
Jam 02.00 dini hari.Waktu yang seharusnya dipergunakan untuk istirahat setelah melakukan berbagai aktivitas harian,malah beberapa orang mempergunakan waktu tersebut untuk begadang dengan berbagai macam alasan yang ada,seperti menonton bola,mengerjakan tugas kuliah,bermain game,atau bahkan hanya sekedar bercengkrama bersama teman-teman ditemani oleh berbagai macam makanan yang menggugah selera.
Sama hal nya seperti ketiga orang sahabat ini.Zara,Amel,dan Siska.Ketiganya menggunakan waktu tersebut untuk bercerita dan bermain game setelahnya,sama seperti biasanya ditemani oleh jajanan-jajanan pinggir jalan yang mereka beli tadi di taman kota.
Curhatan dari Zara telah selesai mereka dengarkan,curhatan yang memakan waktu sekitar 60 menit ini berhasil membuat kedua sahabat Zara menjadi paham dengan problem kehidupan yang ada pada diri Zara.Problem kehidupan tentang kerinduan,cinta,dan kasih sayang.Hal-hal tersebut saling berhubungan satu sama lainnya,kekurangan ketiga hal dari orang-orang terdekatnya di masa lalu.Dan kini,hati Zara seakan telah menemukan seseorang yang cocok sebagai tempat tambatan hatinya,hatinya yang penuh dengan rasa kerinduan,cinta,dan kasih sayang.
"Jadi ra,itu alasan lo untuk suka ke si es batu itu ?" ,tanya Amel setelah memperbaiki posisi duduknya, "eh lo kalau manggil orang pakek nama kek" ,ucap Zara sedikit kesal dengan pertanyaan dari Amel,pertanyaannya barusan itu bisa dibilang menyinggung perasaan Zara.
"Ciee yang gak suka nama gebetan nya dirubah" ,ucapan Siska yang sedikit kuat dan meledek itu berhasil membuat kedua sahabatnya menoleh kepadanya.Wajah Zara seketika berubah sedikit memerah bak kepiting rebus,karena ucapan dari Siska barusan membuat jantungnya berdetak lebih cepat,dan hatinya memanas oleh api cinta.Lain hal nya dengan Amel,raut wajahnya terlihat sangat kontras dengan raut wajah Zara,tampak ia seperti orang yang kesenangan dan gembira setelah mendengarkan sesuatu yang menarik baginya.
Tak perlu waktu yang lama,Amel dan Siska langsung meledeki sahabat mereka satu ini,Zara yang terkenal susah didekatin oleh para cowok-cowok seketika berubah,kini ia yang malah mengungkapkan perasaannya lebih dahulu dari sang cowok,cowok yang tak lain dan tak bukan adalah rivalnya Zara sendiri saat awal mereka kenalan.Bryan Nathan,si cowok es batu itulah orangnya.
"Sumpah ra,lo memang best lah" ,ucap Amel yang terlihat sangat gembira setelah mendengarkan ucapan dari Siska tadi,
__ADS_1
"Beneran deh ra,gue dukung lo jadian samanya" ,sambung Siska setelah tadi sempat tertawa renyah karena ucapan dari Amel barusan.
"Lo berdua ya,seneng banget ngeledekin gue" ,ucapnya dengan perasaan yang campur aduk antara kesal dan bahagia,kesal karena kedua sahabatnya itu malah meledekinya,dan bahagia karena keduanya mendukung penuh perasaannya kepada Bryan.
"Yaudah,sekarang saatnya untuk kita main game nya,kan curhatnya udah" ,ucapan Amel barusan langsung disetujui oleh kedua sahabatnya itu,tak perlu menunggu lama,mereka langsung menyepakati permainan yang akan mereka mainkan sampai pagi nantinya. Dua permainan telah mereka tetapkan untuk dimainkan bersama,yaitu monopoli dan ular tangga.Peralatan dari kedua permainan yang berasal dari Amerika Serikat dan India ini telah mereka sediakan di atas lantai,dilengkapi dengan jajan-jajanan yang tersisa dari yang mereka makan.
Setelah semua perlengkapan permainan telah mereka lengkapi,ketiganya duduk di lantai dengan posisi melingkar,suasana dini hari kali ini sangat mendukung untuk begadang,malam yang sejuk dengan udara dini harinya yang standard,dan tanpa adanya hujan yang menyertainya.
"Oke,kita suit" ,ucap Zara mengawali percakapan mereka setelah tadi sempat terdiam beberapa saat ketika menyiapkan peralatan permainan,
"Oke,batu gunting kertas yaa" ,sambung Amel menyetujui ucapan dari Zara barusan.Langsung saja ketiganya suit untuk menentukan siapa yang pertama,kedua,dan ketiga dalam memulai permainan ini.
Waktu terus bergulir,akhirnya permainan ular tangga ini dimenangkan oleh orang yang sama sekali tidak mereka pikir akan menang.Amel, pemain terakhir ular tangga lah pemenangnya,bahkan ia sendiri pun tidak menyangka akan memenangkannyaapalagi dilihat dari ia yang terakhir bermainnamun itu lah permainan.Siska dan Zara memang memimpin silih berganti terlebih dahulu,namun tidak disangka mereka terkena ular,yang menyebabkan kotak angka mereka turun drastis dibawah Amel,sebab itu lah Amel yang menjadi pemimpin permainan dan akhirnya permainan tersebut selesai dengan ia sebagai pemenangnya.
Begitu juga dengan monopoli,kali ini Zara lah pemenangnya dengan pemilik saham terbesar di permainan tersebut,ia yang sebagai pemain kedua berhasil membuat kekayaan Siska dan Amel hangus dengan membayar hutang-hutang di negaranya.Zara memang sangat lihai dalam permainan monopoli ini,siapapun lawannya akan ia buat menjadi bangkrut dengan tersisa beberapa lembar uang pecahan saja.
__ADS_1
Jam 04.00 dini hari,akhirnya kedua permainan tersebut telah selesai mereka mainkan dengan segala keseruan yang mereka dapatkan di dalamnya,dengan kedua pemenangnya Amel di ular tangga dan Zara di monopoli,sedangkan Siska kali ini mendapatkan apesnya karena tidak memenangkan satupun permainan.Sehingga membuatnya terkena hukuman yaitu wajah cemong dengan tepung.
"Eh sis,lo bener-bener yaa" ,ucap Amel kesal setelah wajah mulusnya dilumuri tepung oleh Siska, "hahaha...Kasian banget sih lo mel,yang menang kalah siapa,yang kena tepung kalian berdua" ,ucap Zara tertawa renyah melihat ekspresi kesal yang tergambar jelas di wajah Amel,
"Eh kok gue kena juga ?" ,tak perlu menunggu lama akhirnya wajah Zara juga ikutan cemong oleh tepung, "biarin,siapa suruh lo ejekin gue ?" ,ucap Amel kali ini seakan ia membalas dendamnya setelah diejek oleh Zara.
Dan saat ini,permainan berubah menjadi lempar tepung,kamar Zara sendiri telah berserakan dengan adanya tepung dimana-mana.Begitu juga dengan wajah mereka,tepung telah merebak kemana-mana melumuri wajah mereka masing-masing,membuat permainan menjadi lebih seru sampai mereka kelelahan bermain.Akhirnya pada pukul 04.30 pagi,mereka bertiga ketiduran dengan posisi yang berantakan satu sama lain.
Apa yang mereka lakukan selama begadang tadi tidak menyadarkan mereka bahwa ada seseorang yang terus memperhatikan mereka sambil tersenyum bahagia.
Dari balik pintu kamar Zara yang sedikit terbuka itu lah,seseorang mengintip memperhatikan mereka dengan senyum bahagianya,terutama kebahagiannya setelah melihat Zara bermain,tersenyum dan tertawa lepas bersama teman-temannya seakan tidak ada masalah yang sedang menimpa hidupnya.
Ya,dia lah bi Asih,pengasuh utama Zara sejak ia masih kecil sampai ia sudah remaja.Bi Asih mengintip secara sengaja melalui celah pintu kamar Zara yang sedikit terbuka,ia memperhatikan kegiatan begadang yang dilakukan mereka bertiga,hingga hasilnya membuat bi Asih tersenyum bahagia,karena melihat anak tunggal majikannya sekaligus anak yang sudah ia anggap sebagai anak kandungnya tersebut bisa bermain dan tertawa bersama kedua sahabatnya,yang bisa dibilang sebagai tempat pulang kehidupan bagi Zara selain bi Asih sendiri.
Karena ketiganya telah tertidur,bi Asih pun memasuki kamar Zara dengan membawa 3 selimut besar,tak perlu menunggu lama ia pun langsung menyelimuti Zara dan kedua sahabatnya tersebut secara bergantian,menutupnya sampai ke leher mereka masing-masing,untuk memberikan kehangatan yang cukup saat mereka tidur.
__ADS_1
Sebelum keluar,ia mencium pelan kening Zara,ciuman yang penuh dengan rasa kasih sayang dari seorang pengasuh pengganti peran kedua orang tuanya.
Setelah itu,ia pun langsung keluar meninggalkan ketiganya yang telah tertidur pulas,keluar dari kamar Zara dan beranjak menuju ke kamarnya sendiri,untuk istirahat juga sebelum memulai rutinitas hariannya.