
"Aduh,pening banget kepala gue" ,rintih Zara pelan merasakan sakit di kepalanya,dia pingsan karena belum sarapan dan langsung pergi ke sekolah,sebenarnya Zara sempat ke kantin untuk sarapan,tetapi setalah dia melihat teman dekatnya,Amel,sedang duduk sendirian di salah satu bangku,Zara tidak jadi memesan makanan untuk sarapannya,malahan dia datang ke bangku Amel dan memulai gosip ria seperti biasanya,dan berakibat dia tidak jadi sarapan karena upacara sudah mau dimulai.
Tiba-tiba dia mendengar suara cekikikan cewek di depan UKS,dan Zara sudah menebak siapa saja pemilik cekikikan tersebut.Ya benar,tak lama setelah itu,masuklah 2 sahabat terbaik nya,Amel dan Siska kedalam UKS,
"Lo baik-baik aja ra ?" ,tanya Siska langsung setelah duduk di salah satu kursi dekat malas,
"Yah lo bisa liat sendiri,tapi kepala gue nii masih agak pening" ,jawab Zara sambil memijat pelan kepalanya,
"Kacian nya anak pak Dani ini" ,lanjut Amel dengan cekikikan khasnya,
"Ejek terus bokap gue" ,kata Zara sambil mencoba melemparkan sendok di dekatnya ke arah Amel,
"Eh sorry-sorry ra,baperan luu ah" ,jawab Amel dengan kekehan pelan nya,
"Lu sih buat panas" ,rajuk Zara sambil mengerucutkan bibirnya,
"Jelek lu gitu ra" ,kata Siska setelah melihat notifikasi di hp nya.
"Sis,lo sekelas kan sama Bryan ?" ,tanya Zara setelah beberapa menit mereka saling diam,
"Ha demi apa lo tanyain dia ?" ,jawab Siska dengan nada kaget nya,
"Serius dong sis,sekelas kan ? 12 IPA-1?" ,tanya Zara lagi tanpa menggubris kekagetan sahabatnya tadi,
"Iya ra,sekelas gue sama es batu itu" ,jawab Siska malas,
__ADS_1
"Lah kok es batu ?" ,sambung Zara dengan matanya yang agak menyipit karena herannya,
"Eh ra,lo gak tau ya,cowok tampan tapi kayak es batu di sekolahan kita siapa ?" ,tanya Amel membantu Siska yang mulai agak kesal kepada Zara
"Ya mana gue tau,bukan urusan gue kok" ,jawab Zara dengan entengnya,
"Siapa lagi kalau nggak Bryan Nathan,cowok yang lo tanya barusan,kenapa nanya ? Suka lo sama nya ?" ,tanya Amel sambil mencubit bahu Siska pelan, "sakit bego" ,rintih Siska sambil mengusap bahunya yang sakit akibat dicubit Amel tadi,
"Eh nggak ya,mana mungkin gue suka,gue nanya aja loo,kan dia tadi yang bawa gue ke UKS" ,jelas Zara yang dijawab oleh sahabat-sahabatnya dengan bibir mereka yang membentuk huruf O 'ooo'.
Teng...Teng...Teng,bel istirahat barusan saja berbunyi menandakan istirahat pertama baru saja dimulai,bertepatan juga dengan keluarnya Zara dari UKS setelah dia merasa enakan.
"Sis,mel,ke kantin yuk,laper gue" ,ajak Zara kepada sahabat-sahabatnya, "ah males gue,nanti jumpa sama Leo lagi" ,jawab Amel mengingat mantan gebetan nya yang suka ngeselin,
"Gini aja deh,gue traktir kalian berdua,ucapan terima kasih nii kalian jagain gue tadi" ,sambung Zara yang langsung disambut bahagia oleh kedua sahabatnya,
"Eh lo ya mel,giliran traktir cepat" ,sambung Zara kesal melihat sahabatnya ini,
"Biarin,yang penting gratis,ya gak sis ?" ,tanya Amel yang langsung disambut dengan high five dari mereka berdua.
2 menit berselang,akhirnya mereka sampai di kantin,kantin tampaknya sudah agak ramai oleh para siswa,Zara dan Amel masuk ke kantin duluan untuk mencari meja,sedangkan Siska yang membeli makanannya,
"Disitu aja yuk mel" ,ajak Zara sambil melangkah pelan menuju salah satu meja di pojokan kantin,tetapi tiba-tiba meja incarannya diambil oleh beberapa anak cowok yang langsung duduk di kursi masing-masing,
"Waduh diambil ra,lo sih lama amat jalannya" ,komen Amel kaget melihat meja incaran
__ADS_1
mereka diambil duluan, "eh ra,lo mau kemana ?" ,lanjut Amel makin kaget melihat Zara mendatangi meja tadi secara tiba-tiba,
"Woi,lo tau meja ini mau gue ambil tadi ?" ,bentaknya sambil menatap tajam salah satu cowok yang berdiri di dekatnya sekarang,beberapa pasang mata mulai menatap ke arahnya karena suaranya barusan yang terkesan agak kuat,tetapi tatapan-tatapan mata yang diarahkan kepadanya tidak ia hiraukan,ia tetap saja fokus dengan apa yang sedang ia lakukan sekarang,
"Eh,lo tau prinsip siapa cepat dia dapat ?" ,jawab seorang cowok di pojokan meja tanpa melihat ke arah Zara,
"Woi,lo kalo ngomong liat dong kesini" ,bentak Zara kepada cowok tadi.
"Apa lo ?" ,tanya cowok tadi setelah melihat ke arah Zara.KAGET,ya itulah yang dirasakan Zara,dia tidak menyangka cowok yang sedang berdebat dengannya adalah cowok yang membawanya ke UKS tadi,Bryan Nathan.
Masih dengan sikap es batu nya,menanti jawaban dari Zara yang sekarang terlihat mati kaget, "Kenapa diem ?" ,tanya Bryan lagi,
"Eh gak apa-apa kok yan,yaudah...Lo ambil aja deh nii meja" ,jawab Zara sambil tersenyum kecil seraya melangkahkan kakinya meninggalkan meja tersebut.
Suasana kantin yang tadinya tenang kini mulai berubah sedikit,akibat insiden perdebatan yang terjadi barusan di antara Zara dengan geng Samudra yang pembicaranya diwakilkan oleh ketuanya sendiri,Bryan Nathan.
Sebagian murid yang sudah berada di dalam kantin pun mulai mencari tahu sumber permasalahan yang ada,tetapi masih ada juga sebagian murid lainnya yang memilih untuk tidak peduli dengan apa yang terjadi,lebih memilih untuk menikmati dan menghabisi makanannya.
"Eh ra,lo mau kemana ? Ayo makan,ini udah jadi" ,teriak Siska yang ditemani Amel,mereka berdua heran melihat Zara yang pergi meninggalkan kantin dengan wajah yang agak pucat,tampak Zara sedikit berlari meninggalkan kantin menuju ke lorong kelasnya.
Amel dan Siska pun merasa ada yang aneh dari tingkah laku satu-satunya sahabat mereka tersebut.Tanpa berpikir panjang lagi,mereka juga ingin langsung beranjak meninggalkan kantin,
"Yaudah yuk kita susul dia,makan di kelas kami aja" ,kata Amel sambil mengajak Siska menuju ke kelasnya dan Zara,12 IPS-1.
Mereka berdua pergi meninggalkan kantin yang masih dalam keadaan riuh setelah kejadian barusan,apalagi ditambah dengan Zara yang mendadak pergi meninggalkan tempat tersebut,makin membuat suasana kantin bertambah riuh bak berada di tengah-tengah konser musik.
Geng Samudra sendiri memilih untuk diam saja sambil menikmati makanan mereka masing-masing,tidak ambil pusing atas keributan apa yang sedang terjadi,bahkan mereka seolah tidak tahu-menahu dengan hal tersebut,padahal salah satu dari mereka lah penyebab awal mula keributan yang terjadi selain Zara sendiri.
__ADS_1