi menuju ke stand makanan manis,stand yang berada di utara taman tersebut membuat Siska harus berjalan jauh untuk menuju kesana,dikarenakan luas taman tersebut hampir 10 hektar,ketika telah sampai ia langsung membeli beberapa macam makanan manis yang mereka bertiga sukai.Sama seperti Amel,ketika telah selesai membeli,ia juga membawa banyak plastik jajanan.


Lima belas menit berselang,akhirnya berbagai macam jajanan telah tersedia di plastik bawaan mereka.


Setelah berkumpul kembali,ketiganya langsung menuju ke mobil Zara untuk pulang dan menginap di rumahnya,sekaligus mendengarkan curhatan Zara sembari menikmati jajanan yang ada,tak lupa juga bergadang untuk main,yang mana merupakan puncak plan mereka bertiga.

__ADS_1



Mobil matic Zara melaju bersama dengan kendaraan lainnya,dengan kecepatan sedang mereka kembali menikmati indahnya malam,dengan ditemani oleh berbagai macam lagu yang mana liriknya cocok sekali untuk menggambarkan perasaan mereka saat ini.


__ADS_2