Why Must There Be Love ?

Why Must There Be Love ?
Pulang Sekolah


__ADS_3

Matahari mulai meninggi kembali dari posisinya,kini kehangatan pun telah mulai digantikan oleh panasnya sinar yang dipancarkannya ke bumi.Udara di berbagai penjuru bumi pun juga mulai berubah menjadi panas akibat terkena teriknya matahari.



Bertepatan dengan saat itu pulalah lonceng berdenting kuat, 'Teng...Teng...Teng' ,suaranya menggema ke seluruh penjuru sekolah,bunyi lonceng yang menandakan telah berakhirnya les pelajaran terakhir di sekolah,dan juga sebagai tanda kepulangan para siswa-siswi kembali ke rumah mereka masing-masing.


. Seluruh murid mulai keluar dari kelas mereka dan beranjak meninggalkan area sekolah.Karena besok adalah hari libur dan tidak ada ekstrakulikuler di hari ini,maka sebagian besar siswa lebih memilih kembali ke rumah mereka,untuk melakukan berbagai aktivitas yang mereka rasa dapat mengisi waktu kosong mereka,hanya beberapa siswa dari berbagai kelas saja yang menetap di sekolah,mungkin karena ada tugas tambahan yang diberikan oleh guru mereka,atau pergi ke perpustakaan untuk meminjam buku,atau hanya sekedar jajan di kantin untuk mengisi perut yang kosong selama pelajaran berlangsung tadi.


Kelas 12 IPS-1,masih terdapat 3 orang siswi yang belum keluar dari kelasnya,ketiganya duduk di kursi kayu dengan duduk yang membentuk lingkaran,ketiganya merupakan sahabat satu sama lainnya,yaitu Zara,Amel,dan Siska.


Tampak Zara tengah bersedih,kepalanya ia letakkan bertumpu di atas kedua tangannya yang terlipat di atas meja,sedangkan kedua sahabatnya berusaha untuk menenangkan hati Zara yang tengah kacau.


Masih dalam persoalan motornya yang hilang tadi pagi,otak Zara tidak bisa merubah pola pikirannya menjadi yang lebih baik,pikirannya saat ini hanyalah nasib motornya yang telah raib begitu saja dari rumahnya,rumah yang bisa dibilang memiliki penjagaan yang sangat ketat,memiliki pos jaga dengan 3 orang satpam yang berjaga dilengkapi dengan 5 buah CCTV yang menyebar di sekeliling area luar rumah.Namun nasib tetaplah nasib,motornya tetap bisa hilang begitu saja dari sana.



"Udah dong ra,entar kita cari sama-sama yaa" ,ucap Amel mencoba menenangkan sahabatnya satu ini sambil mengelus lembut rambut hitamnya Zara,


"Iya bener ra,entar kita bantuin lo kok,kita bakal bantu satpam lo buat nyari juga" ,kali ini Siska lah yang mencoba untuk menenangkan Zara dengan kata-kata yang ia lontarkan barusan.


Zara telah menceritakan musibah yang menimpanya pagi tadi,seluruh kronologi dan kejadian ia ceritakan lengkap,membuat kedua sahabatnya itu terkejut bukan main atas musibah apa yang menimpa Zara,dua waktu istirahat yang ada mereka gunakan untuk mencoba menenangkan Zara yang selalu terlihat murung,bahkan saat pelajaran sedang berlangsung.Dan kini ditambah lagi dengan waktu pulang sekolah,masih sama seperti saat istirahat tadi.


__ADS_1


Hampir setengah jam setelah lonceng pulang sekolah berbunyi,mereka bertiga masih berada di dalam kelas,suasana telah sepi total tanpa ada seorang pun selain mereka bertiga, "beneran lo berdua mau bantuin gue ?" ,tanya Zara spontan setelah mengangkat kepalanya yang ia letakkan di atas kedua tangannya,


"Iya ra beneran,ngapain coba kita bohong ke elo" ,jawab Amel mencoba meyakinkan sahabatnya satu itu,


"Iya ra,kita berdua kan sahabat elo,pasti dong kita bantuin juga" ,kali ini Siska lah yang mencoba meyakinkan Zara.Tak perlu menunggu lama,akhirnya Zara mau juga untuk pulang bersama mereka.


Ketiganya keluar dari dalam kelas,berjalan saling bersisian satu sama lain melewati lorong kelas dan juga lapangan untuk menuju ke area parkir,Zara yang terus menerus menunduk tanpa melihat jalan pun tanpa disengaja bertabrakan dengan Bryan yang sedang berjalan juga menuju ke motor sport nya,


"Eh sorry yan,gue salah gak lihat jalan" ,ucapnya pelan hampir tanpa suara,


"Iya gapapa kok ra" ,jawab Bryan dengan suara yang pelan juga,Zara kembali berjalan melewati Bryan.Tetapi tiba-tiba,tangannya dicekal oleh Bryan,genggaman kuatnya Bryan berhasil menahan gerak Zara,


"Ra,lo kenapa ?" ,tanyanya langsung ketika Zara menoleh kepadanya, "gapapa yan,gue baik-baik aja " ,jawabnya lesu,


"Udah lo bilang aja ke gue,lo kenapa ?" ,kembali lagi Bryan berusaha untuk mengetahui penyebab Zara menjadi lesu tak ceria seperti biasanya,


Tanpa berpikir panjang,Bryan langsung saja membawa Zara menuju ke motornya,


"Udah jangan protes,gue bakalan anterin lo pulang ke rumah" ,ucap Bryan setelah melihat gelagat Zara yang ingin protes kepadanya.


Setelah keduanya duduk di atas motor dengan posisi yang nyaman,akhirnya motor sport Bryan mulai bergerak meninggalkan area sekolah,suara deruan motornya menggema di jalanan,melewati berbagai kendaraan yang juga melintas disana dengan gesit.


Begitu juga dengan Amel dan Siska,keduanya hanya bisa terdiam sambil memperhatikan drama di antara Bryan dan Zara,sehingga setelah keduanya pulang duluan,mereka berdua pun tak punya pilihan lain,akhirnya memilih pulang juga.Selain karena hal tersebut,memang sudah tidak ada lagi orang yang berada di sekolah,keduanya pun menaiki motor mereka masing-masing,dan langsung beranjak meninggalkan area sekolah,menuju ke jalanan dan berpisah disana,pulang ke arah rumah mereka masing-masing.

__ADS_1



Sedangkan Bryan dan Zara masih di dalam perjalanan,motor sportnya bergabung dengan kendaraan-kendaraan lainnya,menuju ke arah jalan yang sama.Tetapi entah kenapa,ketika motor mereka melewati pertigaan yang mengarah ke rumah Zara,motor sport Bryan tidak menuju ke arah kanan di jalan tersebut,yang mana arah tersebut adalah arah menuju ke rumah Zara,tetapi ia malah mengendarai motornya menuju ke arah kiri,yakni jalan yang satu lagi,membawa Zara entah kemana.



Akhirnya mereka sampai di sebuah restoran cepat saji di pusat kota,perjalanan yang hampir memakan waktu setengah jam tersebut akhirnya berakhir di sebuah restoran mewah,ternyata Bryan tidak mengantar Zara pulang menuju ke rumahnya karena ingin membawanya menuju ke restoran cepat saji tersebut, "ngapain lo bawa gue kesini ?" ,tanya Zara langsung setelah turun dari motornya Bryan,


"Kita makan siang disini,lo itu dari tadi sedih mulu,pasti tenaga lo udah habis,makanya kita isi dulu disini" ,jawabnya dengan penjelasan panjang lebar sambil membawa Zara masuk kedalamnya.


Restoran terlihat mulai ramai oleh pengunjung,beberapa pelayan bergerak dari meja ke meja untuk melayani pesanan dari para pengunjung,mereka berdua duduk di dua kursi kosong yang berada di pojok restoran,langsung saja seorang pelayan mendatangi mereka dan melayani pesanannya.



Selama menunggu,mereka hanya diam tanpa ada yang bersuara sedikit pun, "entar sore lo ada kegiatan ?" ,tanya Bryan membuka percakapan,


"Ga ada,emang kenapa ?" ,kali ini Zara yang bertanya kembali, "hmm...Lo mau gak ikut ke Puncak ? Camp Sabtu-Minggu aja" ,ucapnya menawarkan planning,Zara terdiam beberapa saat memikirkan jawaban atas penawaran dari Bryan,ia memang sudah tahu Geng Samudra bakalan pergi ke puncak sore ini untuk camp,


"Gue doang yang cewek ?" ,tanyanya memastikan sesuatu kepada Bryan,yang dijawab dengan gelengan kepala yang sangat jelas,


"Nggak kok,banyak yang ikut,dua sahabat lo itu juga ikut,jadi lo tenang aja" ,ucapnya secara jelas agar Zara tenang,


"Hmm...Yaudah deh gue ikut" ,tak perlu waktu yang lama untuk berpikir,akhirnya Zara setuju juga untuk ikut bersama mereka.

__ADS_1


Selain karena ia memang ingin ikut,ia juga ingin menginterogasi kedua sahabatnya tersebut,Zara heran mengapa kedua sahabatnya itu tidak mengajaknya sama sekali untuk ikut camp ke Puncak,terlepas karena acara tersebut awalnya hanya milik geng Samudra saja,ia tetap akan meminta penjelasan dari keduanya.


Bertepatan dengan setujunya Zara untuk ikut,pesanan makan siang mereka juga datang,langsung saja mereka berdua menikmati makanan yang tersedia di hadapan mereka,saling terdiam satu sama lain dan hanya fokus menikmati makanan yang mereka pesan tadi.Dan disini lah awal mula cerita cinta mereka,yang memiliki 2 latar belakang masa lalu yang berbeda tentang cinta.


__ADS_2