
Deruan suara motor sport milik Bryan menggema di sepanjang jalanan kota Jakarta yang belum terlalu ramai oleh para pengguna jalan,motor sport miliknya dengan gagah membelah jalanan kota dengan kecepatan stabil,tampak jaket pengguna yang duduk diatasnya berkibar-kibar terkena hembusan angin yang kuat,jaketnya berkibar-kibar sebab kancing risletingnya tidak dipakai Bryan dengan benar,sedangkan yang duduk diatasnya satu lagi terlihat aman karena menggunakan sweater rajut hitam.
Selama perjalanan,Bryan terlihat murung memikirkan pengakuan yang tadi ia ceritakan kepada Andre,tampak beberapa kerutan tercetak jelas di dahi nya,ada banyak hal yang menjadi beban pikirannya selama ia hidup,tetapi dari semua beban yang pernah ia pikul,beban ini lah yang ia rasa menjadi yang paling berat selama ia hidup di dunia ini.Cinta.
Hanya berselang 15 menit,motor sport milik Bryan akhirnya memasuki gerbang sekolah mereka berdua,jam segini sekolah sudah mulai ramai oleh para murid-murid,mereka semua bertebaran di seluruh area sekolah.
Ada yang masih di area parkiran,ada yang sarapan di kantin,ada yang pergi ke perpustakaan untuk sekedar membaca atau meminjam buku,dan juga ada yang langsung ke kelas,entah itu karena piket ataupun pekerjaan lainnya.
Keluar dari parkiran,Bryan dan Andre langsung menuju ke kelas mereka,berjalan melewati lapangan basket kemudian dilanjut menaiki anak tanggal menuju ke lantai 2,dan terakhir berjalan sedikit melalui lorong kelas 12,hingga akhirnya mereka pun sampai di kelas 12 IPA-1.
Tak lama setelah mereka meletakkan tas sekolahnya di atas kursi,mereka berdua langsung saja cabut meninggalkan kelas,beranjak menuruni anak tangga menuju ke lantai 1 untuk pergi ke kantin,karena sesuai dengan usulan Bryan tadi untuk melanjutkan curhatnya dan sekaligus Andre sarapan juga disana.
__ADS_1
Kantin yang bernuansa coklat muda ini terlihat sederhana walaupun tidak meninggalkan kesan modern nya.Bangku dan meja makan berjejer rapi sebagai tempat para murid menikmati makanannya,dan sudah menjadi biasa bangku dan meja makan di pojok kantin adalah milik geng Samudra.
Bryan dan Andre pun duduk di kursi biasa mereka,kursi pojok kantin tempat anak-anak geng Samudra biasanya makan ataupun hanya sekedar minum, "gue aja yang beli yan,lo mau apa ?" ,tanya Andre sekaligus menawarkan dirinya agar ia saja yang memesan makanan,
"Ih,kerasukan apa lo ? Tumben baik" ,tanya Bryan agak aneh karena ia merasa heran dengan ucapan Andre yang tidak biasanya,
"Eh yan,gue udah baik nii nawarkan diri gue biar gue aja yang pesan makanan,eh lo malah nuduh gue kerasukan" ,ucap Andre lumayan kesal dengan pertanyaan dari sahabatnya tersebut.Wajar saja,karena bisa dibilang di antara seluruh anak-anak geng Samudra,hanya wakil ketuanya lah,Andreansyah,yang sifat sombong dan pemalasnya lumayan akut dibandingkan anggota-anggota lainnya,dan entah kenapa pagi ini ia tiba-tiba berubah menjadi sosok yang baik,memberikan rasa penasaran kepada Bryan.
"Eh sorry-sorry ndre,kesel lo ah,udah-udah gue kopi tubruk panas sama jajan-jajanan aja" ,ucap Bryan menyebutkan pesanannya kepada Andre sekaligus meminta maaf kepadanya atas pertanyaan barusan.
"Oke,bentar ya" ,ucapnya seraya meninggalkan Bryan yang tengah duduk di kursi pojok.
Lima menit berselang,kopi milik Bryan akhirnya tiba setelah diantarkan oleh bu kantin dengan beberapa jajanan kecil,begitu juga dengan sarapannya Andre yang datang tepat semenit setelah milik Bryan datang.
"Oh yaudah,lo lanjut aja,ga apa-apa kan kalau gue lanjut makan ? Sambilan yan" ,jawab Andre sekalian meminta izin kepada sahabatnya tersebut agar ia tetap melanjutkan sarapannya,karena selain ia belum makan,ia juga tidak ingin terlambat hanya karena menunda sarapannya gara-gara mendengarkan curhatannya Bryan,
"Iya boleh,lo santai aja" ,ucap Bryan menyetujui permintaan sahabatnya tersebut,
"Oke,lo lanjut aja sekarang" ,ucapnya memberikan izin kepada Bryan agar langsung melanjutkan curhatnya.
__ADS_1
"Eh yan tunggu bentar,gue mau nanya nih,kenapa lo mau curhat ke gue yan ?" ,tanyanya yang terlihat masih sedikit bingung alasan sahabatnya tersebut mau curhat kepadanya,selain itu merupakan hal yang sangat tabu jika si es batu atau si ketua geng Samudra ini mau curhat ke orang lain,sampai-sampai ia membatalkan niat Bryan yang tadi ingin langsung melanjutkan curhatnya,padahal ia sendiri yang memberikan izin bahkan ia juga yang menyuruh Bryan untuk langsung saja melanjutkan curhatnya,
"Yaa karna cuman lo yang gue percaya dan yakin ndre,kita udah sahabatan sejak lama,jadi istilahnya tuu yaa hati kita kayak udah menyatu" ,jawab Bryan kali ini dengan kekehan kecil miliknya,mendengar hal tersebut,sontak membuat Andre tertawa lebar,
"Hahaha...Lo kira kita gay ? Pakek kata 'hati kita udah menyatu' lagi,hiii....Mau muntah gue" ,ucap Andre setelah tertawa beberapa saat tadi.
"Yaa kira-kira gitu,lo mah gak pintar pelajaran Bahasa Indonesia ndre,pahamin noh majas" ,lanjutnya terkekeh-kekeh mengejek Andre yang memang tidak pandai dalam pelajaran tersebut sejak masih SD,
"Hahaha...Lo jangan buka kartu yan,rahasia aja itu udah,malu gue ntar sama orang-orang" ,jelas Andre terkekeh-kekeh juga mendengar penjelasan Bryan barusan.
"Yaudah,lo kapan mau lanjut curhat yan ?" ,tanya Andre setelah menunggu kekehan mereka berhenti,Bryan yang sedang meminum kopinya terlihat memberikan isyarat kepada Andre dengan telapak tangannya yang dihadapkan kepada sahabatnya tersebut,dengan arti 'tunggu sebentar', "Jadi,ini gue mau lanjut curhat ke elo,yaa bisa dibilang masih lama sih,sampai bel masuk kelas" ,jawab Bryan setelah menyelesaikan sesi minum kopinya,tampak Andre terkejut mendengar penjelasan sahabatnya barusan,
"Ha ? Apa lo bilang ? Sampai bel masuk ? Gak salah lo,15 menit lagi yan,lama amat lo curhat,masih panjang ye ?" ,beberapa pertanyaan keluar secara beruntun dari mulut Andre,
"Yaudah selo aja,gue traktir elo ntar istirahat pertama,ajak anak-anak lain juga" ,jawabnya sangat jelas dengan raut muka yang masih sama dengan sifat aslinya.Dingin.
"Nah...Ini nih yang gue demen,oke yan gue ajak nanti,yaudah silahkan lo curhat,sebagai seorang sahabat gue bakal dengerin dan ngasi lo solusinya" ,panjang lebar Andre menjelaskan dengan kekehannya yang tak lama,
"Lo tuu yaa memang gak berubah dari dulu,sama aja sifat gratisannya" ,ucapnya dengan ikut terkekeh pelan juga,
__ADS_1
"Yah,lo kayak gatau aja yan,akhir bulan nii bro" ,jelas Andre sambil menepuk pelan bahu Bryan,
"Yaudah iya,gue lanjut curhat ya,jangan lupa kasih gue solusi atau jalan keluarnya" ,ucapnya singkat,padat,dan jelas,yang dijawab dengan anggukan kepala milik Andre ,yang artinya mengizinkan Bryan untuk memulai sesi curhatnya kembali tentang masa lalu dan kaitannya dengan perasaan cintanya yang masih belum jelas ini.