Why Must There Be Love ?

Why Must There Be Love ?
Camping


__ADS_3

Sabtu sore,matahari mulai mengarah kembali ke barat,hanya beberapa jam lagi saja ia akan terbenam,tenggelam bak ditelan bumi,digantikan oleh gelapnya malam yang disinari oleh terangnya bulan.Sinar jingga nya merebak luas,menyebar ke beberapa penjuru bumi yang saat ini tengah sore hari,panasnya pun seakan hilang dari bumi ini digantikan oleh udara yang bersemilir sejuk.



Basecamp Garuda—basecamp nya geng Samudra,rumah mewah ala eropa yang berwarna biru dongker ini memang kepunyaan geng Samudra,dibangun dengan kumpulan dana dari geng Samudra generasi pertama hingga sekarang,hingga pada akhirnya kumpulan dana tersebut cukup dan dibangun lah rumah mewah ini sebagai basecamp tetap geng Samudra.



Pukul 16.00,seluruh anggota geng Samudra telah berkumpul disana,membawa beberapa perlengkapan yang dibutuhkan selama camping nanti,mulai dari makanan,obat-obatan,tenda,dan lain sebagainya.Begitu juga dengan para ceweknya,dengan jumlah mereka yang bisa dibilang lebih banyak dari anggota geng Samudra,membuat camping ini terasa seperti miliknya perempuan,mereka semua berasal dari anggota kelasnya Bryan dan Zara,yaitu 12 IPA-1 & 12 IPS-1,



"Gimana ? Udah lengkap semua anggotanya ? Peralatan ?" ,tanya Bryan sedikit berteriak agar seluruh anggota camping mendengarkannya,


"Udah yan,udah aman semua" ,jawaban dari Andre barusan mewakili para anggota camping yang lainnya.


"Kita mulai sekarang ?" ,kembali lagi Bryan bertanya dengan suara lantang nya,yang dijawab dengan acungan jempol dan anggukan kepala yang kuat dari seluruh anggota camping,


"Oke,sebelum kita mulai jalan,kita berdoa terlebih dahulu,berdoa dimulai" ,ucapnya yang langsung di aminkan oleh seluruh anggota,mereka semua tampak sangat khusyuk berdoa menurut keyakinan mereka masing-masing,memohon agar diberikan keselamatan dan kenyamanan selama camping nanti.

__ADS_1


"Berdoa selesai" ,ucapnya kembali yang dibarengi oleh para anggota dengan ucapan 'aamiiin'.


"Hidup Samudra" ,teriakan dari Bryan barusan dibalas dengan ucapan kata 'hidup' yang tak kalah kuat juga


"Hidup" ,yel-yel singkat barusan adalah penyemangat geng Samudra ketika akan menjalani sebuah misi.Dan kini,yel-yel tersebut didengungkan kembali sebagai pertanda dimulainya perjalanan camping mereka.


Perjalanan menuju ke Puncak pun dimulai,seluruh anggota langsung menaiki kendaraan mereka masing-masing,ada yang sendirian dan ada juga yang berboncengan,tak perlu waktu yang lama,perlahan seluruh kendaraan mulai bergerak meninggalkan lokasi basecamp,menuju ke jalan raya yang saat ini tidak terlalu ramai lagi,membentuk konvoi yang rapi dengan Bryan dan Andre yang berada di posisi paling depan sebagai pemimpinnya.


Tidak ada kendala yang berarti selama perjalanan mereka menuju ke Puncak,begitu juga dengam posisi konvoi mereka yang masih sama seperti pada awalnya,hanya pergantian pemimpin konvoi saja yang kali ini dipimpin oleh salah satu anggota inti geng Samudra,sekaligus panglimanya,Laskar.


Satu jam perjalanan,akhirnya mereka mulai memasuki kawasan Puncak,tampak pegunungan asri yang menjulang tinggi dengan kawasan hutan hijaunya yang lebat,ditambah lagi dengan udara yang sejuk karena berada di daerah pegunungan yang tinggi,lalu lintas disana terpantau ramai lancar tanpa adanya kemacetan yang berarti.


Pukul 07.15,gelapnya malam mulai terasa kembali,tetapi malam ini sangatlah berbeda dengan malam-malam sebelumnya,kali ini malam tidak hanya ditemani oleh terangnya bulan saja,tetapi juga oleh kemerlap bintang-bintang yang bertaburan di langit,membuat suasana malam menjadi lebih indah.Api unggun sudah mulai menyala,seluruh anggota camping pun juga mulai membentuk lingkaran,mengelilingi api unggun yang sudah mulai membesar,memberikan kehangatan yang cukup kepada mereka dari dinginnya malam yang sudah mulai menusuk kulit.


Tak lupa pula mereka juga makan malam,suasana makan saat ini dibarengi dengan celotehan-celotehan lucu dari para anggota geng,membuat makan malam mereka kali ini dipenuhi oleh gelak tawa,candaan,dan cerita-cerita yang mengasyikkan,hingga tak terasa waktu pun berlalu dengan begitu cepat,jatah makanan mereka untuk malam ini sudah habis semua.


Malam pun terus bergulir seiring dengan waktu,kesunyian melanda di beberapa kawasan camp yang tersedia,tetapi hal tersebut tidak dikenal di camp mereka,kali ini kegiatan lain pun mereka lakukan,yaitu bernyanyi bersama.Gitar pun mulai dipetik oleh Anton,menciptakan sebuah aransemen lagu yang kemudian membuat beberapa anggota camp mulai menyanyikan lagu yang dimaksud,kesunyian yang hampir melanda mereka pun akhirnya sirna digantikan oleh suara-suara nyanyian,beberapa anggota lainnya juga melakukan berbagai aktivitas yang seru,seperti saling bertukar cerita,bermain game,meminum teh dan lain sebagainya.


__ADS_1


Pukul 24.00,tepat tengah malam.Akhirnya seluruh kegiatan yang mereka lakukan pun berhenti,saatnya kembali ke tenda untuk tidur,beristirahat yang cukup untuk memulai kehidupan esok harinya dengan rasa semangat.


Semuanya tidur di tenda yang telah tersedia,hanya ada beberapa orang saja yang tidak tidur,mereka bertugas sebagai penjaga malam shift pertama,untuk kemudian akan dilanjutkan oleh teman-temannya yang berada di shift kedua,ketiga,dan keempat hingga pagi tiba kembali.


"Eh ndre,lo kapan ngasi gue solusi ha ? Lo lupa ya ?" ,tanya Bryan kepada sahabatnya itu,kini mereka berdua duduk di dekat api unggun,memisahkan diri dari teman-teman mereka yang lainnya yang tergabung di dalam shift pertama,yang ditanya pun memandang heran ke arah Bryan,


"Gue lupa ? Hahaha,yang bener aja lo" ,ucap Andre seraya tertawa setelah mendengarkan pertanyaan dari Bryan,


"Jadi kenapa lo ga ngasi gue solusi ?" ,kembali lagi pertanyaan yang sama keluar dari mulut Bryan,yang ditanya pun akhirnya membenarkan posisi duduknya terlebih dahulu ke posisi yang ia anggap sebagai posisi yang nyaman,


"Udah lo selo aja yan,gue janji besok ngasi lo solusinya" ,ucap Andre memberikan penjelasan kepada sahabatnya tersebut,Bryan yang mendengar penjelasan tersebut pun hanya bisa mengangguk pasrah,


"Semangat yan,gue yakin lo bisa" ,ucapnya kembali sembari menepuk pelan bahu Bryan,mencoba memberikan energi semangat kepada sahabatnya tersebut,


"Oke ndre" ,ucapnya singkat,padat,dan jelas.


Waktu pun terus bergulir begitu saja.


Pukul 01.00 dini hari,kini keduanya terdiam satu sama lain,sibuk dengan pikiran dan khayalan mereka masing-masing,dengan api unggun sebagai penghangat tubuh mereka dikala dingin nya malam tersebut.

__ADS_1


Camping ke puncak yang seru,dengan anggota yang cukup banyak membuat suasana camp menjadi tidak sepi,apalagi dengan segala tingkah dan berbagai aktivitas yang mereka lakukan,juga membuat suasana camp menjadi lebih berwarna.Persahabatan & kebersamaan adalah segalanya.


__ADS_2